Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Nevirapine

    Nevirapine

    Pasien HIV harus selalu minum obat guna mengendalikan infeksi dan menjaga kualitas hidup. Pemberian obat dari dokter dapat meliputi kombinasi obat nevirapine dengan obat lainnya.

    Golongan obat: antiretroviral

    Merk dagang: NVP

    Apa itu obat nevirapine?

    obat arv retroviral untuk hiv aids

    Nevirapine adalah obat yang digunakan bersama obat HIV lainnya untuk mengontrol infeksi HIV. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah virus di dalam tubuh sehingga sistem imun dapat berkerja lebih baik.

    Nevirapine bukanlah obat untuk menyembuhkan infeksi HIV. Meski demikian, obat ini dapat mengurangi risiko komplikasi HIV seperti infeksi baru atau kanker dan memperbaiki kualitas hidup Anda.

    Nevirapine juga tidak boleh digunakan untuk mencegah infeksi HIV setelah terjadinya paparan yang disengaja (seperti jarum suntik, darah, atau kontak cairan tubuh). Obat HIV yang berbeda akan digunakan khusus untuk mencegah infeksi setelah paparan.

    Dosis obat nevirapine

    Dosis obat bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan usia pasien. Berikut dosis yang umum diberikan pada pasien dewasa dan anak-anak.

    Dewasa

    • Dosis awal dengan agen antiretroviral lain: 200 mg, diminum sekali sehari selama 14 hari.
    • Pemeliharaan dengan tablet konvensional: 200 mg, diminum dua kali sehari.
    • Pemeliharaan dengan tablet pelepasan lambat: 400 mg, diminum sekali sehari.

    Dosis anak-anak

    • Dosis awal dengan agen antiretroviral lain: 150 mg/m2 luar permukaan tubuh, diminum sekali sehari selama 14 hari.
    • Pemeliharaan dengan tablet konvensional: 200 mg, diminum dua kali sehari.
    • Pemeliharaan dengan tablet pelepasan lambat: 400 mg, diminum sekali sehari.

    Aturan pakai obat nevirapine

    Nevirapin harus diminum sesuai dengan anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat tanpa berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

    Ikuti aturan minum obat HIV selama durasi yang telah ditentukan. Bahkan bila Anda sudah merasa lebih sehat, Anda tetap harus melanjutkan pengobatan jika belum waktunya berhenti. Menghentikan pengobatan tiba-tiba dapat membuat infeksi tak terkendali dan sulit ditangani.

    Langsung telan tablet dengan bantuan air minum. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau membelah tablet. Obat bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Usahakan selalu minum obat pada jam yang sama setiap harinya agar obat bisa bekerja lebih efektif.

    Bila Anda melewatkan satu dosis, segera minum obat ketika Anda ingat. Namun, jika ini terjadi saat waktu minum obat sudah mendekati dosis selanjutnya, lewati dosis yang sudah terlewat dan minum dosis selanjutnya seperti biasa. Jangan menggandakan dosis obat dalam keadaan apa pun.

    Bila Anda telah berhenti minum obat selama lebih dari tujuh hari, jangan memulai pengobatan kembali tanpa sepengetahuan dokter.

    Nevirapin paling baik disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat dari paparan cahaya langsung atau tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat di kamar mandi atau membekukannya.

    Efek samping apa yang dapat dialami karena nevirapine?

    obat alami turun demam panas

    Nevirapin dapat menimbulkan efek samping obat HIV yang umum seperti mual atau pusing sesekali. Selain itu, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping lainnya seperti:

    • sakit perut di bagian atas,
    • hilang nafsu makan,
    • perubahan warna urine dan feses,
    • penyakit kuning,
    • demam,
    • menggigil,
    • nyeri otot, dan
    • ruam kulit.

    Kondisi lain yang bisa timbul akibat efek pengobatan dengan nevirapine ialah sindrom lipodistrofi. Ini merupakan kondisi ketika lemak menumpuk pada satu bagian tubuh dan hilang pada bagian yang lain.

    Jika efek samping yang Anda rasakan tak kunjung membaik, atau Anda mulai mengalami tanda-tanda lipodistrofi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan.

    Peringatan dan perhatian saat pakai nevirapine

    obat alergi kulit

    Sebelum menjalani pengobatan dengan obat nevirapine, beri tahu dokter bila Anda:

    • memiliki alergi pada nevirapine atau bahan lain yang terkandung dalam obat,
    • sedang hamil atau merencanakan kehamilan,
    • memiliki riwayat penyakit lain seperti hepatitis atau penyakit lainnya, dan
    • sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal lainnya.

    Informasi ini sangatlah penting untuk mencegah terjadinya efek samping atau interaksi obat nevirapine dengan obat lain yang Anda konsumsi. Nantinya, dokter akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat dengan jenis lain yang tepat untuk kondisi Anda.

    Ingat, obat nevirapine tidak bisa mencegah Anda menularkan infeksi HIV ke orang lain. Pastikan Anda tetap melakukan pencegahan untuk menghindari penyebaran infeksi, salah satunya dengan menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.

    Baik nevirapin maupun obat HIV lainnya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, alhasil Anda jadi lebih rentan terhadap infeksi oportunistik. Maka dari itu, hindari tempat ramai dan menghabiskan waktu dengan orang yang sedang sakit.

    Saat menjalani perawatan, Anda mungkin mengalami infeksi lain atau mengalami masalah kesehatan lainnya. Selalu perbarui informasi mengenai kondisi Anda kepada dokter.

    Apakah nevirapine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Obat tetap boleh digunakan untuk ibu hamil atau yang sedang menjalani program kehamilan. Pada dasarnya, pasien HIV tetap harus menjalani pengobatan agar infeksi tetap terkendali. Pengobatan juga penting untuk mencegah penularan HIV kepada janin.

    Jika bayi lahir tanpa HIV, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat tidak menyarankan ibu untuk menyusui bayinya. Sebab, masih ada kemungkinan penularan virus melalui ASI. Pengobatan juga harus tetap berlangsung.

    Untuk memastikan keaamanannya, selalu konsultasikan penggunaan obat kepada dokter.

    Interaksi nevirapine dengan obat lain

    Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Berikut ini beberapa kelompok obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan nevirapine.

    • Antibiotik seperti clarithromycin atau rifabutin dapat mengurangi kinerja nevirapin.
    • Obat penyakit jantung atau tekanan darah seperti amiodaron, diltiazem, dan disopyramide dapat mengurangi kinerja nevirapin.
    • Antiretroviral jenis non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors lain seperti efavirenz dapat meningkatkan risiko toksisitas atau risiko terjadinya sindrom pemulihan imunitas.
    • Obat antivirus seperti acyclovir dapat meningkatkan risiko efek samping yang parah.

    Masih ada golongan obat-obatan lainnya yang belum disebutkan. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar interaksi obat nevirapine dengan obat tertentu lain, tanyakan kepada dokter atau apoteker.


    Lawan COVID-19 bersama!

    Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Nevirapine. (n.d.). MIMS Indonesia. Retrieved February 24, 2022, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nevirapine?mtype=generic

    Nevirapine. (2018). MedlinePlus Drug Information. Retrieved February 24, 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a600035.html

    Nevirapine. (2021). Clinical Info HIV.gov. Retrieved February 24, 2022, from https://clinicalinfo.hiv.gov/en/drugs/nevirapine/patient#dr6

    NVP, Viramune. (n.d.). Medscape. Retrieved February 24, 2022, from https://reference.medscape.com/drug/viramune-viramune-xr-nevirapine-342623#3

    Nevirapine: Uses, Interactions, Mechanism of Action. (n.d.). DrugBank Online. Retrieved February 24, 2022, from https://go.drugbank.com/drugs/DB00238

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Apr 12
    Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.
    Next article: