home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Xanax

Xanax
Fungsi & Kegunaan|Dosis|Efek Samping|Pencegahan & Peringatan|Interaksi Obat|Overdosis

Fungsi & Kegunaan

Untuk apa obat Xanax digunakan?

Xanax adalah nama merek untuk obat alprazolam, yang tergolong ke dalam jenis obat benzodiazepine. Obat ini digunakan untuk mengatasi masalah psikis seperti depresi, gangguan kecemasan (anxiety disorder), serta gejala serangan panik yang berlebihan (panic attack).

Cara kerja obat Xanax adalah dengan mengurangi kelainan aktivitas listrik pada otak dan sistem saraf pusat. Dengan begitu, obat ini akan memberikan efek menenangkan.

Cara kerjanya yang memicu perlambatan pada aktivitas listrik di otak itu juga membuat Xanax dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan saraf tubuh. Hal ini terjadi akibat peningkatan aktivitas kimia di dalam otak yang disebut dengan gamma-aminobutyric acid (GABA).

Jenis obat lain yang serupa dengan Xanax dan termasuk dalam jenis obat benzodiazepine meliputi diazepam (Valium), clonazepam (Klonopin), lorazepam (Ativan), dan flurazepam (Dalmane).

Bagaimana aturan pakai Xanax?

Ikuti petunjuk atau anjuran yang tertera pada kemasan. Jangan gunakan Xanax dalam dosis yang besar dan diminum dalam waktu yang terlalu lama. Konsultasikan pada dokter, sampai kapan Anda harus mengonsumsi obat ini.

Jangan pernah memberikan atau berbagi obat Xanax pada orang lain, apalagi pada orang yang memiliki riwayat kecanduan obat.

Obat Xanax dikonsumsi secara oral (diminum), sesuai dengan petunjuk dan arahan dari dokter. Dosis Xanax umumnya ditentukan berdasarkan penyebab Anda harus minum obat tersebut, usia Anda, serta bagaimana tubuh Anda merespons pada pengobatan tertentu.

Dosis Xanax mungkin akan ditingkatkan secara bertahap sampai obat menunjukkan hasil yang diharapkan. Anda harus mengikuti resep dan aturan minum dari dokter untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping Xanax.

Telanlah obat ini utuh dengan bantuan air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau mengisap obat tablet Xanax. Obat ini diformulasikan agar hancur dan melepaskan efek obat secara perlahan pada tubuh.

Jika dihancurkan terlebih dahulu sebelum diminum, zat di dalam obat Xanax akan terserap oleh tubuh dalam satu waktu, sehingga risiko terjadinya efek samping meningkat.

Bagaimana cara menyimpan Xanax?

Xanax paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Suhu yang paling ideal untuk menyimpan Xanax adalah 20-25 derajat Celsius.

Jangan menyimpan obat ini di kamar mandi atau membekukannya. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat ini.

Dosis

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Xanax adalah obat tablet yang dikemas dalam dosis dan ukuran berikut:

  • Tablet 0,25 mg, mengandung alprazolam 0,25 mg per tablet
  • Tablet 0,5 mg, mengandung alprazolam 0,5 mg per tablet
  • Tablet 1 mg, mengandung alprazolam 1 mg per tablet
  • Tablet 2 mg, mengandung alprazolam 2 mg per tablet

Berapa dosis Xanax untuk dewasa?

Dosis Xanax untuk orang yang mengalami gangguan kecemasan:

  • Dosis utama: 0,25 – 0,5 mg diminum sebanyak 3 kali dalam sehari
  • Dosis akan meningkat setiap 3-4 hari jika gejala tak kunjung teratasi. Dosis maksimal yaitu 4 mg Xanax per hari.

Untuk orang yang mengalami gangguan panik berlebihan, biasanya akan diberikan dosis lebih besar dari 4 mg per hari. Namun hal ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Umumnya, Anda akan merasakan efek obat ini 5-10 menit setelah diminum. Efek penenang dari Xanax biasanya akan bertahan sekitar 1 jam.

Xanax tidak boleh dikonsumsi oleh pasien berusia di bawah 18 tahun

Efek Samping

Apa efek samping Xanax yang mungkin terjadi?

Penggunaan obat ini dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan seperti:

  • Kepala terasa ringan (pusing)
  • Produksi air liur meningkat
  • Dapat mengubah gairah seksual
  • Rasa lelah
  • Kesulitan dalam mengingat
  • Perubahan berat badan, berat badan turun atau naik
  • Diare
  • Insomnia
  • Meningkatkan atau menurunkan nafsu makan
  • Sembelit

Pada beberapa kasus lainnya, obat ini juga dapat menimbulkan efek samping seperti:

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Apakah ada gejala putus obat (withdrawal) setelah berhenti minum Xanax?

Gejala putus obat (withdrawal) adalah kondisi ketika tubuh berhenti menjalani pengobatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan, termasuk Xanax, menimbulkan efek tersebut ketika berhenti dikonsumsi.

Oleh karena itu, dokter biasanya akan mengurangi dosis obat ini secara perlahan dan bertahap. Umumnya, dosis harian Xanax akan dikurangi 0,5 mg setiap 3 hari, tergantung dengan kondisi pasien.

Beberapa tanda dan gejala putus obat yang muncul setelah berhenti mengonsumsi Xanax adalah sebaga berikut:

  • Insomnia
  • Kepala terasa ringan dan pusing
  • Sindrom kecemasan
  • Lelah dan lesu
  • Gerakan tubuh involunter (tidak terkontrol)
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
  • Diare
  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung semakin cepat (takikardi)
  • Produksi air liur meningkat
  • Penurunan kemampuan kognitif
  • Masalah pada ingatan
  • Depresi dan kebingungan

Untuk menghindari efek putus obat seperti di atas, pastikan Anda tidak menghentikan pengobatan sebelum Xanax habis, atau mengatur dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi terhadap alprazolam atau jenis obat benzodiazepine lainnya.

Selain itu, sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya informasikan kepada dokter terkait riwayat penyakit, khususnya jika Anda memiliki masalah pernapasan, penyakit liver, penyakit ginjal, glaukoma, serta kecanduan alkohol atau obat-obatan.

Apakah Xanax aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Xanax tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan karena dapat berisiko menyebabkan bayi terlahir dengan keadaan cacat. Selain itu, bayi kemungkinan dapat mengalami gejala-gejala putus obat yang berpotensi mengancam nyawa.

Sementara itu, pada ibu yang sedang menyusui, obat jenis ini dapat ditransferkan melalui ASI pada bayi, jadi ibu menyusui juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Apakah Xanax berisiko menyebabkan kecanduan?

Serupa dengan beberapa jenis obat penenang lainnya, Xanax adalah obat yang mungkin dapat menimbulkan reaksi kecanduan. Hal ini lebih mungkin terjadi jika obat sudah digunakan secara rutin dalam jangka panjang, atau dalam dosis tinggi.

Seseorang yang kecanduan dengan obat Xanax adalah orang yang biasanya akan memiliki ketergantungan fisik yang berbahaya. Pecandu cenderung akan terus-menerus mengonsumsi obat tersebut untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit yang diderita.

Perilaku yang menunjukkan tanda-tanda seseorang mulai mengalami ketergantungan akan suatu obat adalah:

  • Keinginan menggunakan obat secara terus-menerus yang sulit dikendalikan dan dihentikan, meskipun ada niat untuk berhenti
  • Kehilangan minat akan aktivitas ata kegiatan yang biasanya disukai
  • Melakukan perilaku yang berisiko, seperti menyetir kendaraan di bawah pengaruh obat Xanax

Jika Anda merasa tanda-tanda di atas mulai terlihat, itu artinya tubuh Anda sudah mengalami ketergantungan fisik. Namun, Anda tidak bisa berhenti mengonsumsi Xanax begitu saja karena kemungkinan besar Anda dapat mengalami gejala putus obat yang parah.

Untuk mengatasi kondisi kecanduan obat, Anda dapat meminta bantuan dokter atau psikiater Anda agar dosis Xanax yang Anda konsumsi dapat dikurangi secara bertahap.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Xanax?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam ulasan ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa jenis obat-obatan yang menimbulkan interaksi dengan Xanax, yaitu:

  • Obat anti jamur, sporanox atau Nizoral
  • Obat jenis benzodiazepine lainnya seperti Librium, Librax, Klonopin, Tranxene, Valium, ProSom, Dalmane, Ativan, Versed, Serax, Restoril, dan Halcion
  • Obat tidur contohnya, Lunesta, Unisom, Rozerem, Sonata, and Ambien, Ambien CR, Edluar, or Zolpimist
  • Obat antipsikotik, seperti Abilify, Saphris, Thorazine, Clozaril, Prolixin, Haldol, Fanapt, Adasuve, Loxitane, dan Latuda
  • Obat antidepresan, seperti Elavil, Etrafon, Asendin, Celexa, Anafranil, Norpramin, Sinequan, Lexapro, Prozac, dan Zoloft.
  • Obat antikejang, Carbatrol, Tegretol, Depakote or Depakote ER, Depakene, Felbatol, Trileptal, Dilantin, dan Mysoline.
  • Obat antibiotik, contohnya, Biaxin, erythromycin, Mycobutin, rifampin, Priftin, and Ketek
  • Obat HIV/AIDS, seperti eyataz, Rescriptor, Sustiva, Atripla, Intelence, Crixivan, Viracept, Viramune, Invirase, Norvir, dan Kaletra
  • Pil KB
  • Obat bius
  • Obat anti-alergi

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Makanan yang akan menimbulkan interaksi yang kurang baik dengan obat Xanax atau Xanax XR, yaitu anggur atau jus anggur. Anggur diketahui dapat berinteraksi dengan Xanax dan bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Xanax?

Bila Anda mengalami kondisi kesehatan berikut, maka Anda tidak dianjurkan untuk minum obat jenis ini.

  • Penyakit liver (hati)
  • Depresi
  • Kejang
  • Obesitas
  • Gangguan pernapasan
  • Glaukoma
  • Penyakit ginjal

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Xanax dan apa efeknya?

Gejala yang akan timbul ketika seseorang mengalami overdosis obat ini yaitu:

  • Kelelahan
  • Koordinasi saraf terganggu
  • Gangguan releks tubuh
  • Koma

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 112 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum begitu Anda mengingatnya. Namun, jika Anda baru ingat mendekati waktu minum obat selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa. Lanjutkanlah jadwal minum obat seperti semula. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Xanax Disease Interactions. https://www.drugs.com/disease-interactions/alprazolam,xanax.html. Accessed January 20, 2020.

Xanax (Alprazolam). https://www.everydayhealth.com/drugs/xanax. Accessed January 20, 2020.

Xanax (Alprazolam): Side Effects, Interactions, Warning, Dosage & Uses. http://www.rxlist.com/xanax-drug.htm#indications_dosage. Accessed January 20, 2020.

Xanax Oral : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing. http://www.webmd.com/drugs/2/drug-9824/xanax-oral/details#precautions. Accessed January 20, 2020.

What you need to know about Xanax. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263490.php#what-is-xanax. Accessed January 20, 2020.

What Does Xanax Feel Like? 11 Things to Know. https://www.healthline.com/health/what-does-xanax-feel-like. Accessed January 20, 2020.

Addiction to Xanax (Alprazolam). https://www.addictioncenter.com/benzodiazepines/xanax/. Accessed January 20, 2020.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 10/10/2017
x