home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Astaxanthin, Suplemen Antioksidan Dengan Segudang Manfaat Menggiurkan untuk Kesehatan

Astaxanthin, Suplemen Antioksidan Dengan Segudang Manfaat Menggiurkan untuk Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa unik yang bekerja menangkal efek buruk radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis. Tubuh manusia sebenarnya bisa menghasilkan antioksidan sendiri, tapi jumlahnya sangat sedikit sehingga kita membutuhkan asupan yang berasal dari luar. Buah dan sayuran segar adalah sumber makanan tinggi antioksidan. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan tambahan asupan antioksidan dari suplemen astaxanthin.

Apa itu astaxanthin?

Astaxanthin adalah antioksidan jenis karotenoid yang memberi warna oranye atau merah alami pada buah dan sayuran serta hewan.

Beberapa sumber makanan yang tinggi karotenoid adalah ubi jalar, semangka, blewah, paprika merah dan kuning, tomat, hingga wortel dan mangga. Pada hewan, astaxanthin banyak ditemukan pada biota laut seperti rumput laut merah (red algae), salmon, lobster, dan udang.

Astaxanthin adalah antioksidan yang bisa dikonsumsi secara alami atau dalam bentuk suplemen.

Berbagai manfaat astaxanthin untuk tubuh

Sudah cukup banyak penelitian yang dilakukan untuk mencari tahu manfaat astaxanthin untuk kesehatan.

Secara umum, berikut berbagai klaim manfaat astaxanthin yang perlu Anda ketahui:

1. Membantu melawan radikal bebas

hidup sehat dengan ppok

Dibandingkan dengan jenis karotenoid lainnya, astaxanthin adalah senyawa kimia yang paling banyak mengandung antioksidan.

Antioksidan sendiri bertanggung jawab untuk menangkal radikal bebas penyebab macam-macam penyakit. Antioksidan juga dapat membantu memperlancar sirkulasi darah serta menurunkan stres oksidatif pada perokok dan orang yang kelebihan berat badan.

Berbagai penelitian bahkan menemukan bahwa sifat antioksidan dalam astaxanthin dapat membantu mengobati berbagai jenis kanker. Satu studi menemukan manfaat astaxanthin untuk jangka pendek dan jangka panjang dalam pengobatan kanker payudara, termasuk memperlambat pertumbuhan sel kanker payudara.

2. Mengobati berbagai masalah kulit

jenis kulit wajah

Astaxanthin dapat digunakan sebagai obat oles untuk perawatan anti-aging kulit. Sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa mengombinasikan pengobatan astaxanthin oles dan oral dapat membantu mengurangi garis-garis halus, keriput dan bintik-bintik penuaan, serta menjaga kelembapan kulit secara menyeluruh.

Meski penelitian menunjukkan hasil positif pada pria dan wanita, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan temuan satu ini.

3. Meningkatkan kesuburan pria

penyakit impotensi

Satu studi yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa astaxanthin membantu meningkatkan kesuburan pria.

Sebagai catatan, penelitian ini masih berskala kecil. Studi ini hanya melibatkan 30 pria yang sebelumnya sudah diketahui infertil alias tidak subur.

Jadi, dibutuhkan banyak bukti dan penelitian lebih lanjut untuk mendukung klaim terkait manfaat astaxanthin untuk kesuburan pria.

4. Meredakan nyeri sendi

sendi kaku

Jika Anda memiliki riwayat nyeri sendi seperti rematik, mengonsumsi suplemen ini mungkin dapat membantu meredakan kondisi tersebut.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa astaxanthin adalah salah satu suplemen yang dapat membantu mengurangi peradangan dan gejala nyeri yang berhubungan dengan radang sendi, termasuk rematik.

5. Menjaga kesehatan jantung

mencegah penyakit jantung keturunan

Para ahli percaya bahwa suplemen ini dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebuah studi tahun 2006 meneliti efek astaxanthin pada tikus yang memiliki hipertensi (tekanan darah tinggi).

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa suplemen antioksidan membantu meningkatkan kadar elastin dan ketebalan dinding arteri.

Penelitian lain juga menemukan bahwa suplemen ini juga dapat mencegah penyakit jantung dan membantu menurunkan kolesterol. Namun, tidak ada cukup bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Efek samping astaxanthin

obat penyakit asma

Diminum sesuai dosis, suplemen ini umumnya tidak menimbulkan efek samping berarti. Namun dalam dosis tinggi, suplemen ini dapat menyebabkan sakit perut serta feses berwarna kemerahan.

Oleh sebab itu, gunakan suplemen ini sesuai yang diresepkan dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep. Jangan gunakan suplemen ini terlalu banyak, sedikit, lebih lama dari yang disarankan.

Penting juga bagi Anda untuk memerhatikan cara penyimpanan suplemen ini. Pasalnya, jika disimpan pada suhu yang tidak tepat, efektivitasnya mungkin akan menurun. Simpan suplemen ini pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup agar terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jangan simpan di tempat yang lembap seperti kamar mandi atau kulkas.

Jauhkan suplemen ini dari jangkauan anak-anak.

Sebelum minum suplemen astaxanthin, perhatikan ini duluObat primolut adalah

Jangan langsung terbutakan oleh klaim iklan produk di luaran sana. Sejauh ini, bukti manfaat astaxanthin bagi kesehatan masih belum dapat dipastikan. Beberapa penelitian menunjukan hasil yang positif, sementara beberapa penelitian justru sebaliknya.

Itu kenapa sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen antioksidan terutama dalam dosis tinggi, sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu ke dokter.

Hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sebelum minum suplemen astaxanthin adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit autoimun, gangguan kesembangan hormon, dan penyakit kronis lainnya.
  • Beri tahu dokter terkait semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen, dan herbal.
  • Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan suplemen ini untuk ibu hamil atau menyusui. Jadi, selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan suplemen ini.
  • Hindari minum astaxanthin jika Anda alergi terhadap komponen yang terkandung dalam suplemen ini atau obat lainnya
  • Hindari minum suplemen dalam jangka panjang. Gunakan sesuai jangka waktu yang sudah diresepkan dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah minum suplemen ini, segera temui dokter.

Mungkin ada hal-hal lain yang tidak disebutkan di atas. Jika ada pertanyaan lain, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dokter mungkin akan menjelaskan secara rinci mengenai takaran dosis, keamanan, serta interaksi suplemen ini. Simak dengan baik semua informasi yang dijelaskan dokter agar pengobatan yang Anda lakukan berjalan optimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Astaxanthin in Skin Health, Repair, and Disease: A Comprehensive Review – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5946307/ diakses pada 28 November 2018

Antihypertensive potential and mechanism of action of astaxanthin: III. Antioxidant and histopathological effects in spontaneously hypertensive rats. –  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16595899 diakses pada 28 November 2018

Combined conventional/antioxidant “Astaxanthin” treatment for male infertility: a double blind, randomized trial – https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16110353 diakses pada 28 November 2018

Cosmetic Benefit of Astaxanthin – http://www.actabp.pl/pdf/1_2012/43.pdf diakses pada 28 November 2018

Astaxanthin – https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1063/astaxanthin diakses pada 28 November 2018

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 10/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri