Natrium fluorida atau sodium fluoride adalah obat yang biasa digunakan untuk menjaga kesehatan gigi. Konsumsinya dalam takaran yang tepat juga dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil.
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
Natrium fluorida atau sodium fluoride adalah obat yang biasa digunakan untuk menjaga kesehatan gigi. Konsumsinya dalam takaran yang tepat juga dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil.
Golongan obat: Fluor
Merek dagang: Caviplex, Selviplex, Lexavit, Vitomil AF
Natrium fluorida atau sodium fluoride adalah obat yang biasa digunakan untuk menjaga kesehatan gigi Anda.
Obat ini berguna untuk mencegah timbulnya lubang pada gigi serta membuatnya lebih tahan terhadap kerusakan akibat asam dan bakteri.
Dilansir dari studi yang dirilis dalam American Journal of Obsetrics & Gynecology, disebutkan juga bahwa sodium fluoride berfungsi untuk menambah kebutuhan gizi pada ibu hamil.
Konsumsinya diketahui dapat membuat anak memiliki gigi yang kuat.
Sebagai obat untuk menjaga kesehatan gigi, sodium fluoride umumnya tersedia dalam bentuk larutan, pasta, dan tablet. Sementara itu, sebagai asupan gizi, Anda dapat menemukan obat ini dalam bentuk suplemen.
Berikut dosis penggunaan natrium fluorida yang direkomendasikan.
Jika Anda hendak mengonsumsi natrium fluorida ketika hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan dosis yang benar-benar tepat dan tidak memengaruhi kehamilan.
Sama seperti obat-obatan lain, penggunaan natrium fluorida mungkin akan memicu sejumlah efek samping. Beberapa efek samping obat ini di antaranya:
Pada beberapa orang, penggunaan obat ini dapat menimbulkan reaksi alergi parah seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, hingga pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Namun, ada juga orang yang tidak merasakan efek samping dari penggunaannya.
Segera periksakan diri Anda ke dokter jika penggunaan obat ini memicu reaksi alergi. Anda juga berkonsultasi ke dokter jika mempunyai kekhawatiran terkait efek samping obat ini.
Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai menggunakan obat ini.
Beri tahu dokter apabila Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain.
Sampaikan juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.
Belum ditemukan masalah pada anak-anak dengan jumlah asupan harian normal yang direkomendasikan.
Namun, penggunaan sodium fluoride dalam dosis yang terlalu besar atau jangka panjang dapat menyebabkan masalah tulang dan perubahan warna gigi pada anak-anak.
Belum ditemukan masalah pada lansia dengan jumlah asupan harian normal yang direkomendasikan.
Akan tetapi, orang tua memiliki risiko lebih mengalami nyeri sendi, masalah ginjal, atau sakit maag yang mungkin diperparah dengan menggunakan sodium fluoride dalam dosis besar.
Anda harus memeriksakannya dengan perawat kesehatan profesional Anda.
Hasil studi mengenai penggunaan sodium fluoride masih beragam sehingga ibu hamil dan ibu menyusui perlu konsultasi intens ke dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risikonya.
Sebagai contoh, studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network pada 2019 menyebutkan bahwa paparan sodium fluoride dapat berpengaruh buruk pada IQ anak ketika dikonsumsi lebih dari 1 mg per hari.
Sementara itu, studi lainnya yang dirilis dalam National Library of Medicine menyebutkan konsumsi fluoride tidak lebih dari 1 mg per hari diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan gigi bayi.
Maka dari itu, selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.
Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Artinya, beberapa studi pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin.
Hingga saat ini, belum ada temuan yang menjelaskan adanya interaksi obat ini dengan obat lain.
Namun, Anda mengonsumsi obat dalam bentuk tablet atau suplemen, sebaiknya lakukan satu jam setelah mengonsumsi makanan mengandung kalsium, magnesium, dan alumunium agar tidak terjadi masalah dalam penyerapannya.
Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.
Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
Catatan
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Ditinjau secara medis oleh
Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.
Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar