home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kodein (Codeine)

Kodein (Codeine)

Kebanyakan penyakit dapat menimbulkan rasa nyeri ringan, sedang, maupun parah. Pada kasus nyeri ringan, pengobatan rumahan cukup ampuh untuk mengatasinya. Namun, pada kasus nyeri ringan da parah, pengobatan tersebut biasanya kurang efektif. Oleh karena itu, Anda perlu minum obat untuk menghilangkan nyeri, salah satunya kodein (codeine). Sebelum menggunakan obat ini, yuk pelajari seluk-beluk obat ini lebih dalam!

Golongan obat: Obat golongan opioid.

Merek dagang: Codikaf 10, Codikaf 15. Codikaf 20, Codeine Phosphate Hemihydrate, Codipront Cum Expectorant, Coditam, dan Codipront.

Apa itu obat kodein?

Kodein atau codeine adalah obat penghilang nyeri sedang dan parah. Biasanya obat ini juga dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati batuk dan mengatasi diare. Obat ini masuk dalam kelas obat analgesik opioid, yang dapat membantu meringankan rasa nyeri tapi tidak menyembuhkan penyebab maupun mempercepat proses pemulihan tubuh dari penyakit.

Cara kerja obat ini adalah mengubah cara otak dan sistem saraf dalam merespons rasa sakit. Ketika obat ini digunakan untuk meredakan batuk, obat dapat mengurangi aktivitas di bagian otak yang menyebabkan batuk.

Anda bisa menggunakan obat ini untuk meredakan nyeri jika obat lain seperti paracetamol atau ibuprofen tidak cukup ampuh dalam mengatasi gejala.

Dosis kodein

neosanmag

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 10 mg dan 20 mg. Pilihan obat yang nanti akan Anda gunakan, disesuaikan dengan usia, kondisi, dan arahan dokter.

Diare akut

  • Dewasa. Dosisnya 30 mg diminum 3 hingga 4 kali sehari.
  • Lansia. Penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Pereda batuk

  • Dewasa. Dosisnya 15-30 mg diminum 3-4 kali sehari.
  • Lansia. Penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Pereda nyeri

  • Dewasa. Awalnya, dosis sebanyak 15-60 mg setiap 4 jam sesuai kebutuhan. Maksimal diminum 360 mg setiap hari.
  • Anak. Usia 12 tahun 0,5-1 mg/kg setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Maksimal 240 mg setiap hari (60 mg/dosis).
  • Lansia. Pengurangan dosis mungkin diperlukan.

Aturan pakai kodein

obat nyeri saat hamil

Minum obat sesuai dengan arahan yang dokter berikan. Supaya dosisnya sesuai, minum di waktu yang sama. Jika Anda melewatkan dosis, jangan menaikkan dosis di waktu minum selanjutnya. Minum sesuai dosis yang dokter arahkan.

Jangan berhenti minum obat tanpa arahan dokter, karena hal ini menimbulkan gejala penarikan obat yang mengganggu. Jangka waktu penggunaan akan ditentukan dokter. Sebelum berhenti sepenuhnya dari obat, dokter biasanya akan menurunkan dosis secara perlahan.

Efek samping kodein

obat progesteron

Seperti obat lain, obat ini juga dapat menimbulkan efek samping pada tubuh. Selalu perhatikan perubahan apa saja yang Anda alami selama menggunakan obat. Jika efek sampingnya terasa mengganggu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

Efek samping ringan

Efek samping serius

  • Agitasi (perasaan kesal, jengkel, dan marah).
  • Halusinasi (melihat hal-hal atau mendengar suara-suara yang tidak ada)
  • Demam menggigil diikuti dengan kebingungan, detak jantung cepat, kekakuan atau kedutan pada otot.
  • Mual, muntah, dan pusing serta tubuh lemah.
  • Haid tidak teratur dan hasrat sesksual menurun.
  • Mengi, napas cepat, atau kesulitan bernapas.
  • Reaksi alergi, seperti ruam, gatal, pembengkakan, dan sesak napas.
  • Kejang.

Setiap orang dapat menunjukkan efek samping yang berbeda-beda karena tergantung bagaimana tubuh merespons obat-obatan tersebut. Ada juga yang mengalami efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Peringatan dan perhatian pakai obat kodein

Rekomendasi Dress Hamil Modern yang Cantik

Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi dengan obat ini atau obat lain yang sejenis.

Selain itu, beri tahu juga pada dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan berikut ini.

Apakah obat kodein aman untuk ibu hamil dan menyusui?

menyusui

Codeine masuk dalam ketegori C menurut FDA. Artinya, stdui berbasis hewan menunjukkan efek negatif obat jika diberikan pada janin. Sementara penelitian pada manusia masih cukup terbatas.

Oleh karena itu, beri tahukan dokter jika Anda sedang hamil atau memiliki rencana untuk hamil dalam waktu dekat. Begitu juga jika Anda sedang menyusui. Boleh tidaknya Anda minum obat ini, tergantung dengan pertimbangan manfaat yang akan didapat.

Interaksi obat kodein dengan obat lain

Minum obat ini bersamaan dengan obat tertentu bisa menimbulkan efek samping, mengurangi kinerja obat, atau menggandakan fungsi obat yang nantinya malah menimbulkan masalah kesehatan lain.

Berikut ini ada beberapa obat yang sebaiknya Anda hindari selama minum obat Codeine.

Obat ini juga berinteraksi dengan alkohol. Jadi, hindari minuman beralkohol selama Anda menggunakan obat ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cek Produk BPOM. Retrieved November 25, 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/0lgb5rfrum5umcl3o1rm6r6ta4/all/row/10/page/0/order/4/DESC/search/1/codein

KMK No. HK.01.07-MENKES-350-2020 ttg Formularium Nasional. Farmalkes.kemkes.go.id. (2021). Retrieved November 25, 2021, from http://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/kmk-no-hk-01-07-menkes-350-2020-ttg-formularium-nasional/?ind=1603933059802&filename=KMK%20No.%20HK.01.07-MENKES-350-2020%20ttg%20Formularium%20Nasional.pdf&wpdmdl=9094&refresh=618cd08637d5d1636618374

Codeine: Medlineplus drug information. (n.d.). Retrieved November 25, 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682065.html

Team, C. (n.d.). Codeine. Retrieved November 25, 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/codeine?mtype=generic

New FDA pregnancy categories explained. (n.d.). Retrieved November 25, 2021, from https://www.drugs.com/pregnancy-categories.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. Diperbarui 4 hari lalu