Untuk mencegah infeksi luka bakar, dokter akan memberikan salep antibiotik yang dioleskan ke kulit seperti silver sulfadiazine. Simak manfaat dan cara penggunaanya berikut ini.
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
Untuk mencegah infeksi luka bakar, dokter akan memberikan salep antibiotik yang dioleskan ke kulit seperti silver sulfadiazine. Simak manfaat dan cara penggunaanya berikut ini.
Golongan obat: antibiotik topikal
Merek dagang silver sulfadiazine: Burnazin, Sulfadiazine Silver
Silver sulfadiazine adalah obat salep yang digunakan dengan perawatan lain untuk membantu mencegah dan mengobati infeksi luka pada pasien luka bakar serius.
Salep yang dioleskan ke kulit ini tergolong ke dalam kelas obat yang disebut antibiotik sulfa. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri yang dapat menginfeksi luka terbuka.
Selain menurunkan risiko penyebaran bakteri ke permukaan kulit di sekitarnya, hal ini membantu mencegah masuknya bakteri ke dalam aliran darah yang dapat menyebabkan infeksi darah yang serius (sepsis).
Antibiotik topikal ini tergolong obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dan di bawah pengawasan dokter ahli.
Guna mencegah dan mengobati infeksi pada pasien dengan derajat luka bakar kedua dan ketiga, salep silver sulfadiazine dapat dioleskan sekali atau dua kali sehari.
Oleskan salep dengan ketebalan 1–2 mm. Area luka bakar harus selalu tertutup dengan salep. Bila ada area salep yang terhapus selama pasien beraktivitas, obat perlu dioleskan kembali.
Salep topikal ini tidak boleh digunakan untuk bayi prematur atau bayi baru lahir selama dua bulan pertama kehidupan karena risiko efek samping yang serius.
Penggunaan salep antibiotik ini tidak terbatas pada masalah kesehatan di atas. Konsultasikan dengan dokter bila Anda perlu menggunakan obat ini untuk menangani kondisi lain.
Ikuti anjuran dokter atau apoteker selama menggunakan salep silver sulfadiazine. Penggunaan salep ini harus sesuai resep atau dosis yang tercantum pada label kemasan obat.
Salep biasanya dioleskan sekali atau dua kali sehari. Jangan menggunakannya lebih sering atau kurang dari yang telah ditentukan oleh dokter Anda.
Sebelum menggunakan salep, terlebih dahulu bersihkan area yang terbakar dan singkirkan kulit mati di sekitarnya. Kenakan sarung tangan steril sekali pakai saat Anda melakukan perawatan pada luka bakar.
Oleskan salep dengan ketebalan 1–2 mm atau seperti yang disarankan dokter. Perban dapat digunakan di atas area luka bakar yang telah dioles salep bila diperlukan saja.
Area luka bakar harus selalu tertutup dengan salep setiap saat. Pastikan obat dioleskan kembali bila ada area salep yang terhapus atau hilang akibat aktivitas pasien.
Salep silver sulfadiazine juga harus dioleskan kembali setelah pasien menjalani hidroterapi.
Jangan berhenti menggunakan salep ini sampai dokter memberitahukan Anda. Luka bakar harus disembuhkan untuk mencegah infeksi yang lebih serius.
Gunakan obat salep ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Jika luka bakar terinfeksi dan makin memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Anda.
Silver sulfadiazine dapat menyebabkan efek samping sama halnya seperti obat-obatan lainnya. Meski begitu, tidak semua orang akan mengalaminya.
Efek samping yang kurang serius dari penggunaan obat topikal ini, meliputi:
Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping yang serius, meliputi:
Mungkin ada efek samping lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping obat ini, silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
Gangguan medis tertentu bisa mempengaruhi penggunaan silver sulfadiazine. Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk memerhatikan hal berikut sebelum menggunakannya.
Salep ini baik disimpan dalam wadah tertutup pada suhu ruangan. Hindarkan dari paparan cahaya langsung atau tempat yang lembap.
Perhatikan panduan penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan salep silver sulfadiazine.
Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu maupun janin dan bayi yang menyusu.
Obat tidak boleh digunakan selama kehamilan atau masa menyusui, kecuali bila dokter telah menimbang manfaat penggunaan yang lebih besar daripada risikonya.
Interaksi salep silver sulfadiazine dengan obat-obatan lain mungkin mengubah kinerja maupun meningkatkan risiko efek samping serius.
Dokter mungkin tidak menganjurkan penggunaan salep ini dengan obat-obatan tertentu, seperti metenamin dan metotreksat.
Meski begitu, dokter bisa mengubah dosis atau penggunaan salah satu atau kedua obat tersebut bila diresepkan bersama salep silver sulfadiazine.
Selalu konsultasi dengan dokter terkait semua produk yang sedang Anda gunakan, termasuk di dalamnya obat-obatan resep, nonresep, vitamin, suplemen, dan produk herbal.
Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti dosis obat tanpa persetujuan dokter Anda.
Disclaimer
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Ditinjau secara medis oleh
Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.
Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar