backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Cisapride

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Far · Farmasi · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 17/04/2023

Cisapride

Cisapride (cisparid) adalah obat untuk mengatasi sensasi ulu hati terbakar pada malam hari. Obat ini diberikan bila obat-obatan untuk maag lainnya tidak memberikan hasil.

Golongan obat: GI stimulant.

Merek dagang cisapride: Pridesia, Guarposid-5, dan Acpulsif.

Apa itu cisapride?

Cisapride adalah obat antasida untuk meredakan nyeri ulu hati pada pasien refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD). 

Cisaprid tergolong obat prokinetik yang cara kerjanya mempercepat pergerakan otot lambung (motilitas) dan pengosongan cairan asam di lambung. 

Efeknya, asam di lambung tidak mudah naik ke kerongkongan dan mencegah sensasi ulu hati terbakar (heartburn).

Dosis cisapride

irbesartan, obat irbesartan

Di Indonesia, cisaprid tersedia dalam bentuk tablet dengan konsentrasi sebesar 5 mg.

Berikut dosis cisapride yang umum diberikan dikutip dari situs MIMS

Gangguan terkait penurunan motilitas, GERD, dan maag tanpa tukak lambung

  • Dewasa: 5 – 10 mg sebanyak 3 – 4 kali sehari, dosis maksimal sebesar 40 mg per hari.

Perlu dipahami, dosis ini hanyalah gambaran umum. Dokter bisa saja memberikan dosis yang berbeda tergantung dengan kondisi pasien.

Selalu ikuti dosis yang telah dianjurkan pada resep dokter.

Aturan pakai cisapride

Konsumsilah obat ini dengan segelas air saat perut kosong, setidaknya 15 menit sebelum makan berat dan sebelum tidur.

Hindari mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan untuk mencegah overdosis

Perlu diingat, obat ini tergolong keras sehingga hanya bisa didapat dan dikonsumsi berdasarkan resep dokter. Ikuti anjuran dokter untuk mencegah cara salah minum obat.

Efek samping cisapride

Sama seperti obat lainnya, obat cisapride bisa menimbulkan efek samping. Berikut efek samping ringan.

  • Diare.
  • Sakit dan rasa tidak nyaman pada perut.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat.
  • Sembelit.
  • Batuk.
  • Perut keroncongan.

Ada pula efek samping obat serius yang perlu Anda amati. Segera ke dokter bila mengalami hal berikut.

  • Sulit bernapas.
  • Nyeri dada.
  • Penglihatan berubah.
  • Pingsan.
  • Detak jantung berdebar atau tidak teratur.
  • Lemas atau lelah tak wajar.
  • Muntah.

Tahukah Anda?

Di Amerika Serikat, cisapride sudah tidak tersedia di apotek sejak Agustus tahun 2000. FDA menghentikan penggunaan obat ini karena terdapat laporan efek samping jantung dan kematian. Meski begitu, obat ini tetap bisa didapatkan dari resep dokter, tapi dokter harus mendaftarkan pada perusahaan yang memenuhi kriteria FDA untuk penggunaan obat ini. 

Peringatan dan perhatian saat pakai cisapride

Sebelum mengonsumsi cisaprid, beri tahu dokter bila Anda memiliki kondisi berikut.

  • Alergi cisapride.
  • Kelainan usus.
  • Tukak saluran pencernaan hingga perdarahan.
  • Penyakit jantung.
  • Riwayat detak jantung tak normal.
  • Dehidrasi parah.
  • Gangguan makanan.
  • Gagal paru-paru.
  • Gagal ginjal.
  • Muntah hingga dehidrasi berat.
  • Riwayat rendahnya kadar kalsium, kalium, atau magnesium.
  • Penyakit liver.
  • Luka terbuka atau penyumbatan lambung.
  • Ibu hamil atau sedang menjalani program hamil.
  • Ibu menyusui.

Simpan di wadah obat yang tertutup rapat dan jauhi dari jangkauan anak-anak. Letakkan di suhu ruang dan jauh dari panas berlebih dan ruangan lembap.

Hindari mengonsumsi alkohol saat menggunakan obat ini.

Apakah cisapride aman untuk ibu hamil dan menyusui?

cisapride untuk ibu hamil

Menurut Food and Drugs Agency (FDA), cisapride tergolong ke dalam kategori C atau risiko tidak dapat dikesampingkan. 

Hingga saat ini, belum ada penelitian memadai bagi ibu hamil, tetapi penelitian pada hewan menunjukkan adanya risiko pada janin. Obat ini juga diserap ke dalam ASI.

Untuk itu, konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi cisaprid. Obat akan diberikan bila manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya.

Interaksi cisapride dengan obat lain

Daftar obat berikut bisa memengaruhi kinerja cisapride, begitu juga sebaliknya. Beri tahu dokter bila Anda mengonsumsi obat berikut. 

Perlu diingat, daftar di bawah ini tidak menggambarkan seluruh macam obat yang berinteraksi dengan cisaprid.

  • Anticemas dan antidepresi: clozapine, haloperidol, pimozide, dan risperidone.
  • Antikolinergik: atropine, benztropine, dicyclomine, difenhidramin, isopropamide, procyclidine, dan scopolamine.
  • Antikoagulan: warfarin, azithromycin. cimetidine, dan dirithromycin.
  • Obat diuretik: mikonazol, tranquilizer, dan alfuzosin.
  • Antibiotik: ciprofloxacin, clarithromycin, dalfopristin, quinupristin, erythromycin, gatifloxacin, gemifloxacin, levofloxacin, moxifloxacin, norfloxacin, ofloxacin, pentamidine, sparfloxacin, telithromycin, troleandomycin.
  • Obat kanker: daunorubicin, doxorubicin, aprepitan, arsenic trioxide, dan imatinib
  • Antijamur: fluconazole,itraconazole, and ketoconazole, posaconazole, dan voriconazole
  • Obat disfungsi ereksi: sildenafil, tadalafil, dan vardenafil.
  • Obat HIV/AIDS.
  • Apomorphine.
  • Klorokuin.
  • Tacrolimus.
  • Insulin.

Cisapride adalah obat untuk mengatasi sensasi ulu hati terbakar pada pasien GERD bila obat-obatan antasida lainnya sudah tidak berhasil. Obat ini tergolong keras sehingga hanya bisa didapat dan digunakan dengan resep dokter.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Far

Farmasi · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 17/04/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan