Entrostop

Entrostop

Entrostop adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare beserta gejalanya.

Saat mengalami diare, frekuensi buang air besar akan meningkat dan tekstur feses pun menjadi lebih encer atau tidak berampas.

Entrostop membantu memperbaiki konsistensi feses yang encer. Obat ini biasanya dijual bebas tanpa memerlukan resep dokter.

Golongan obat: antidiare

Kandungan obat: attapulgite dan pectin

Apa itu Entrostrop?

Dua komponen utama yang terkandung dalam obat diare ini adalah activated colloidal attapulgite dan pektin.

Atapulgit atau disebut juga palygorskite berfungsi untuk menyerap racun dan mengikat bakteri di perut serta saluran pencernaan yang menjadi penyebab diare.

Sementara itu, pektin adalah serat larut yang biasanya terkandung pada sayur dan buah seperti apel dan buah-buahan sitrus.

Selain itu, serat larut dikenal sebagai prebiotik, sumber makanan baik bagi usus Anda.

Oleh karena itu, kandungan attapulgite dan pectin pada Entrostop memiliki peranan penting dalam memperbaiki kerja usus.

Hasilnya, Entrostop dapat meringankan gejala diare seperti memadatkan feses serta mengurangi frekuensi buang air besar.

Sediaan dan dosis Entrostop

entrostop

Entrostop dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Gunakan dengan mengikuti aturan minum obat yang tertera di kemasan.

Berikut dosis penggunaan Entrostop sesuai sediaannya.

Entrostop tablet

Tersedia dalam box berisi 2 blister. Masing-masing berisi 12 tablet.

Setiap tablet mengandung activated colloidal attapulgite (650 gram) dan pectin (50 gram).

Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun: 2 tablet setiap setelah buang air besar, maksimum 12 tablet/24 jam.

Entrostop herbal anak

Tersedia dalam box berisi 6 saset berbentuk sirup. Mengandung ekstrak daun teh, daun jambu biji, jahe dan kunyit.

Dosis untuk anak usia 6 – 12 tahun adalah 1 saset, dikonsumsi sebanyak 3 kali sehari. Obat ini tidak dianjurkan untuk anak usia 5 tahun ke bawah.

Perlu Anda ketahui, obat ini bukanlah pengganti oralit.

Pastikan Anda tetap memenuhi asupan cairan dengan banyak minum cairan atau oralit guna mencegah dehidrasi selama diare.

Jika diare tidak kunjung membaik selama 48 jam, segeralah berkonsultasi ke dokter karena obat ini tidak boleh diminum lebih dari dua hari.

Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Efek samping Entrostop

Tiap obat pasti memiliki efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Efek samping yang paling umum dari obat antidiare adalah konstipasi atau sulit buang air besar.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan dapat memicu reaksi lainnya, seperti:

  • perut kembung,
  • sakit perut, dan
  • mual.

Apabila Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaktik) pada obat ini, segera cari pertolongan medis.

Gejala reaksi alergi dapat berupa:

  • gatal-gatal,
  • kesulitan bernapas, dan
  • pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping dengan tingkat keparahan yang tinggi.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, segera berkonsultasi ke dokter atau apoteker Anda.

Apakah aman untuk ibu hamil dan menyusui?

entrostop

Keamanan pemakaian obat Entrostop untuk ibu hamil dan menyusui belum diketahui dengan jelas.

Pasalnya, sampai saat ini tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Apabila sering mengalami konstipasi selama kehamilan, Anda mungkin perlu mempertimbangkannya sebelum mengonsumsi obat ini.

Oleh karena itu, selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi obat Entrostop dengan obat lain

Interaksi obat dapat mengubah kinerja entrostop atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Kandungan attapulgite pada Entrostop sangat mungkin menghalangi penyerapan obat lain dalam tubuh.

Penggunaan obat dengan kandungan pektin bersamaan dengan makanan atau suplemen yang mengandung beta-karoten dapat mengurangi lebih dari 50% kadar beta-karoten dalam darah.

Untuk itu, catat semua produk obat-obatan yang Anda gunakan, termasuk suplemen dan obat herbal.

Jika Anda mengonsumsi obat lain, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk memastikan kapan waktu yang tepat untuk meminumnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 09/08/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan