backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Desogestrel

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 16/11/2022

Desogestrel

Ada banyak jenis alat kontrasepsi yang bisa dipilih untuk menghindari terjadinya kehamilan setelah berhubungan seksual. Desogestrel merupakan salah satu jenis obat kontrasepsi oral yang bisa digunakan untuk membantu mencegah kehamilan pada wanita. Namun, bukan hanya itu, obat ini juga memiliki kegunaan lain yang bermanfaat untuk wanita.

Golongan obat: Kontrasepsi oral

Merek obat: Desirett, Cerazette

Apa itu desogestrel?

pil kb progestin

Desogestrel adalah obat yang mengandung hormon progestogen buatan. Obat ini digunakan sebagai alat kontrasepsi untuk menghindari kehamilan.

Obat ini bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) pada saat siklus menstrual, mempertebal cairan vagina untuk menghindari sperma dari sel telur (fertilisasi), dan mengubah lapisan uterus (rahim) untuk menghindari melekatnya sel telur yang terfertilisasi.

Jika tidak melekat pada uterus, sel telur yang terfertilisasi akan dikeluarkan dari tubuh.

Selain menghindari kehamilan, pil KB ini juga dapat membuat menstruasi lebih teratur, mengurangi kehilangan darah dan nyeri menstruasi, mengurangi risiko kista ovarium, dan juga mengatasi jerawat.

Namun, desogestrel tidak dapat melindungi Anda atau pasangan Anda terhadap penyakit menular seksual (HIV, gonorrhea, chlamydia).

Dosis obat desogestrel

Desogestrel tersedia dalam dosis 0,075 mg (75 microgram) berbentuk tablet salut selaput

Bagaimana dosis desogestrel untuk orang dewasa?

Berikut pembagian dosis desogestrel untuk orang dewasa.

Dosis umum dewasa untuk kontrasepsi, perdarahan uterus abnormal, dan endometriosis

Desogestrel adalah obat yang dikemas dalam 21 atau 28 dosis dengan 7 pil terakhir pada kemasan 28 hari tidak berisi hormon.

Panjang siklus untuk kontrasepsi minum adalah 28 hari. Hari pertama menstruasi dihitung hari pertama.

Produk ini dapat digunakan dengan dua cara. Pertama, jika menggunakan siklus hari Minggu, pil pertama diminum pada hari Minggu pertama setelah menstruasi dimulai.

Jika menstruasi mulai pada hari Minggu, pil pertama dapat diminum hari itu juga. Jika menggunakan siklus hari Minggu, alat kontrasepsi lain harus digunakan selama 7 hari pertama berturut-turut.

Untuk kemasan 28 hari, satu pil diminum setiap hari selama 28 hari dan kemasan baru dimulai keesokan harinya.

Untuk kemasan 21 hari, satu tablet diminum setiap hari selama 21 hari, dilanjutkan dengan 7 hari tanpa obat. Kemasan baru dimulai pada keesokan harinya.

Kedua, jika menggunakan siklus hari 1, pil pertama diminum pada hari pertama menstruasi. Hal ini dapat meningkatkan risiko bercak dan perdarahan tetapi dapat menurunkan risiko ovulasi dini dan kehamilan.

Untuk kemasan 28 hari, satu pil diminum setiap hari selama 28 hari dan kemasan baru dimulai keesokan harinya.

Untuk kemasan 21 hari, satu tablet diminum setiap hari selama 21 hari, dilanjutkan dengan 7 hari tanpa obat. Kemudian, kemasan baru dimulai pada keesokan harinya.

Bagaimana jika ada dosis yang terlewat

Apabila Anda melupakan satu dosis pil aktif, minum sesegera mungkin dan jadwal normal tetap berlanjut.

Jika Anda melupakan dua dosis pada minggu pertama atau kedua pada siklus, segera minum 2 pil dan minum 2 pil keesokan harinya dan jadwal normal dapat kembali dilanjutkan.

Apabila Anda melupakan dua dosis pada minggu ketiga atau 3 dosis pada satu siklus, Anda harus membuang kemasan dan memulai kemasan baru pada hari itu juga, jika Anda menggunakan siklus Hari 1.

Sementara itu, jika Anda menggunakan siklus hari Minggu, minum 1 pil setiap hari sampai hari Minggu, kemudian buang kemasan dan mulai kemasan baru.

Metode kontrasepsi tambahan harus digunakan sampai Anda telah minum pil selama 7 hari dari kemasan yang baru.

Bagaimana dosis desogestrel untuk anak-anak?

Desogestrel adalah obat yang belum ditentukan dosisnya untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak.

Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Aturan pakai obat desogestrel

cara minum pil kb untuk memancing haid

Desogestrel adalah obat yang harus diminum sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah obat ini di waktu yang sama setiap hari.

Penting untuk mengonsumsi obat ini seperti resep dokter. Beberapa merek pil KB tertentu memiliki kadar progestogen yang bervariasi pada waktu berbeda dalam satu siklus.

Maka dari itu, ikuti instruksi pada kemasan, mulai dari tablet pertama dan minum dengan urutan yang benar. Jangan melewatkan dosis.

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Kehamilan lebih mudah terjadi apabila Anda melewati minum pil, terlambat memulai kemasan baru atau minum pil pada waktu yang berbeda dari biasanya.

Minum pil setelah makan malam atau sebelum tidur dapat membantu jika Anda memiliki sakit perut atau mual akibat obat ini.

Anda juga dapat minum pil ini pada waktu lain untuk mempermudah Anda mengingat, asalkan Anda minum obat pada waktu yang sama setiap harinya yakni berselang 24 jam.

Tanyakan pada dokter atau apoteker jika Anda memiliki pertanyaan.

Dalam satu kemasan, desogestrel berisi 21 pil dengan obat yang aktif, atau dengan tambahan 7 pil pengingat.

Minum 1 pil aktif (dengan hormon) sekali sehari selama 21 hari berturut-turut.

Jika kemasan Anda berisi 28 tablet, minum 1 pil tidak aktif sekali sehari setelah Anda minum pil aktif terakhir, kecuali disarankan lain dengan dokter. Anda akan mengalami menstruasi pada minggu keempat dalam siklus.

Setelah Anda minum pil tidak aktif atau 7 hari tidak minum pil aktif, mulai kemasan baru pada keesokan hari meskipun Anda belum menstruasi. Jika Anda tidak kunjung mengalami menstruasi, konsultasikan pada dokter.

Apabila ini pertama kali Anda menggunakan obat ini dan tidak berganti dari kontrasepsi lainnya (patch maupun pil KB lain), minum pil pertama pada hari Minggu pertama setelah periode menstruasi atau hari pertama menstruasi Anda.

Pada siklus pertama, gunakan alat kontrasepsi tambahan (seperti kondom dan spermisida) selama 7 hari pertama untuk mencegah kehamilan.

Jika Anda memulai pada hari pertama menstruasi Anda, Anda tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi tambahan pada minggu pertama.

Tanyakan pada dokter atau apoteker tentang bagaimana beralih dari bentuk kontrasepsi hormonal lain (patch dan pil KB lain) ke produk ini.

Jika memiliki informasi yang belum jelas, bacalah panduan obat dan Brosur Informasi Pasien atau konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Efek samping desogestrel

Sama seperti obat lainnya, desogestrel dapat menyebabkan efek samping.

Efek samping umumnya meliputi mual, muntah, sakit kepala, kram pada perut atau kembung, pusing, iritasi pada vagina, bertambahnya cairan vagina atau membengkaknya dada.

Jerawat dapat membaik atau memburuk. Perdarahan pada vagina di antara menstruasi (bercak) atau menstruasi tidak teratur dapat terjadi, terutama pada bulan-bulan pertama.

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi obat berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hentikan penggunaan pil KB dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius seperti berikut ini. 

  • Mati rasa mendadak atau kelemahan, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Sakit kepala tiba-tiba, pusing, masalah penglihatan, bicara atau keseimbangan.
  • Nyeri pada dada, menyebar pada lengan atau pundak.
  • Batuk, napas tersengal, batuk darah.
  • Nyeri, bengkak, panas, kemerahan pada salah satu atau kedua kaki.
  • Migrain.
  • Mual, nyeri pada lambung atas, gatal, kehilangan napsu makan, urin keruh, tinja berwarna pekat, jaundice.
  • Bengkak pada tangan atau kaki.
  • Benjolan pada dada.
  • Gejala depresi (sulit tidur, kelemahan, kelelahan, perubahan mood).

Efek samping ringan dapat meliputi berikut ini.

  • Mual ringan (terutama saat awal minum obat ini), muntah, kembung, kram perut.
  • Nyeri atau bengkak pada payudara, puting mengeluarkan cairan.
  • Bintik-bintik atau menggelapnya kulit wajah, peningkatan pertumbuhan rambut, rambut rontok.
  • Perubahan pada berat badan atau napsu makan.
  • Masalah pada lensa kontak.
  • Gatal atau bertambahnya cairan pada vagina.
  • Perubahan pada menstruasi, penurunan dorongan seksual.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat desogestrel

Jangan gunakan obat ini jika Anda alergi pada progestogen yang terkandung pada desogestrel.

Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan lainnya, termasuk obat herbal dan suplemen.

Desogestrel adalah obat yang dapat menimbulkan reaksi jika Anda punya kondisi kesehatan tertentu. Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini.

Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama kondisi berikut ini. 

  • Kanker payudara.
  • Penyakit liver yang baru terjadi atau cukup parah.
  • Perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Gangguan tromboemboli vena (TEV) aktif, seperti gangguan pembekuan darah.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Porfiria.
  • Diabete.
  • Chloasma Gravidarum.
  • Lupus erutenatosis sistemik.
  • Migrain.
  • Depresi.

Obat ini juga mungkin akan dilarng penggunaannya jika Anda memiliki kondisi ini.

  • Berusia di atas 35 tahun.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Memiliki berat badan berlebih.

Bagaimana cara penyimpanan Desogestrel?

Desogestrel adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Buang produk ini bila masa berlau obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Apakah desogestrel aman untuk ibu hamil dan menyusui?

kolostrum

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X (kontraindikasi), menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. 

Sementara itu, pada ibu menyusui, penelitian menunjukan obat ini tidak memengaruhi kualitas ASI. Progestogen mungkin akan terserap ke dalam ASI, tetapi tidak menyebabkan efek yang membahayakan bayi.

Meski begitu, tetap beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui sebelum menggunakan obat ini. Dokter yang akan menilai apakah penggunaan obat ini bisa dilakukan.

Interaksi obat desogestrel dengan obat lain

Desogestrel adalah obat yang dapat berinteraksi dengan obat lain. Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko Anda mengalami efek samping serius.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan tertentu tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang diresepkan atau tidak diresepkan dokter.

Melansir dari MIMS, desogestrel dapat berinteraksi dengan obat-obatan berikut.

  • Obat epilepsi atau kejang, seperti phenytoin, carbamazepine, dan phenobarbital.
  • Obat tuberkulosis (TBC), seperti rifampicin dan rifabutin.
  • Obat infeksi HIV, seperti ritonavir, nelfinavir, dan nevirapine.
  • Obat infeksi jamur, seperti ketoconazole, itraconazole, dan fluconazole.
  • Antibiotik tertentu, seperti clarithromycin dan erythromycin.
  • Tanaman herbal St. John’s wort.

Dokumen ini tidak menyertakan semua interaksi obat yang dapat terjadi.

Simpan daftar produk yang Anda gunakan, termasuk obat-obatan resep/nonresep dan herbal, serta beri tahu dokter dan apoteker Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 16/11/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan