Gefitinib

    Gefitinib

    Kanker paru menjadi salah satu jenis kanker yang cukup banyak terjadi di Indonesia. Gefitinib digunakan untuk mengobati kanker paru dan mencegahnya menyebar ke bagian tubuh lain.

    Golongan obat: penghambat EGFR

    Merek dagang gefitinib: Actagef, Gefinib, Gefitero, Gefiza, Genessa, Iressa, Iretinib

    Apa itu gefitinib?

    Gefitinib adalah obat antikanker yang digunakan dalam pengobatan kanker paru jenis non-small cell lung cancer (NSCLC).

    Obat ini akan memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Penggunaan obat juga dapat mencegah sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gefitinib bekerja dengan cara menghambat protein bernama epidermal growth factor receptor (EGFR) yang membantu pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

    Sebagai obat keras, dosis obat kanker paru hanya digunakan dengan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter ahli.

    Dosis dan sediaan gefitinib

    tablet gefitinib

    Gefitinib tersedia dalam bentuk tablet salut selaput oral 250 mg untuk diminum melalui mulut.

    Berikut ini adalah aturan pemberian dosis obat yang perlu Anda perhatikan.

    Dosis untuk dewasa

    Dosis obat yang direkomendasikan untuk orang dewasa ialah satu tablet 250 mg sekali sehari.

    Jika dosis terlewatkan, segera minum begitu Anda ingat. Akan tetapi, bila waktu yang tersisa untuk dosis selanjutnya kurang dari 12 jam, pasien tidak boleh mengonsumsi dosis yang terlewat.

    Pasien juga tidak boleh minum dosis ganda atau dua dosis obat pada waktu yang sama untuk menggantikan dosis sebelumnya.

    Dosis untuk anak-anak

    Dosis obat tidak relevan untuk anak-anak dengan indikasi non-small cell lung cancer (NSCLC).

    Adapun, studi klinis untuk keamanan dan kemanjuran untuk anak-anak dan remaja berusia kurang dari 18 tahun belum ditetapkan.

    Dosis untuk pengidap gangguan hati dan ginjal

    Pasien dengan gangguan hati sedang sampai berat dapat mengalami peningkatan konsentrasi gefitinib dalam plasma darahnya. Dokter akan memantau efek samping yang ditimbulkan obat ini secara ketat.

    Sementara itu, pasien dengan gangguan ginjal dengan klirens kreatinin lebih dari 20 mL/menit tidak memerlukan penyesuaian dosis obat.

    Pasien disarankan untuk berhati-hati dan memerhatikan efek samping yang mungkin terjadi.

    Aturan pakai gefitinib

    Ikuti anjuran dokter atau apoteker selama menggunakan obat gefitinib. Minum obat ini sesuai dosis yang telah diresepkan.

    Gefitinib tersedia dalam bentuk tablet salut selaput yang diminum sekali sehari selama jangka waktu tertentu sesuai arahan dokter.

    Obat bisa ditelan secara utuh dengan bantuan air. Jika tidak bisa menelan obat, pasien bisa melarutkan obat terlebih dulu dalam air minum yang tidak berkarbonasi.

    Larutkan satu tablet obat ke dalam 120–240 mL air minum. Lalu, aduk dengan sendok selama 15 menit hingga larut dan segera minum larutan tersebut.

    Bilaslah gelas dengan 120–240 mL air dan minum lagi untuk memastikan Anda menelan seluruh dosis gefitinib yang diresepkan.

    Anda bisa minum obat sebelum atau sesudah makan. Minumlah gefitinib pada waktu yang sama setiap hari karena obat ini bekerja lebih baik bila konsentrasinya konstan dalam tubuh.

    Jangan meminum obat lebih banyak atau sedikit dari yang diresepkan. Berhati-hatilah untuk tidak melewatkan dosis dan jangan berhenti minum obat tanpa anjuran dokter sebelumnya.

    Konsultasikanlah dengan dokter untuk memperoleh saran penggunaan obat yang tepat.

    Efek samping gefitinib

    kanker paru usia muda

    Gefitinib kemungkinan dapat menyebabkan efek samping sama halnya seperti obat-obatan lain. Meski begitu, tidak semua orang akan mengalami efek samping berikut ini.

    Efek samping tidak serius

    Penggunaan obat antikanker ini bisa menimbulkan efek samping kurang serius, seperti:

    • mual dan muntah,
    • nafsu makan berkurang,
    • diare ringan hingga sedang,
    • kulit ruam dan gatal,
    • kulit terasa kering,
    • muncul jerawat,
    • sariawan, dan
    • kelemahan.

    Efek samping serius

    Segera hubungi dokter bila timbul efek samping serius akibat penggunaan gefitinib seperti berikut.

    • Reaksi alergi, termasuk kesulitan bernapas, tenggorokan menyempit, gatal-gatal, serta pembengkakan bibir, lidah, atau wajah.
    • Masalah paru-paru, misalnya sesak napas, peningkatan frekuensi batuk, demam, atau nyeri dada.
    • Gangguan penglihatan, meliputi iritasi mata, sakit mata, sensitif pada cahaya (fotofobia).
    • Mual dan muntah terus-menerus.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Diare berat.

    Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Selain itu, mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan dalam daftar di atas.

    Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap efek samping tertentu, lebih baik konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

    Peringatan dan perhatian saat pakai obat gefitinib

    penggunaan obat pada lansia

    Sebelum mendapatkan obat ini, dokter akan bertanya terkait gejala dan riwayat kesehatan Anda. Selain itu, beri tahu dokter Anda bila mengalami beberapa kondisi seperti berikut.

    • Menunjukkan reaksi alergi terhadap gefitinib atau kandungan lain di dalamnya.
    • Memiliki riwayat gangguan paru-paru, seperti fibrosis paru (jaringan parut pada paru-paru), yang mungkin makin parah selama pengobatan dengan gefitinib.
    • Pernah atau sedang mengalami masalah penglihatan serta gangguan hati dan ginjal.
    • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui saat menggunakan obat.
    • Pernah atau sedang menggunakan obat resep, obat nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal.

    Obat tablet ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus. Gefitinib baik disimpan pada suhu ruangan dan jauh dari cahaya langsung.

    Setelah dilarutkan dalam air, larutan obat ini harus segera digunakan tidak lebih dari 90 menit.

    Perhatikan instruksi penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk. Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

    Apakah gefitinib aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Apabila Anda sedang hamil, beri tahukan kepada dokter. Gefitinib bisa membahayakan janin sehingga penting untuk melakukan tes kehamilan sebelum minum obat ini.

    Selalu gunakan alat kontrasepsi yang efektif seperti kondom untuk mencegah kehamilan selama minum obat dan setidaknya dua bulan setelah perawatan berakhir.

    Meski tidak diketahui bisa masuk ke dalam ASI atau tidak, dokter akan menyarankan ibu menyusui untuk tidak memberikan ASI selama minum obat.

    Konsultasikan dengan dokter untuk menilai manfaat dan risiko dari penggunaan gefitinib.

    Interaksi gefitinib dengan obat lain

    Gefitinib bisa mengubah kinerja obat lain atau memengaruhi efek pengobatan kanker paru yang sedang Anda lakukan.

    Beberapa jenis obat yang bisa menimbulkan interaksi dengan tamoksifen antara lain:

    • fenitoin,
    • karbamazepin,
    • rifampisin,
    • itrakonazol,
    • barbiturat,
    • antasida,
    • warfarin, dan
    • St John’s wort.

    Selain daftar tersebut, masih banyak obat-obatan lain yang dapat berinteraksi dan mungkin belum tercantum pada daftar di atas.

    Jadi, pastikan untuk konsultasi dengan dokter terkait semua produk yang sedang digunakan, termasuk obat resep, nonresep, vitamin, dan produk herbal.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

    Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 25/05/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan