home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kendaron

Kendaron

Kendaron adalah obat untuk mengatasi gangguan irama jantung. Kondisi ini menimbulkan sensasi jantung berdebar-debar yang mungkin tidak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, gangguan irama jantung dapat menimbulkan gejala mengganggu terkadang bisa mengancam jiwa. Sebelum Anda menggunakan obat ini, pahami dulu fungsi dan aturan pakainya pada ulasan berikut.

Golongan obat: Antiaritmia golongan III.

Kandungan obat: Amiodarone HCl (amiodaron hidroklorida).

Apa itu obat Kendaron?

Kendaron adalah obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi denyut jantung tidak beraturan atau aritmia. Kegunaan Kendaron dalam bentuk sediaan tablet (tab) yakni untuk mengobati fibrilasi ventrikel berulang dan takikardia ventrikel yang tidak stabil dan berulang.

Fibrilasi ventrikel adalah jenis aritmia yang berbahaya akibat otot jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup sehingga aktivitas kelistrikan di jantung menjadi tidak stabil.

Kondisi ini menyebabkan ventrikel bergetar (fibrilasi) dan tidak memompa darah dengan baik. Tanda-tanda orang yang mengalami penyakit ini adalah sesak napas, palpitasi jantung, dan nyeri dada.

Fungsi lain untuk obat Kendaron tab adalah mengatasi takikardia ventrikel yang berulang. Takikardia membuat jantung berdetak lebih cepat, yakni lebih dari 100 kali per menit. Padahal denyut jantung normal adalah sekitar 60 hingga 100 kali per menit saat beristirahat.

Detak jantung yang kacau ini membuat ruang jantung tidak terisi darah dengan baik. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa cukup darah ke tubuh dan paru-paru. Seseorang dengan kondisi ini biasanya mengalami gejala sesak napas, pingsan, hingga gagal jantung.

Sementara manfaat Kendaron dalam bentuk injeksi yakni untuk mengobati gangguan ritme jantung berat, seperti gangguan ritme sinus supraventikular dan gangguan ritme ventrikel.

Kendaron termasuk kategori obat keras yang ditandai dengan huruf K berwarna hitam dalam lingkaran merah dan bergaris tepi hitam pada kemasannya. Itu artinya, obat ini hanya bisa dibeli di apotek dengan resep dokter.

Sediaan dan Dosis Kendaron

obat nyeri saat hamil

Kendaron tab 200 mg

Tiap 1 box berisi 30 tablet. Pada penggunaan awal, biasanya Anda diresepkan minum 1 tablet sebanyak 3 kali sehari selama 1 minggu.

Kemudian, dosisnya akan dikurangi menjadi 1 tablet sebanyak 2 kali sehari selama 1 minggu. Untuk perawatan lebih lanjut, obat ini diminum 1 kali sehari 1 tablet atau dikurangi dosisnya.

Obat ini dapat Anda minum bersamaan dengan makanan atau tanpa makanan. Bila dokter meresepkan dosis yang tinggi, lebih baik Anda minum obat ini bersamaan dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.

Kendaron injeksi 150 mg/3 mL

Setiap penggunaan awal, dokter akan memberikan sebanyak 5 mg/kg lewat infus selama 20 menit hingga 2 jam. Pemberian lewat infus dapat diulang sebanyak 2 hingga 3 kali per harinya.

Untuk perawatan lebih lanjut, dosis yang diberikan sebanyak 10-20 mg/kg berat badan dalam 24 jam lewat infus.

Efek samping obat Kendaron

  • Gangguan pencernaan, seperti mual dan muntah, sakit perut, maupun diare.
  • Badan terasa letih dan lesu.
  • Nyeri pada otot (myalgia).
  • Tremor (gerakan gemetar pada tubuh yang tidak terkendali dan berulang).
  • Ataksia (masalah pada keseimbangan dan koordinasi tubuh).
  • Parestesia (kesemutan dan mati rasa pada anggota tubuh tertentu).
  • Gagal jantung kongestif (kondisi jantung yang gagal memompa pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh).
  • Inflamasi atau peradangan pada paru-paru.
  • Gejala halo (muncul cincin-cincin bercahaya di mata yang membuat pandangan menjadi tidak jelas). Jika kondisi ini terjadi, kemungkinan besar dosis akan dikurangi.
  • Mikro deposit pada kornea mata.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat Kendaron

santan untuk ibu hamil

Obat ini tidak boleh diresepkan pada orang yang mengalami sinus bradikardi, blok AV dan sinoatrial, hamil, dan kondisi tubuh yang tidak mampu menghasilkan hormon tiroid secara normal.

Perhatian khusus perlu diberikan pada orang yang secara rutin perlu mengecek tekanan darah, melakukan pemeriksaan fungsi hati dan kelenjar tiroid secara teratur, dan memiliki riwayat disfungsi tiroid. Hal ini juga berlaku bagi ibu hamil atau ibu menyusui.

Oleh karena itu beri tahu dokter mengenai kondisi Anda saat berkonsultasi.

Apakah obat Kendaron aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Penggunaan obat untuk ibu hamil dan menyusui perlu persetujuan dokter lebih dahulu karena ada kemungkinan bisa menimbulkan efek samping yang mengganggu atau membahayakan sang ibu maupun janin dalam kandungannya.

Interaksi obat Kendaron dengan obat lain

  • Obat yang menimbulkan aritmia.
  • Beta blocker, yaitu obat untuk mengatasi beragam penyakit jantung termasuk tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOI), yakni kelompok obat yang digunakan untuk mengatasi depresi.
  • Laksatif (obat pencahar).
  • Obat yang dapat menyebabkan bradikardia (detak jantung lambat di bawah normal).

Penggunaan obat Kendaron dengan obat-obatan di atas bisa meningkatkan kadar serum digoksin dan menghambat metabolisme warfarin. Itu sebabnya, beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan ketika Anda berkonsultasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Team, C. (n.d.). Kendaron. Retrieved August 10, 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/kendaron?type=brief&lang=id

Kendaron: PIO nas. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from http://pionas.pom.go.id/obat/kendaron

Heart arrhythmia. (2020, August 09). Retrieved August 10, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668

Ventricular fibrillation. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/ventricular-fibrillation

Ventricular tachycardia. (2020, October 30). Retrieved August 10, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-tachycardia/symptoms-causes/syc-20355138


Artikel Terkait


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 24/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.