backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Lactulose

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 05/06/2023

Lactulose

Sembelit dapat menimbulkan gejala yang mengganggu dan membuat tubuh merasa tidak nyaman. Untuk mengatasi kondisi tersebut, lactulose dapat digunakan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Ketahui cara kerja dan penggunaan obat lactulose di bawah ini. 

Golongan obat: Pencahar

Merek dagang: Constuloz, Graphalac, Lactulose Ikapharmindo, Opilax, Starlax, Dulcolactol, Lactulax, Laxalosan, Pralax

Apa itu obat lactulose?

chloral hydrate

Lactulose adalah obat pencahar yang digunakan untuk mengatasi sembelit (konstipasi).

Jika diperlukan, laktulosa juga bisa digunakan untuk membantu meredakan ensefalopati, yaitu kondisi yang dipicu oleh penyakit liver parah.

Obat ini terbuat dari gula sintetis yang berfungsi untuk meningkatkan kerja sistem pencernaan setelah diminum. Fungsi obat setidaknya akan terjadi dalam 2 hari.

Cara kerjanya yaitu dengan menarik kandungan air di dalam tubuh ke dalam usus untuk membuat tinja lebih halus.

Obat ini dapat dibeli bebas atau tanpa resep dokter.

Dosis obat lactulose

Lactulose tersedia dalam bentuk sirup dengan ukuran 3,335 g/5 mL dan 10 g/15 mL.

Dilansir dari MIMS, pembagian dosis lactulose yaitu sebagai berikut.

1. Konstipasi

Dosis dewasa

Sebagai dosis awal, 15—45 mL atau 10—30 g per hari yang dapat disesuaikan dengan masing-masing kondisi. Dosis dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau dibagi 2.

Sebagai dosis pemeliharaan dapat diberikan 15—30 mL atau 10—20 g. Dosis dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau dibagi 2.

Dosis anak-anak

  • Anak usia < 1 tahun: Sebagai dosis awal dan pemeliharaan dapat ditingkatkan hingga 5 mL per hari.
  • Anak usia 1—6 tahun: Sebagai dosis awal dan pemeliharaan, 5—10 mL per hari.
  • Anak usia 7—14 tahun: Sebagai dosis awal, 15 mL. Sebagai dosis pemeliharaan, 10—15 mL.
  • Anak usia > 14 tahun: Sama dengan dosis dewasa.

Dosis dapat diberikan sebagai dosis tunggal atau dibagi menjadi 2 dosis.

2. Ensefalopati Hepatik

Dosis dewasa

Sebagai dosis awal, 30—45 mL yang diberikan 3—4 kali setiap hari. Dosis dapat disesuaikan untuk membuat tinja halus 2 atau 3 kali sehari.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. Selalu konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Aturan pakai obat lactulose

Pastikan Anda menggunakan lactulose sesuai dengan aturan pakai pada label kemasan atau ikuti anjuran dokter Anda. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan dengan sendok takar yang telah disediakan dalam kemasan.

Kandungan di dalam obat akan bekerja dalam 1—2 hari. Usahakan minum air yang banyak setiap kali minum obat ini.

Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan jika Anda menggunakan obat ini untuk jangka waktu yang lama. Beri tahu dokter jika Anda berencana menjalani prosedur kolonoskopi atau proktoskopi.

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Jangan menggandakan dosis dalam satu kali minum karena berisiko mengalami overdosis.

Informasikan dokter Anda jika kondisi Anda tidak membaik atau semakin memburuk.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping obat lactulose

Setiap obat tentu memiliki efek samping, meski tidak semua efek samping berbahaya. Namun, Anda tetap harus memerhatikan beberapa kondisi yang mungkin timbul akibat penggunaan obat.

Segera hentikan penggunaan obat dan cari pertolongan medis jika timbul gejala alergi obat, seperti berikut ini.

  • Ruam kulit.
  • Sesak napas.
  • Bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Ada juga beberapa efek samping yang umum ditimbulkan obat lactulose. Lakukan konsultasi ke dokter jika efek saming bertambah parah, yaitu sebagai berikut.

  • Kembung atau gas di perut.
  • Diare.
  • Mual.

Efek samping yang lebih serius juga bisa terjadi. Segera hentikan penggunaan obat dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami efek samping berikut ini.

  • Muntah.
  • Sakit perut.

Ini bukan daftar lengkap efek samping, kemungkinan ada beberapa efek samping serius lainnya yang mungkin terjadi.

Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk efek samping lainnya.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat lactulose

obat pencahar untuk anak sembelit

Sebelum menggunakan obat, beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap laktulosa atau bahan-bahan lainnya yang terkandung di dalam obat.

Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk vitamin, suplemen, atau herbal.

Tidak semua orang boleh minum obat ini. Beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk minum obat ini adalah sebagai berikut.

  • Tubuh tidak dapat memproses gula yang disebut galaktosa (galaktosaemia).
  • Diabetes.
  • Sindrom iritasi usus besar (IBS).
  • Berencana menjalani tes kolonoskopi.

Bagaimana cara menyimpan obat lactulose?

Obat ini sebaiknya disimpan dalam tempat yag rapat di suhu ruangan. Jauhkan dari cahaya langsung dan lembap.

Jangan menyimpan obat ini di tempat yang lembap, seperti kamar mandi. Jangan pula menyimpannya di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan obat pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Jangan membuang obat-obatan sembarangan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Apakah lactulose aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (Tidak berisiko pada beberapa penelitian) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan badan POM di Indonesia.

Lactulose aman digunakan saat hamil dan tidak berbahaya untuk ibu dan janin.

Jika kondisi bayi sehat, umumnya obat ini aman digunakan oleh ibu menyusui. Kandungan obat tidak terserap ke dalam ASI, sehingga tidak menimbulkan efek samping pada bayi.

Meski demikian, penggunaan parasetamol sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter supaya keamanannya lebih terjamin.

Interaksi obat lactulose dengan obat lain

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter

Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan obat lactulose adalah sebagai berikut.

  • Droperidol.
  • Levomethadyl.
  • Licorice.
  • Acenocoumarol.
  • Dicumarol.
  • Lithium.
  • Phenprocoumon.
  • Warfarin.

Dokumen ini tidak menyertakan semua interaksi obat yang dapat terjadi. Simpan daftar produk yang Anda gunakan, termasuk obat-obatan resep/nonresep dan obat herbal, serta beri tahu dokter dan apoteker Anda.

Mungkin ada obat lainnya yang bisa berinteraksi dengan obat ini. Tanyakan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 05/06/2023

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan