Combivent

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Combivent digunakan?

Combivent adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit saluran pernapasan, seperti PPOK atau asma. Obat ini juga diindikasikan untuk perawatan penyumbatan hidung, radang selaput lendir dan bronkospasme.

Obat bronkodilator ini memiliki kandungan albuterol atau salbutamol sulfat dan ipratropium bromida. Combivent memiliki cara kerja dengan membuka saluran udara ke paru-paru serta melakukan relaksasi atau mengendurkan otot-otot pada saluran napas.

Bagaimana aturan pakai Combivent?

Berikut adalah cara menggunakan inhaler Combivent:

  • Jika Anda memakai Combivent Inhaler untuk pertama kalinya, pastikan Anda melakukan uji coba inhaler terlebih dahulu.
  • Buka bagian penutup corong inhaler. Kemudian, kocok dan semprotkan inhaler, namun pastikan tidak mengenai bagian wajah Anda.
  • Saat memakai inhaler, duduk dengan posisi tegak dan bernapaslah secara perlahan. Kocok inhaler 4-5 kali untuk memastikan obat di dalamnya tercampur dengan sempurna.
  • Pegang inhaler dengan posisi berdiri, dan gunakan jari jempol Anda untuk menahan bagian bawah inhaler. Letakkan corong ke dalam mulut. Jangan gigit corong inhaler.
  • Tepat ketika Anda menarik napas, tekan semprotan inhaler. Setelah itu, tan napas selama beberapa detik.
  • Apabila dokter meresepkan 2 semprotan Combivent, tunggu sekitar 1,5 menit sebelum Anda menyemprot lagi.

Agar corong inhaler tidak tersumbat, pastikan Anda membersihkannya seminggu sekali. Saat membersihkan, lepas tabung obat dari casing plastik. Bilas casing dengan air hangat. Jangan membilas tabung obat dengan air.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Combivent paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis Combivent untuk dewasa dan anak-anak?

Combivent Inhaler hanya digunakan ketika gejala masalah pernapasan muncul.

Dosis yang umum diberikan pada orang dewasa adalah 1-2 semprotan dalam 1 kali pemakaian. Dalam rentang waktu 24 jam, Anda sebaiknya tidak memakai inhaler lebih dari 4 kali.

Apabila Anda mengidap asma dan mengalami serangan asma mendadak, Anda dapat menyemprotkan inhaler Combivent hingga 10 kali. Beri jeda selama 30 detik di antara setiap semprotan.

Dalam dosis dan sediaan apa Combivent tersedia?

Obat Combivent tersedia dalam bentuk aerosol inhaler.

Efek Samping

Apa efek samping Combivent yang mungkin terjadi?

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan Combivent dapat menyebabkan beberapa efek samping. Kebanyakan dari efek samping berikut jarang terjadi dan tidak memerlukan pengobatan tambahan.

Namun, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah apapun setelah minum obat ini.

Menurut WebMD, Combivent mungkin memunculkan efek samping sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Rasa mual
  • mulut kering
  • Tremor
  • Gejala pilek seperti bersin, hidung tersumbat, batuk-batuk dan sakit tenggorokan

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Combivent?

Sebelum memutuskan untuk menggunakan Combivent, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  • Jangan gunakan Combivent apabila Anda memiliki alergi terhadap salbutamol atau albuterol. Jika Anda tidak yakin apakah Anda memiliki alergi atau tidak, konsultasikan dengan dokter atau tim medis.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal.
  • Jangan menambah atau mengurangi dosis Combivent tanpa sepengetahuan dokter.
  • Segera periksakan diri ke dokter terdekat jika kondisi Anda tidak kunjung membaik, atau jika Anda harus menggunakan inhaler lebih sering dari anjuran dokter.

Apakah Combivent aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini pada ibu hamil digunakan jika memang benar-benar butuh dan dengan resep dokter. Namun Combivent tidak dianjurkan bagi ibu menyusui.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Combivent?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Obat ini dapat berinteraksi dengan:

  • obat-obatan kandung kemih atau obat urin
  • obat diuretik
  • obat jantung dan obat pengatur tekanan darah
  • obat Parkinson dan depresi
  • obat asam lambung
  • obat flu dan obat alergi

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Combivent?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Combivent?

Bagi Anda yang memiliki alergi obat ini, Anda harus berhati-hati. Gejala alergi obat antara lain adalah gatal-gatal, kesulitan bernapas dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah dan tenggorokan.

Sebelum menggunakan Combivent, konsultasikan kepada dokter jika Anda sedang memiliki beberapa kondisi kesehatan berikut:

  • penyakit jantung dan tekanan darah tinggi
  • kejang-kejang seperti epilepsi
  • diabetes
  • kelenjar tiroid yang overaktif
  • glaukoma
  • pembesaran pada prostat atau terdapat masalah pada saluran kencing
  • penyakit hati/liver dan penyakit pada ginjal

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Combivent dan apa efeknya?

Gejala overdosis Combivent bisa berupa sakit pada dada, jantung berdebar-debar, kehausan yang sangat, otot yang lemah dan perasaan lemas, sakit kepala yang parah, dengung pada telinga, denyut nadi lemah, pusing hingga napas yang sangat pelan.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera gunakan sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis digandakan.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

    Obat-obatan padat atau pil yang terdiri dari beragam jenis tentunya membutuhkan cara menyimpan yang sesuai agar tidak merusak kualitasnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 17/04/2020 . 4 menit baca

    Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

    Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . 4 menit baca

    Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

    Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Fakta Unik 16/03/2020 . 4 menit baca

    Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

    Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Asma, Health Centers 16/02/2020 . 4 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    susu memicu asma

    Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
    pro kontra antidepresan

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
    penderita asma covid-19

    Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
    Latihan pernapasan asma

    Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . 4 menit baca