home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sulfamethoxazole

Kegunaan|Dosis|Efek Samping|Peringatan dan Perhatian|Interaksi Obat|Overdosis
Sulfamethoxazole

Kegunaan

Untuk apa sulfametoksazol?

Sulfametoksazol atau sulfamethoxazole adalah obat antibiotik sulfonamida yang berfungsi mengobati infeksi bakteri. Beberapa jenis infeksi bakteri yang dapat diatasi dengan obat ini adalah:

Cara kerja obat antibiotik ini adalah dengan menghentikan perkembangan bakteri di dalam tubuh.

Obat antibiotik ini hanya ditujukan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Maka itu, obat ini tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi virus dan jamur.

Biasanya, penggunaan sulfametoxazole dikombinasikan dengan antibiotik lainnya, yaitu trimethoprim. Kombinasi sulfametoksazol dan trimethoprim ini bisa ditemukan dalam beberapa merek dagang obat, seperti Sanprima.

Bagaimana cara penggunaan sulfametoksazol?

Berikut adalah aturan pakai obat sulfamethoxazole yang perlu Anda perhatikan:

  • Obat ini harus diminum saat perut kosong (satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan).
  • Untuk sulfametoksazol dalam bentuk tablet, usahakan untuk tidak menggerus atau menghancurkan tablet. Hal ini dikarenakan obat yang digerus tanpa instruksi dokter dapat memengaruhi kinerja obat tersebut.
  • Untuk sulfametoksazol sirup, pastikan Anda mengocok botol obat sebelum diminum. Gunakan obat ini dengan sendok takar yang telah disediakan di dalam kemasan obat. Hindari menggunakan sendok rumahan, seperti sendok makan atau sendok teh.
  • Untuk menyembuhkan infeksi bakteri secara menyeluruh, lanjutkan penggunaan obat ini hingga habis meski Anda sudah merasa lebih baik sebelum obat habis. Jika Anda berhenti menggunakan obat antibiotik terlalu cepat, kemungkinan infeksi dapat kembali kambuh.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Apabila kondisi Anda semakin memburuk atau tidak menunjukkan adanya perubahan, segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Perhatikan tata cara penyimpanan obat ini:

  • Sulfametoksazol atau sulfamethoxazole adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, sekitar 20 hingga 25 derajat Celsius.
  • Jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.
  • Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Jangan menyiram obat ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis sulfametoksazol untuk orang dewasa?

Menurut MIMS, berikut adalah dosis sulfamethoxazole yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

  • Dosis awal: 2 gram, diikuti dengan 1 gram sebanyak 2 kali sehari
  • Infeksi parah: 1 gram sebanyak 3 kali sehari

Bagaimana dosis sulfametoksazol untuk anak-anak?

Dosis sulfamethoxazole yang direkomendasikan untuk anak-anak adalah sebagai berikut:

  • Dosis awal: 50-60 mg/kg berat badan
  • Dosis lanjutan: 25-30 mg/kg berat badan sebanyak 2 kali sehari
  • Dosis maksimal harian sulfamethoxazole adalah 75 mg/kg berat badan anak

Dalam dosis dan bentuk apakah obat ini tersedia?

Sulfametoksazol tersedia dalam bentuk sirup, tablet, dan injeksi.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena sulfametoksazol?

Tidak berbeda jauh dengan obat-obatan pada umumnya, sulfamethoxazole adalah obat yang berisiko menimbulkan efek samping.

Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya.

Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda.

Berikut adalah daftar efek samping yang dapat terjadi:

  • mual
  • muntah
  • nafsu makan menurun
  • reaksi alergi

Pada kasus yang lebih parah dan jarang terjadi, kemungkinan akan timbul efek samping berikut:

  • sakit perut parah
  • diare
  • mata dan kulit menguning
  • kejang
  • nyeri otot yang tidak biasa
  • urine berkurang atau bertambah
  • lebih sering merasa haus

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan sulfametoksazol?

Sebelum mengonsumsi sulfametoksazol, perhatikan hal-hal berikut:

Obat-obatan dan penyakit tertentu

Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan sulfametoksazol.

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama sulfametoksazol dan antibiotik lainnya.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi Obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan sulfametoksazol?

Sulfametoksazol atau sulfamethoxazole adalah obat yang dapat berinteraksi dengan obat lain yang sedang Anda konsumsi. Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Maka itu, pastikan Anda menyimpan daftar semua produk yang Anda gunakan, termasuk obat-obata resep, nonresep, suplemen, serta obat herbal.

Obat-obatan berikut mungkin dapat memicu terjadinya interaksi dengan sulfametoksazol:

  • phenytoin
  • methotrexate
  • warfarin
  • acenocoumarol
  • sulphonylurea

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan sulfametoksazol?

Obat-obatan tertentu, termasuk sulfametoksazol, tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beritahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • gangguan ginjal atau hati yang parah
  • gangguan darah
  • alergi sulfonamida
  • alergi antibiotik tertentu
  • porfiria

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis akibat sulfametoksazol, hubungi ambulans (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sulfamethoxazole – MIMS. (2020). Retrieved May 6, 2020, from https://www.mims.com/malaysia/drug/info/sulfamethoxazole?mtype=generic

Sulfamethoxazole – PubChem. (n.d.). Retrieved May 6, 2020, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Sulfamethoxazole

Sulfamethoxazole – Kaiser Permanente. (2020). Retrieved May 6, 2020, from https://wa.kaiserpermanente.org/kbase/topic.jhtml?docId=hn-1503009

Multum, C. (2019). Sulfamethoxazole and trimethoprim – Drugs.com. Retrieved May 6, 2020, from https://www.drugs.com/mtm/sulfamethoxazole-and-trimethoprim.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 16/03/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team