home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

Obat paracetamol biasa digunakan untuk menurunkan demam, meredakan gejala flu dan pilek, hingga menyembuhkan sakit kepala dan sakit gigi. Namun sama seperti obat-obatan medis lain, paracetamol juga mungkin menimbulkan risiko efek samping tertentu. Apa saja efek samping paracetamol yang bisa muncul?

Tidak semua orang boleh minum paracetamol, lho!

Paracetamol termasuk obat pereda nyeri yang umumnya aman digunakan oleh segala kalangan, termasuk wanita hamil dan ibu menyusui. Anak bayi mulai usia 2 bulan ke atas juga boleh minum paracetamol dosis rendah, sebagai alternatif ketimbang minum ibuprofen.

Namun jika Anda memiliki salah satu atau lebih dari masalah berikut, dokter biasanya tidak akan menganjurkan Anda untuk pakai paracetamol:

  • Memiliki penyakit hati atau ginjal.
  • Peminum alkohol berat.
  • Memiliki berat badan sangat rendah.
  • Memiliki alergi paracetamol.

Selain itu jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain tertentu, dokter mungkin akan menganjurkan pereda nyeri lainnya yang lebih aman.

Apa saja efek samping paracetamol?

Efek samping paracetamol sebenarnya termasuk jarang terjadi, tetapi bisa saja menimbulkan:

  • Reaksi alergi. Reaksi ini bisa menimbulkan kulit ruam atau pembengkakan. Satu dari 100 orang bisa mengalami kondisi ini.
  • Tekanan darah rendah dan detak jantung cepat. Seringnya ini terjadi pada paracetamol yang diberikan dalam bentuk suntikan di rumah sakit.
  • Gangguan darah. Contohnya trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah). Efek ini termasuk jarang terjadi. Hsanya atu dari 1000 orang berisiko mengalami kondisi ini.
  • Gangguan pada hati dan ginjal. Kerusakan hati dan ginjal bisa terjadi jika Anda meminum atau menggunakan terlalu banyak dosis paracetamol. Ini adalah efek samping yang paling parah.
  • Gejala overdosis obat. Parasetamol aman jika digunakan sesuai petunjuk dosis. Namun, karena obat ini umum diolah ke dalam banyak obat lainnya, Anda berisiko mengonsumsi dosis terlalu banyak tanpa menyadarinya. Gejalanya mulai dari, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, keringat berlebihan, nyeri perut, terasa sangat lelah, mata keruh atau menguning, urin berwarna sangat gelap.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NHS. 2016. Paracetamol. [Online] Tersedia pada: https://www.nhs.uk/conditions/paracetamol/ (Diakses 20 Agustus 2018)

WebMD. Tanpa tahun. Paracetamol Tablet. [Online] Tersedia pada: https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details (Diakses 20 Agustus 2018)

Cancer Research UK. 2015. Side Effects of Paracetamol. [Online] Tersedia pada: https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/cancer-drugs/drugs/paracetamol/side-effects (Diakses 20 Agustus 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 02/12/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x