backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 13/12/2022

Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Infeksi bakteri pada kulit bisa menyebabkan kulit gatal, ruam, hingga luka. Ada beberapa obat yang umum digunakan untuk mengatasi kondisi ini, salah satunya asam fusidat (fusidic acid). Kenali dosis, aturan pakai, dan efek samping obat ini.

Golongan obat: antibiotik. 

Merek dagang asam fusidat: Generik, Tavacort, Pithalmic, Fuson, Fusigra, Fucicort, Fucilex, Fustadin, Fusibat, Fucidin, Fusidasol, Fuladic, Fusycom, Fusidar, Acdat, Nucide, dan Afucid.

Apa itu obat asam fusidat?

Asam fusidat atau fusidic acid adalah obat untuk mengobati infeksi kulit karena bakteri Staphylococcus. Obat ini tergolong sebagai antibiotik.

Mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi

Asam fusidat dalam bentuk salep adalah obat antibiotik yang biasanya digunakan menghilangkan infeksi kulit.

Sementara itu, asam fusidat dalam bentuk tetes mata biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata, seperti konjungtivitis.

Bila infeksi menyebar, tablet antibiotik atau obat cairan mungkin dibutuhkan. Namun, sediaan asam fusidat yang ada di Indonesia adalah bentuk topikal atau salep. 

Dosis dan sediaan fusidic acid

bahaya pakai obat tetes mata steroid

Data BPOM menunjukkan policresulen di Indonesia tersedia dalam krim atau salep 20 mg, gel mata 10 mg, dan tetes mata 10 mg. 

Pemberian dosis berdasarkan kondisi dan penyakit pasien dapat dibedakan sebagai berikut.  

Konjungtivitis

  • Dewasa: teteskan 1 tetes ke mata yang sakit setiap 12 jam selama 7 hari.
  • Anak (di atas 2 tahun): sama seperti orang dewasa.

Infeksi kulit

  • Dewasa: oleskan ke daerah yang terinfeksi bakteri 3 – 4 kali sehari sampai ada perbaikan. Jika menggunakan pembalut kasa, frekuensi mengoleskan salep dapat dikurangi menjadi 1 – 2 kali sehari.
  • Anak: sama seperti orang dewasa.

Aturan pakai asam fusidat

Selalu ikuti aturan pakai obat dari dokter atau apoteker. Sebelum memulai pengobatan, baca petunjuk penggunaan pada kemasannya. 

Informasi tentang krim atau salep dan cara menggunakannya akan lebih lengkap pada lembar aturan pemakaian.

Gunakan obat topikal sesuai arahan dokter. Oleskan salep tipis pada area yang terinfeksi dan oleskan dengan lembut. 

Jika dokter menyarankan Anda untuk menggunakan perban atau pembalut steril, Anda dapat mengurangi jumlah pemakaian salep fusidic acid.

Ingat untuk mencuci tangan dengan benar setelah selesai menggunakannya. Hanya berhenti gunakan obat jika dokter menganjurkan. 

Efek samping fusidic acid

Obat ini mungkin menyebabkan efek samping obat. Efek samping obat pun dapat berbeda-beda pada tiap orang.

Efek samping pada mata

Sebagai obat tetes mata, pasien mungkin akan mengalami efek samping seperti:

  • rasa terbakar pada mata,
  • mata terasa pedas,
  • gatal,
  • rasa sakit atau kering, dan
  • penglihatan kabur.
  • Efek samping pada kulit

    Sebagai salep atau krim, pasien mungkin akan mengalami efek samping seperti:

    • ruam kulit,
    • rasa tersengat,
    • iritasi kulit, dan
    • gatal dan radang.

    Peringatan dan perhatian saat pakai obat asam fusidat

    salep 2-4

    Beritahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap fusidic acid atau jenis obat antibiotik lainnya.

    Lensa kontak tidak boleh dipakai selama perawatan dengan tetes mata asam fusidat.

    Jangan memakai lensa kontak sampai 24 jam setelah perawatan berakhir. 

    Obat tetes mata dengan asam fusidat dapat menggores lensa kontak atau kornea serta menghitamkan lensa kontak.

    Jangan memberikan obat Anda kepada orang lain meskipun mereka memiliki kondisi yang sama dengan Anda.

    Jika area kulit yang terinfeksi meradang, dokter mungkin meresepkan krim yang mengandung asam fusidat dan obat NSAID (antiradang nonsteroid), seperti hydrocortisone dan betamethasone

    Simpan obat pada suhu antara 25 °C dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

    Jika sudah kedaluwarsa, tanyakan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

    Penting Anda ketahui

    Obat tetes mata asam fusidat mungkin bisa menyebabkan pandangan kabur. Jika penglihatan menjadi buram, hindari mengoperasikan mesin atau mengemudi kendaraan.

    Apakah obat fusidic acid aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Situs National Health Services menjelaskan aman menggunakan krim, salep, atau obat tetes mata asam fusidat saat Anda hamil. 

    Sangat sedikit obat ini yang masuk ke plasenta dan jumlah tersebut tidak akan membahayakan janin.

    Tidak apa-apa menggunakan krim, salep atau tetes mata ini saat Anda sedang menyusui. Kecil kemungkinannya asam fusidat akan masuk ke dalam ASI.

    Jika Anda perlu mengoleskan krim atau salep pada area puting, bersihkan sebelum menyusui bayi Anda. 

    Interaksi obat asam fusidat dengan obat lain

    Konsumsi asam fusidat dengan obat lain mungkin mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. 

    Belum diketahui ada obat, obat herbal, atau suplemen  yang  interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan krim asam fusidat atau obat tetes mata.

    Konsultasikan kepada dokter mengenai riwayat penyakit, kondisi kesehatan, dan rencana kehamilan Anda sebelum menjalani pengobatan.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

    Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 13/12/2022

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan