home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Amiodarone

Amiodarone

Amiodarone adalah obat untuk aritmia, kondisi yang menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Aritmia terjadi akibat masalah pada aktivitas kelistrikan jantung. Meski tidak selalu berbahaya, aritmia bisa jadi peringatan adanya penyakit jantung yang perlu ditangani segera, salah satunya dengan minum obat ini. Yuk, kenali lebih dalam obat untuk gangguan ritme jantung ini!

Golongan obat: Antiaritmia golongan III.

Merek dagang Amiodarone: Azoran, Lamda, Cordarone, Rexidron, Cortifib, Tiaryt, dan Kendaron.

Apa itu obat Amiodarone?

Amiodarone atau amiodaron adalah obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis aritmia (gangguan irama jantung) serius, seperti persisten fibrilasi ventrikel dan takikardi ventrikel.

Fibrilasi ventrikel merupakan kondisi ventrikel yang bergetar tapi tidak mampu memompa darah ke tubuh karena sinyal listrik pada otot jantung yang bermasalah. Kondisi ini menyebabkan sesak napas akut, pingsan, bahkan henti jantung.

Sementara takikardi ventrikel adalah kondisi jantung berdenyut sangat cepat, lebih dari 100 denyut per menit akibat sinyal listrik yang abnormal di ventrikel. Orang dengan penyakit ini merasa pusing, sesak napas, nyeri dada, dan kadang bisa menyebabkan henti jantung.

Fungsi dari obat Amiodrone adalah mengembalikan denyut jantung normal dan mempertahankan detak jantung yang stabil. Caranya yakni dengan menghalangi sinyal-sinyal listrik tertentu pada jantung yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur.

Dosis Amiodarone

Infeksi silang dari infus

Aritmia supraventrikular dan aritmia ventrikel

  • Dewasa: Pada penggunaan awal, dosisnya 5 mg/kg melalui infus selama 20-120 menit. Pemberian obat ini dapat diulangi hingga 1.200 mg (kira-kira 15 mg/kg) per 24 jam, dengan kecepatan infus disesuaikan berdasarkan respons klinis. Untuk kasus darurat, 150-300 mg melalui injeksi lambat selama 3 menit, dapat diulang setidaknya 15 menit setelah dosis pertama.
  • Lansia: Gunakan dosis efektif minimum.

Takikardia ventrikel tanpa nadi dan fibrilasi ventrikel (injeksi)

  • Dewasa: Untuk resusitasi jantung paru pada kasus yang resisten terhadap defibrilasi, dosis awal adalah 300 mg (atau 5 mg/kg) melalui injeksi cepat. Tambahan 150 mg (atau 2,5 mg/kg) dapat diberikan jika fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikel tanpa nadi berlanjut.

Aritmia supraventrikular dan aritmia ventrikel (oral)

  • Dewasa: Awalnya, 200 mg sebanyak 3 kali sehari selama 1 minggu kemudian dikurangi menjadi 200 mg tiap dua hari selama seminggu lagi. Pemeliharaan: 200 mg setiap hari berdasarkan respons pasien.
  • Lansia: Gunakan dosis efektif minimum.

Aturan pakai Amiodarone

obat nyeri saat hamil

Minumlah obat ini sekali atau tiga kali sehari, atau sesuai dengan aturan minum obat dari dokter. Anda dapat mengonsumsi obat ini dengan atau tanpa makanan, tetapi penting untuk memilih salah satu cara dan minum obat ini dengan cara yang sama setiap dosisnya.

Biasanya, untuk dosis tinggi dianjurkan untuk menggunakan obat beramaan dengan makanan. Tujuannya, untuk mengurangi risiko sakit perut atau gangguan pencernaan lainnya.

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respon Anda terhadap pengobatan. Dokter Anda mungkin mengarahkan Anda untuk memulai penggunaan obat ini dengan dosis yang lebih tinggi dan secara bertahap akan mengurangi dosis.

Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, baik melebihi dosis atau atau melebihi lama waktu yang disarankan. Jangan berhenti minum obat ini atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu.

Sementara untuk Amiodarone bentuk injeksi, pada infus awal perlu diencerkan dengan 250 mL larutan dekstrosa 5%, kemudian 500 mL larutan dekstrosa 5% untuk infus berikutnya. Aturan ini berlaku untuk penderita Aritmia supraventrikular dan ventrikel.

Takikardia ventrikel tanpa denyut atau fibrilasi ventrikel yang resisten terhadap defibrilasi, tim medis akan mengencerkan dosis yang diperlukan dengan 20 mL larutan dekstrosa 5 persen.

Obat injeksi ini tidak cocok bisa dicampurkan dengan larutan NaCl 0,9%, aminofilin, sefamandole nafat, cefazolin, mezlocillin, heparin, dan Na bikarbonat.

Efek samping Amiodarone

Pingsan hilang kesadaran

Efek samping berat

  • Pola denyut jantung tidak teratur yang semakin memburuk.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan; lebih cepat, melambat, atau jantung berdebar.
  • Merasa seperti akan pingsan.
  • Suara mengi, batuk, nyeri dada (angina), kesulitan bernapas, batuk darah.
  • Penglihatan kabur, kehilangan penglihatan, sakit kepala atau nyeri di belakang mata Anda, kadang-kadang muntah.
  • Merasa sesak napas, bahkan dengan aktivitas ringan, pembengkakan, kenaikan berat badan yang cepat.
  • Penurunan berat badan, rambut menipis, merasa terlalu panas atau terlalu dingin, meningkatnya berkeringat, periode menstruasi yang tidak teratur, pembengkakan di leher (gondok).
  • Mati rasa, rasa terbakar, nyeri, atau kesemutan di tangan atau kaki.
  • Mual, sakit perut, demam, kehilangan nafsu makan, urin gelap, tinja seperti tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata).

Efek samping ringan

  • Merasa pusing atau lelah.
  • Mual, muntah, sakit perut, sembelit, kehilangan nafsu makan.
  • Masalah tidur (insomnia).
  • Lemah, kurangnya koordinasi.
  • Kulit terasa hangat, kesemutan, atau timbul kemerahan di bawah kulit.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu saat menggunakan obat anti-aritmia ini, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat Amiodarone

dokter

Kontradiksi obat Amidarone

  • Sinus bardikardia.
  • Blok jantung sinoatrial.
  • Gangguan konduksi berat, misalnya blok AV derajat tinggi, blok bifascicular atau trifascicular, tanpa adanya alat pacu jantung.
  • Syok kardiogenik.
  • Hipotensi berat.
  • Gagal napas berat
  • Disfungsi tiroid.
  • Hipersensitivitas terhadap yodium
  • Pernah menjalani operasi laser refraktif kornea.
  • Memiliki kardiomiopati atau gagal jantung.
  • Sedang menyusui.

Perhatian khusus pada kondisi tertentu

  • Pasien dengan gagal jantung laten atau manifes.
  • Pengguna defibrilator kardioverter implan atau alat pacu jantung.
  • Pengidap kardiomiopati dekompensasi.
  • Penderita hipotensi.
  • Pasien yang menjalani operasi.
  • Lansia.
  • Ibu hamil

Cara menyimpan obat Amiodarone

  • Simpan obat amiodarone di tempat dengan suhu ruang. Jangan di tempat yang terlalu dingin atau terlalu panas.
  • Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari atau cahaya langsung.
  • Tidak menaruh obat ini dekat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Hindari menyimpan obat ini di dalam kamar mandi atau tempat-tempat lembap.
  • Jangan pula menyimpan obat ini hingga membeku di dalam freezer.
  • Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.
  • Selalu perhatikan aturan penyimpanan obat yang tertera pada kemasan.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet. Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Apakah obat Amiodarone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

amankan obat amiodaron atau amiodarone untuk ibu hamil?

Mengonsumsi obat ini saat hamil dapat menimbulkan masalah kesehatan serius pada janin, atau dapat menyebabkan masalah pada kelenjar tiroid sang bayi saat baru lahir.

Amiodarone mungkin akan berdampak buruk pada perkembangan anak, baik itu pergerakan, cara berbicara, atau bahkan kemampuan akademis. Beri tahukan kepada dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA), yakni ada bukti positif dari risiko.

Sementara itu, untuk ibu menyusui, sebaiknya tidak menyusui saat sedang mengonsumsi obat ini atau beberapa bulan setelah berhenti menggunakan obat ini. Amiodaron membutuhkan waktu yang lebih lama untuk benar-benar dibersihkan dari dalam tubuh Anda.

Tanyakan kepada dokter bagaimana cara memberi makan pada bayi Anda jika Anda memang terpaksa harus mengonsumsi obat ini. Amiodaron dapat masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi Anda. Jangan gunakan obat ini saat Anda sedang menyusui bayi.

Interaksi obat Amiodarone dengan obat lain

interaksi obat amiodaron

Menurut MedlinePlus, di bawah ini adalah daftar obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan amiodaron.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Selain itu, hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Amiodarone: Medlineplus drug information. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a687009.html

Amiodarone uses, Dosage & side effects. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from https://www.drugs.com/amiodarone.html#dosage

Heart arrhythmia. (2020, August 09). Retrieved August 10, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668

Ventricular fibrillation. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/ventricular-fibrillation

Ventricular tachycardia. (2020, October 30). Retrieved August 10, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-tachycardia/symptoms-causes/syc-20355138

Team, C. (n.d.). Amiodarone. Retrieved August 11, 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/amiodarone?mtype=generic

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 24/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.