home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Daftar Efek Samping Amoxicillin yang Paling Mungkin Terjadi, dari Ringan Sampai Serius

Daftar Efek Samping Amoxicillin yang Paling Mungkin Terjadi, dari Ringan Sampai Serius

Pernah minum obat amoxicillin? Amoxicillin atau sering juga disebut amoxilin adalah antibiotik resep untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri. Mulai dari bronkitis akut, infeksi saluran kencing (ISK), infeksi THT (telinga, hidung, tenggorokan), infeksi kulit, sampai maag. Namun sama seperti obat-obatan medis umumnya, ada beberapa potensi efek samping amoxicillin yang perlu Anda ketahui.

Efek samping amoxicillin yang perlu Anda waspadai

Amoxicillin adalah obat antibiotik golongan penicillin. Obat ini tersedia dalam sediaan obat tablet kering, obat tablet kunyah, obat kapsul, obat suspensi, obat suspensi cair, atau obat tetes untuk anak-anak.

Obat amoxilin bekerja dengan mencegah bakteri berkembang biak dan membunuh bakteri penyebab infeksi di tubuh Anda.

Efek samping amoxicillin yang ringan dan umum terjadi meliputi:

  • Diare. Untuk mencegahnya, Anda dapat minum obat setelah makan. Hindari makanan yang dapat mengganggu pencernaan, seperti produk susu atau makanan tinggi serat. Jika Anda mengalami diare, jangan lupa untuk minum banyak air agar tidak dehidrasi. Suplemen probiotik biasanya juga dapat membantu mengatasi diare akibat antibiotik.
  • Sakit perut, mual.
  • Sakit kepala dan pusing. Minumlah banyak air putih dan konsumsilah amoxilin setelah makan untuk mencegahnya. Jangan lupa cukup istirahat selama berobat. Minum obat sakit kepala juga dapat meringankan sakitnya.
  • Kesulitan tidur. Insomnia akibat amoxicillin dapat berupa kesulitan untuk mulai tidur, terlalu cepat bangun, atau bahkan terbangung lebih sering di malam hari.
  • Vagina gatal atau keluar cairan keputihan
  • Lidah bengkak, hitam, atau “berbulu”

Di bawah ini adalah beberapa efek samping amoxicillin yang tergolong cukup serius. Ada baiknya Anda tidak menyetir atau mengoperasikan mesin berat untuk sementara waktu selama sedang minum antibiotik ini.

1. Reaksi alergi

Amoxicillin dapat menimbulkan reaksi alergi ringan seperti kemerahan pada kulit, gatal, dan bentol. Reaksi alergi yang ringan biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus dan cukup diawasi agar tidak bertambah buruk.

Jika gejala mengganggu, biasa dokter akan memberikan antihistamin dan kortikosteroid seperti hidrokortison.Di sisi lain, amoxicillin juga dapat menimbulkan reaksi alergi yang berat seperti bengkak pada wajah, bibir, lidah, dan sesak napas.

Jika Anda atau keluarga mengalami gejala alergi berat, maka Anda harus segera mencari pertolongan medis. Perlu diingat, amoxicillin dapat menimbulkan alergi yang tidak muncul seketika. Di mana artinya reaksi alergi masih dapat muncul, bahkan setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik tersebut.

Jika Anda tahu Anda punya alergi obat amoxicillin atau penicillin, beri tahu dokter agar ia dapat meresepkan obat yang lain untuk mencegah timbulnya reaksi alergi.

2. Masalah pernapasan

Sesak dapat menjadi salah satu tanda alergi akibat efek samping obat amoxicillin. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, Anda dapat mencoba melakukan hal berikut:

  • Bernapaslah melalui kedua belah bibir yang sedikit dirapatkan, ambil napas secara perlahan dan bernapaslah lebih dalam dari biasanya.
  • Lakukan kegiatan dalam tempo yang lebih lambat, hindari terburu-buru melakukan sesuatu.
  • Cobalah untuk tidak menahan napas.
  • Duduklah di depan kipas.

Jika sesak Anda bertambah berat, segera cari pertolongan medis.

3. Sakit perut

Sakit perut merupakan efek samping yang umum terjadi setelah Anda minum antibiotik. Gejalanya dapat berupa kram perut, mual, dan muntah. Sama seperti diare, Anda dapat mengonsumsi makanan terlebih dulu sebelum minum obat ini untuk mencegahnya.

Untuk mengatasi gangguan pencernaan akibat amoxicillin, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah dicerna seperti sup atau biskuit. Anda juga dapat mengonsumsi obat anti mual jika gejalanya sangat mengganggu.

Namun jika Anda intensitas nyerinya sangat hebat hingga disertai muntah atau BAB berdarah, Anda harus segera konsultasi ke dokter.

4. Pusing

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi sebelum dokter meresepkan amoxicillin.

Pusing dapat menjadi gejala dari anemia atau reaksi alergi obat. Jika Anda merasa pusing, duduk atau rebahan sebentar sampai pusing Anda mereda. Saat berbaring, posisikan kepala Anda lebih tinggi dari jantung. Sanggalah kepala dengan bantal. Anda juga dapat mengonsumsi obat sakit kepala untuk meringankan gejalanya.

Jika Anda mengalami pusing hebat atau disertai dengan gejala sesak atau pembengkakan pada bibir, wajah atau lidah, ada kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi. Segera cari bantuan medis terdekat.

Untuk mencegah efek samping pusing, hindari minum miras dan alkohol saat Anda mengonsumsi amoxicillin. Berolahraga teratur, tidur yang cukup, dan menghindari stress juga dapat membantu.

5. Sakit kuning

Jaundice atau sakit kuning dapat menjadi salah satu efek samping dari konsumsi amoxicillin. Hal ini terjadi karena amoxicillin dapat menyebabkan kerusakan hati. Biasanya efek samping ini terjadi jika antibiotik ini dikonsumsi bersamaan dengan klavulanat.

Mengenali gejala awal yang menyertai seperti lelah, nafsu makan yang berkurang, dan muntah dapat membantu mencegah memburuknya efek samping. Segera berkonsultasi pada dokter jika Anda merasa menjadi kuning setelah mengonsumsi amoxilin. Perlu diingat juga untuk tidak mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki masalah pada organ hati.

6. Masalah berkemih

Antibiotik amoxilin memang bisa mengobati masalah infeksi saluran kencing. namun bila digunakan dalam dosis dan pemakaian yang salah, ini dapat membayakan.

Efek samping minum obat antibiotik saat terkena ISK dapat menyebabkan warna urin jadi lebih gelap atau pekat. Setelah itu, ada juga risiko perubahan pada darah, fungsi ginjal, atau fungsi hati.

Para penderita penyakit ginjal atau masalah ginjal lainnya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi amoxilin. Jika Anda, mengonsumsi obat ini, pastikan Anda meminum sesuai dengan dosis yang telah diberikan dokter dan jangan lupa untuk mengonsumsi banyak air putih.

Warna urine yang gelap dan pekat merupakan efek samping berat dari penggunaan amoxicillin. Maka segera hubungi dokter jika Anda mengalaminya. Selain itu, waspadai juga terbentuknya kristal pada urin. Hal ini dapat menyebabkan nyeri saat Anda berkemih. Untuk mencegahnya, konsumsilah air putih dalam jumlah yang banyak selama Anda berada dalam pengobatan.

Daftar obat yang bisa berinteraksi dengan amoxilin

Sebelum meresepkan obat amoxicillin, umumnya dokter akan menanyakan riwayat alergi obat apa yang Anda alami. Selain itu, penting juga untuk memberitahukan pada dokter segala obat, suplemen, atau obat herbal yang sedang Anda.

Sangat penting bagi dokter untuk mengetahui obat apa yang diminum pasien sebelum meresepkan amoxilin. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko interaksi obat yang dapat menyebabkan kemanjuran obat berkurang drastis. Interaksi obat amoxilin juga dapat meningkatkan risiko keracunan karena ginjal yang kewalahan membilas terlalu banyak asupan obat dalam satu waktu.

Obat antibiotik amoxilin ini juga dapat mempengaruhi hasil tes diagnostik tertentu, seperti tes glukosa urin. Ini bisa mengarah pada hasil positif palsu.

Amoxilin umumnya aman diresepkan dan dikombinasikan dengan obat clarithromycin dan lansoprazole. Namun dengan obat lain, kemungkinan ada interaksi yang dapat terjadi:

  • Obat Antikoagulan seperti warfarin
  • Obat untuk mengobati asam urat, seperti probenecid dan allopurinol
  • Obat antibakteri lain seperti kloramfenikol, makrolida, sulfonamid, dan tetrasiklin
  • Obat metotreksat yang bisa digunakan dalam terapi kanker

Makanan yang harus dihindari saat minum obat amoxilin

1. Makanan dan minuman asam

Makanan yang sangat asam seperti minuman berkarbonasi, jus jeruk, jus lemon, coklat, dan produk berbahan dasar tomat (saus tomat) harus dihindari dulu saat minum antibiotik.

Tak terkecuali obat amoxilin, makanan dan minuman yang rasanya asam dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap obat-obatan secara maksimal.

2. Produk berbahan dasar susu, kecuali yoghurt

Produk makanan dan minuman yang berbahan dasar susu umumnya dapat menghambat penyerapan obat karena kandungan kalsiumnya. Menurut Katrina Seidman dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kalsium dan zat besi dapat memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menyerap kuinolon, sejenis antibiotik.

Jika Anda telah mengonsumsi suplemen kalsium atau zat besi atau mengonsumsi makanan tinggi mineral, tunggu sekitar tiga jam dulu sebelum minum obat antibiotik.

Meski demikian, yoghurt yang juga terbuat dari susu tidak termasuk yang harus dihindari. yoghurt yang rasanya cenderung asam ini merupakan minuman probiotik yang dapat membantu kerja usus.

3. Makanan berserat tinggi

Makanan berserat tinggi, seperti sayur dan buah serta biji-bijian dan kacang-kacangan, memang sehat. Namun sayangnya akan memperlambat proses penyerapan amoxicillin sehingga memperparah gejala efek samping obat tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Amoxicillin. 2016. http://livertox.nih.gov/Amoxicillin.htm [diakses pada 08 Januari 2017]

Amoxicillin. Retrieved from https://www.crescentpharma.com/wp-content/uploads/2016/01/P0206T-Amoxicillin-Oral-Suspension-PIL-125mg-5ml-Clean-version2.pdf [diakses pada 08 Januari 2017]

Fogazzi, G. B., et al. 2003. Amoxycillin, a rare but possible cause of crystalluria. Neprhology Dialysis Transplantation, 18(1), 212-4. http://ndt.oxfordjournals.org/content/18/1/212.full [diakses pada 08 Januari 2017]

Healthline. 2016. 14 Side Effects of Amoxicillin. http://www.healthline.com/health-slideshow/14-side-effects-amoxicillin-amoxil-trimox – 15 [diakses pada 08 Januari 2017]

Foods to avoid when taking antibiotics https://www.livestrong.com/article/455557-foods-to-avoid-when-taking-antibiotics/ Diakses pada 22 Maret 2019.

amoxiciliin for sinus and ear infections https://www.livestrong.com/article/266345-amoxicillin-for-sinus-ear-infections/ Diakses pada 22 Maret 2019.

antibiotics for your skin http://www.choosingwisely.org/patient-resources/antibiotics-for-your-skin/ Diakses pada 22 Maret 2019.

https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1531-1159/amoxicillin-oral/amoxicillin-extended-release-tablet-oral/details

https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amoxicillin?mtype=generic

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 15/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x