backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti · Tanggal diperbarui 19/07/2022

Apa Saja Efek Samping dari Paracetamol?

Obat paracetamol biasanya digunakan untuk menurunkan demam, meredakan gejala flu dan pilek, hingga menyembuhkan sakit kepala dan sakit gigi. Namun sama seperti obat-obatan medis lain, paracetamol juga mungkin menimbulkan risiko efek samping tertentu.

Apa saja efek samping paracetamol yang bisa muncul?

Berbagai efek samping paracetamol

Bisa dikatakan bahwa paracetamol sangat jarang menimbulkan efek samping jika Anda mengonsumsinya dengan dosis yang tepat.

Namun, pada beberapa kasus, efek samping bisa saja terjadi pada orang-orang dengan masalah kesehatan tertentu atau kondisi lainnya.

Untuk itu, segera beri tahu dokter jika Anda merasakan salah satu atau beberapa efek samping di bawah ini.

Efek samping ringan

efek samping ringan paracetamol

Terdapat beberapa efek samping ringan yang bisa terjadi, tetapi pada dasarnya efek samping ringan ini masih bisa dikendalikan.

Berikut ini efek samping paracetamol yang tergolong ringan.

Meskipun efek samping paracetamol di atas terbilang ringan, Anda tetap tidak boleh menyepelekannya. Hubungi dokter segera jika efek samping masih terasa hinggga beberapa hari ke depan, sebab ini artinya Anda memerlukan perhatian medis.

Efek samping berat

Jika efek samping paracetamol sebelumnya masih dapat Anda atasi ataupun dikendalikan, tidak dengan efek samping berat seperti berikut ini.

Anda benar-benar harus mendapatkan perhatian medis segera agar efek samping berikut tidak bertambah parah.

  • Reaksi alergi. Reaksi ini bisa menimbulkan kulit ruam atau pembengkakan. Satu dari seratus orang bisa mengalami efek samping ini.
  • Tekanan darah rendah dan detak jantung cepat. Umumnya ini terjadi pada pasien yang mendapatkan paracetamol melalui suntikan di rumah sakit.
  • Gangguan darah seperti trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah). Efek ini termasuk jarang terjadi. Hanya satu dari 1.000 orang berisiko mengalami kondisi ini.
  • Gangguan pada hati dan ginjal. Kerusakan hati dan ginjal bisa terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi paracetamol. Ini merupakan efek samping yang paling parah.
  • Overdosis parasetamol yang ditandai dengan mual, muntah, tidak enak badan, dan sakit perut.

Sebenarnya, paracetamol aman jika digunakan sesuai petunjuk dosis. Namun, karena demam tidak turun ataupun nyeri tidak kunjung hilang, beberapa orang mungkin memutuskan untuk menggandakan dosisnya agar panas atau nyerinya hilang.

Apakah setiap orang bisa mengalami efek samping ini?

efek samping berat paracetamol

Setiap obat pastinya memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping paracetamol pun bisa terjadi pada siapa pun yang menggunakannya.

Efek yang tidak diinginkan biasanya muncul pada orang dengan kondisi atau masalah kesehatan tertentu. Selain itu, penggunaan parasetamol bersamaan dengan obat atau makanan lain juga bisa menjadi penyebabnya.

Maka dari itu, dokter biasanya tidak akan menganjurkan konsumsi parasetamol jika Anda memiliki salah satu atau beberapa dari kondisi berikut.

  • Memiliki penyakit hati atau ginjal.
  • Peminum alkohol berat.
  • Memiliki berat badan sangat rendah.
  • Memiliki alergi paracetamol.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan dengan kandungan lainnya yang mirip parasetamol.

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa ada banyak obat dengan merek yang berbeda yang mengandung paracetamol.

Oleh sebab itu, Anda harus waspada akan efek sampingnya dan jangan sampai mengonsumsinya lebih dari dosis harian yang dianjurkan.

Selain itu, beri tahu dokter jika Anda memiliki salah satu atau beberapa masalah kesehatan yang bisa meningkatkan risiko efek samping paracetamol.

Dokter dapat menyesuaikan atau bahkan membatasi dosis parasetamol berdasarkan kondisi dan kebutuhan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti · Tanggal diperbarui 19/07/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan