home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Imodium

Penggunaan|Dosis|Efek Samping|Pencegahan & Peringatan|Interaksi|Overdosis
Imodium

Penggunaan

Digunakan untuk apakah obat Imodium?

Imodium adalah obat yang biasa digunakan untuk mengatasi diare, baik yang bersifat akut maupun kronis. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus. Jika gerakan usus berkurang, feses yang dihasilkan pun akan mengandung sedikit air dan memiliki tekstur yang lebih padat.

Obat ini tersedia pula dalam merek generik, yang dikenal dengan loperamide. Imodium juga dapat digunakan pada pasien yang baru saja menjalani prosedur kolostomi (prosedur bedah untuk mengangkat sisa pembuangan tubuh ketika usus dan rektum tidak berfungsi dengan baik). Dengan Imodium, cairan tubuh yang keluar setelah menjalani kolostomi dapat berkurang.

Imodium tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, serta cairan untuk diminum (oral). Obat ini bisa Anda dapatkan melalui resep dokter, atau beli di apotek tanpa resep dokter.

Penting untuk Anda ketahui bahwa obat ini hanya dapat mengatasi gejala-gejala diare. Obat ini tidak dapat menyembuhkan penyebab utama dari diare yang Anda alami, misalnya infeksi bakteri.

Selain itu, obat Imodium tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah usia 6 tahun, kecuali jika dokter meresepkan obat tersebut untuk mengatasi diare.

Bagaimana aturan minum obat Imodium?

Obat ini diminum setiap selesai buang air besar, atau seperti yang dianjurkan oleh dokter. Pemberian dosis Imodium ditetapkan berdasarkan kondisi kesehatan, usia, serta respon tubuh Anda terhadap pengobatan tertentu. Pada anak-anak, penetapan dosis juga dilakukan berdasarkan berat badan anak.

Orang dewasa sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini lebih dari 8 mg dalam waktu 24 jam jika membeli obat ini tanpa resep dokter. Apabila Anda minum Imodium berdasarkan resep dokter, takaran maksimal dalam sehari adalah 16 mg.

Jika Anda menggunakan obat ini dalam bentuk tablet kunyah, gunakan obat ini pada perut kosong. Tablet kunyah harus dikunyah seluruhnya sebelum ditelan.

Jika Anda menggunakan obat ini dalam bentuk tablet cepat larut, keringkan tangan sebelum membuka kemasan untuk mengeluarkan tablet. Jangan mendorong tablet dari kemasan. letakkan tablet pada lidah, biarkan larut sempurna, lalu telan dengan air liur.

Jangan menggerus, membelah, atau menghancurkan tablet Imodium sebelum menggunakannya. Jangan mengeluarkan tablet dari kemasan hingga sebelum penggunaan. Penggunaan obat Imodium tidak perlu memakai air.

Diare dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh (dehidrasi). Minum banyak air dan mineral (elektrolit) untuk mengganti yang hilang.

Beritahukan dokter segera jika Anda mengalami tanda dehidrasi (misalnya, haus berlebihan, urin berkurang, kram perut, lemas, pingsan). Anda juga perlu konsumsi makanan lunak selama pengobatan untuk mengurangi iritasi lambung atau usus Anda. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Beri tahu dokter jika diare tidak membaik setelah 2 hari, jika kondisi Anda memburuk, atau jika Anda mengalami gejala baru. Jika Anda mengalami BAB berdarah, demam, atau kembung/perut menggembung, atau jika Anda berpikir memiliki masalah kesehatan serius, cari bantuan medis segera.

Jika Anda menggunakan obat Imodium sesuai aturan dokter untuk diare, beritahukan dokter jika diare berlanjut setelah 10 hari terapi. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan Imodium?

Obat Imodium adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Imodium untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis Imodium untuk orang dewasa:

Diare akut

Untuk orang dewasa yang mengalami diare akut atau mendadak, dosis awal Imodium yang dianjurkan adalah 4 mg (2 kapsul), diikuti dengan 2 mg (1 kapsul) sehabis buang air besar dengan kondisi diare. Dosis harian tidak boleh melebihi 16 mg (8 kapsul).

Diare kronis

Tidak berbeda jauh dengan diare akut, dosis Imodium ketika minum pertama kalo adalah 4 mg (2 kapsul), diikuti dengan 2 mg (1 kapsul) hingga gejala diare berkurang.

Bagaimana dosis Imodium untuk anak-anak?

Untuk anak-anak berusia 2-5 tahun, konsumsi Imodium wajib dilakukan di bawah pengawasan dan resep dari dokter, terutama dengan berat badan di bawah 20 kg. Umumnya, Imodium pada anak berusia 2-5 tahun diberikan dalam bentuk cairan 1mg/7,5 mL.

Sementara itu, anak-anak berusia 6-12 tahun dapat mengonsumsi Imodium dalam bentuk kapsul atau cairan.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai dosis awal atau hari pertama Imodium pada anak:

  • Usia 2-5 tahun (13-20 kg): 3 mg per hari
  • Usia 6-8 tahun (20-30 kg): 4 mg per hari
  • Usia 8-12 tahun (di atas 30 kg): 6 mg per hari

Sementara itu, untuk pengobatan selanjutnya, dosis Imodium dapat ditingkatkan menjadi 1 mg/10 kg berat badan, selama pemberian obat Imodium tetap berada di bawah pengawasan dan resep dokter.

Ada kemungkinan dosis Imodium berbeda pada masing-masing pasien. Dokter akan memperhatikan hal-hal di bawah ini sebelum meresepkan dosis untuk pasien:

  • usia
  • berat badan
  • kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan
  • kesehatan hati dan ginjal pasien
  • obat-obatan lain yang sedang digunakan, baik obat resep, nonresep, maupun herbal
  • respon terhadap pengobatan

Dalam dosis apa Imodium tersedia?

Obat Imodium tersedia dalam bentuk kapsul 2 mg, serta cairan 1mg/7,5 mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi setelah menggunakan Imodium?

Sama dengan obat-obatan lain, Imodium juga berpotensi menimbulkan terjadinya efek samping. Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda baru pertama kali menggunakan obat ini.

Obat ini mungkin dapat menyebabkan reaksi alergi, mulai dari yang bersifat ringan hingga berat.

Efek samping yang bersifat ringan dan cukup umum terjadi meliputi:

  • sembelit atau konstipasi
  • mual
  • mulut kering
  • kram perut
  • sakit perut
  • perut kembung
  • gatal-gatal
  • pembengkakan di wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • masalah pernapasan
  • ruam kulit

Segera periksakan diri atau anak Anda ke dokter apabila muncul gejala-gejala di bawah ini:

Konsultasikan ke dokter mengenai efek-efek tersebut, terutama jika terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Dokter mungkin akan mengurangi dosis obat ini, atau mengganti dengan obat lain.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi Imodium?

Sebelum menggunakan obat tertentu, termasuk Imodium, pertimbangkan risiko, manfaat, serta efek samping dari obat tersebut terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan ketahui:

Reaksi alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada Imodium atau obat loperamide lainnya. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan.

Apabila Anda membeli obat Imodium tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Obat-obatan lain

Kerja obat Imodium mungkin akan terpengaruh apabila pasien mengonsumsi obat-obatan lain secara bersamaan. Beberapa obat mungkin dapat menyebabkan interaksi dengan Imodium. Maka itu, pastikan Anda memberi tahu dokter apa saja obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Apakah Imodium aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, tak ada penelitian yang menyatakan bahwa Imodium dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat Imodium.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Imodium?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beritahukan semua jenis obat yang Anda konsumsi saat ini, khususnya jika Anda menjalani pengobatan dengan:

  • azithromycin
  • diphenhydramine
  • ciprofloxacin
  • dicyclomine
  • Lexapro (escitalopram)
  • Lomotil (atropine/diphenoxylate)
  • tramadol
  • Viberzi (eluxadoline)
  • Zantac (ranitidine)
  • Zofran (ondansetron)
  • Zoloft (sertraline)

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Imodium?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi Imodium terjadi. Diskusikan penggunaan Imodium Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Sejauh ini, tidak ada makanan yang dapat menimbulkan interaksi dengan Imodium. Konsumsi alkohol ketika Anda menggunakan obat Imodium, dapat menimbulkan beberapa interaksi yang bisa berdampak pada kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat memengaruhi kinerja Imodium?

Apabila Anda atau anak Anda menderita masalah hati atau penyakit ginjal, sebaiknya hindari konsumsi obat Imodium.

Hal ini disebabkan karena Imodium berpotensi mengganggu fungsi ginjal, atau memperparah masalah ginjal yang sudah ada jika dikonsumsi terlalu lama.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Imodium – Drugs.com. (2020). Retrieved 27 January 2020, from https://www.drugs.com/cdi/imodium.html

Imodium – RxList. (2018). Retrieved 27 January 2020, from https://www.rxlist.com/imodium-drug.htm#description

Imodium Capsule – WebMD. (2020). Retrieved 27 January 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11084/imodium-oral/details

Loperamide (including Imodium) – NHS. (2018). Retrieved 27 January 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/loperamide/

What is Imodium (Loperamide)? – EverydayHealth. (2014). Retrieved 27 January 2020, from https://www.everydayhealth.com/drugs/loperamide


Artikel Terkait


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Hello Sehat Medical Review Team Diperbarui 11/05/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.