Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Daklatasvir (Daclatasvir)

Daklatasvir (Daclatasvir)

Daclatasvir atau daklatasvir merupakan salah satu obat antivirus yang digunakan dengan kombinasi obat lainnya untuk mengobati infeksi hepatitis C pada orang dewasa.

Golongan obat: antihepatitis

Merek dagang daclatasvir: Dasvir 30, Dasvir 60, Natdac 30, Natdac 60, MyDekla 30, MyDekla 60

Apa itu obat daclatasvir?

Daclatasvir adalah obat antivirus yang digunakan untuk mengobati infeksi virus hepatitis C.

Penyakit hepatitis C merupakan penyakit liver yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Infeksi HCV memicu peradangan dan gangguan fungsi hati.

Obat ini bekerja dengan menurunkan jumlah virus hepatitis C, terutama genotipe 1, 3, dan 4, sekaligus menghilangkan virus dari dalam darah pada jangka waktu tertentu.

Daklatasvir harus selalu digunakan bersama obat lain dan tidak bisa bekerja sendirian sebagai obat tunggal dalam pengobatan penyakit hepatitis.

Umumnya, obat daclatasvir digunakan bersama obat-obatan berikut.

  • Sofosbuvir untuk infeksi virus hepatitis genotipe 1 dan 3.
  • Penginterferon alfa dan ribavirin: untuk virus hepatitis genotipe 4.

Karena daclatasvir tergolong obat keras, penggunaan obat untuk mencegah kegagalan fungsi hati ini harus Anda peroleh dengan resep dokter.

Dosis daklatasvir

Daclatasvir tersedia dalam bentuk tablet salut selaput 30 mg dan 60 mg untuk diminum. Obat ini dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Dosis daklatasvir untuk orang dewasa yang dianjurkan yakni 60 mg sebanyak satu kali sehari. Di samping itu, obat hepatitis ini juga harus digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya.

Selain genotipe virus HCV, kombinasi daklatasvir dan obat lain disesuaikan dengan ada-tidaknya sirosis hati serta tingkat keparahan penyakit yang dinilai dengan skor Child-Pugh (CP).

Skor Child-Pugh berkisar dari tingkat keparahan yang paling ringan hingga paling berat, yakni CP A, CP B, dan CP C.

Dosis daklatasvir untuk HCV genotipe 1 dan 4

  • Tanpa sirosis: daklatasvir + sofosbuvir selama 12 minggu.
  • Dengan sirosis CP A atau B: daklatasvir + sofosbuvir + ribavirin selama 12 minggu atau daklatasvir + sofosbuvir (tanpa ribavirin) selama 24 minggu.
  • Dengan sirosis CP C: daklatasvir + sofosbuvir +/- (dengan atau tanpa) ribavirin selama 24 minggu.

Dosis daklatasvir untuk HCV genotipe 3

  • Tanpa sirosis: daklatasvir + sofosbuvir selama 12 minggu.
  • Dengan sirosis: daklatasvir + sofosbuvir +/- ribavirin selama 24 minggu.

Dosis daklatasvir untuk HCV pascatransplantasi hati

  • Tanpa sirosis: daklatasvir + sofosbuvir + ribavirin selama 12 minggu.
  • Dengan sirosis CP A atau B: daklatasvir + sofosbuvir + ribavirin selama 12 minggu (untuk genotipe 1 dan 4) dan daklatasvir + sofosbuvir +/- ribavirin selama 24 minggu (untuk genotipe 3).
  • Dengan sirosis CP C: daklatasvir + sofosbuvir +/- ribavirin selama 24 minggu.

Pasien lansia berusia di atas 65 tahun dan orang dengan gangguan fungsi organ ginjal tidak memerlukan penyesuaian dosis daclatasvir.

Sementara itu, obat ini tidak boleh diberikan untuk anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun karena belum diuji efektivitasnya.

Aturan pakai daklatasvir

aturan minum obat

Ikuti anjuran dokter atau petugas medis yang merawat Anda selama menggunakan daclatasvir.

Minum obat sesuai dosis yang diresepkan dokter. Hal ini bertujuan supaya pengobatan efektif dan untuk mengurangi perkembangan resistensi tubuh terhadap obat.

Daklatasvir tersedia dalam bentuk tablet salut selaput yang diminum dengan bantuan air. Anda bisa meminum obat ini sebelum atau setelah makan.

Pastikan Anda juga memperhatikan kombinasi obat-obatan lain yang juga diresepkan dokter.

Obat-obat ini bekerja lebih baik saat jumlahnya di dalam tubuh berada dalam level konstan. Maka dari itu, minumlah obat antivirus ini pada waktu yang sama setiap hari.

Jangan meminum lebih banyak atau sedikit dari yang dokter resepkan. Lanjutkanlah obat ini hingga Anda mendapatkan saran lebih lanjut dari dokter.

Berhati-hatilah untuk tidak melewatkan dosis yang telah dianjurkan. Selain itu, jangan berhenti minum obat tanpa anjuran dokter karena hal ini akan menyebabkan penyakit hepatitis bertambah parah.

Konsultasikanlah dengan dokter untuk memperoleh saran penggunaan obat yang tepat.

Efek samping daclatasvir

sakit kepala akibat daclatasvir

Daklatasvir mungkin menimbulkan efek samping seperti halnya obat-obatan lain. Akan tetapi, tidak semua orang akan mengalaminya.

Kombinasi dengan obat lain, seperti sofosbuvir dan ribavirin, juga bisa menimbulkan efek samping umum hingga tidak umum seperti berikut ini.

Efek samping umum

Penggunaan obat daclatasvir mungkin menimbulkan sejumlah efek samping umum yang meliputi:

  • anemia,
  • pusing,
  • sakit kepala,
  • kelelahan,
  • sulit tidur,
  • sakit perut,
  • mual dan muntah,
  • diare, serta
  • nyeri sendi dan otot.

Efek samping tidak umum

Segera hubungi dokter bisa Anda mengalami gejala efek samping yang tidak umum, seperti:

  • detak jantung sangat lambat,
  • nyeri dada,
  • sesak napas,
  • kebingungan,
  • gangguan memori,
  • kelelahan ekstrem, dan
  • pusing seperti mau pingsan.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Namun, mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan dalam daftar di atas.

Selain itu, segera cari bantuan medis bila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal, sulit bernapas, serta pembengkakan pada wajah, lidah, atau tenggorokan.

Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, lebih baik konsultasikan dengan dokter atau petugas medis yang merawat Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat daklatasvir

Sebelum memberikan obat daclatasvir, dokter atau petugas medis akan bertanya terkait gejala dan riwayat kesehatan yang Anda alami.

Di samping itu, beri tahukan dokter Anda bila mengalami beberapa kondisi berikut.

  • Menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi (hipersensitivitas) terhadap daclatasvir atau kandungan lain dari obat ini.
  • Pernah atau sedang mengalami penyakit hepatitis B, penyakit jantung, atau diabetes.
  • Pernah menjalani prosedur transplantasi hati.
  • Sedang menggunakan obat resep dan nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal, seperti rifampisin, karbamazepin, deksametason, dan St. John’s wort.
  • Sedang dalam kondisi hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui saat menggunakan obat daclatasvir.

Apabila Anda tidak bisa memastikan kondisi tersebut, lebih baik konsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Obat tablet ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus. Daclatasvir baik disimpan dalam suhu ruangan berkisar 25℃ yang jauh dari cahaya langsung.

Perhatikan instruksi penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk. Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Apakah obat daclatasvir aman untuk ibu hamil dan menyusui?

kehamilan dengan penyakit jantung

Beri tahu dokter bila Anda sedang hamil, berkemungkinan hamil, atau berencana hamil.

Daklatasvir tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Guna mencegah kehamilan, gunakan kontrasepsi yang efektif selama pengobatan dan lima minggu setelahnya.

Obat ini juga digunakan bersama dengan ribavirin yang berpotensi membahayakan janin Anda. Maka dari itu, sebaiknya pertimbangkan untuk tidak hamil selama perawatan.

Tidak diketahui apakah daclatasvir dapat masuk ke dalam ASI. Oleh sebab itu, dokter juga menyarankan ibu menyusui untuk tidak memberikan ASI selama penggunaan obat ini.

Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko dari daclatasvir.

Interaksi dengan obat lain

doksisiklin

Interaksi daklatasvir dengan obat lain bisa memengaruhi cara kerja obat tersebut. Hal ini juga akan meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Berikut beberapa jenis obat yang berpotensi menimbulkan interaksi dengan daclatasvir.

  • Fenitoin, karbamazepin, okskarbazepin, dan fenobarbital yang digunakan untuk mengobati kejang epilepsi.
  • Rifampisin, rifabutin, atau rifapentin sebagai antibiotik untuk mengobati tuberkulosis.
  • Deksametason sebagai steroid untuk mengobati penyakit alergi dan peradangan.
  • Obat yang mengandung bahan herbal, seperti St. John’s wort (Hypericum perforatum).

Selain dari daftar di atas, masih ada obat-obatan lain yang bisa berinteraksi dengan daklatasvir dan mungkin belum tercantum.

Maka dari itu, konsultasikan dengan dokter terkait produk yang sedang Anda gunakan, baik itu obat-obatan resep, nonresep, suplemen, vitamin, maupun produk herbal.

Daclatasvir merupakan obat yang digunakan untuk penanganan hepatitis C bersama dengan kombinasi obat-obatan lainnya.

Untuk mengurangi risiko efek samping, konsultasikan dengan dokter terkait riwayat medis dan pengobatan yang Anda lakukan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cek Produk BPOM. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2020). Retrieved 24 February 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/n4s9ch131mqotenp38pfcke5f7/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/daclatasvir

Daklatasvir. Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2015). Retrieved 24 February 2022, from https://pionas.pom.go.id/nama-generic/daklatasvir

Daklinza (daclatasvir). European Medicines Agency. (2017). Retrieved 24 February 2022, from https://www.ema.europa.eu/en/documents/product-information/daklinza-epar-product-information_en.pdf

Daklinza (daclatasvir) – Summary of Product Characteristics (SmPC). European Medicines Agency. (2017). Retrieved 24 February 2022, from https://www.ema.europa.eu/en/documents/overview/daklinza-epar-summary-public_en.pdf

Daclatasvir. Drugs.com. Retrieved 24 February 2022, from https://www.drugs.com/mtm/daclatasvir.html

Daclatasvir Pregnancy and Breastfeeding Warnings. Drugs.com. Retrieved 24 February 2022, from https://www.drugs.com/pregnancy/daclatasvir.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Apr 04
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.