Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Remifentanil

Remifentanil

Operasi pembedahan menyebabkan rasa nyeri baik saat pembedahan berlangsung atau sesudahnya. Guna meredakan nyeri tersebut dokter akan memberikan obat khusus yang disebut remifentanil. Obat ini tidak bisa Anda gunakan secara sembarangan, karena hanya boleh diberikan oleh dokter. Kenali lebih dalam mengenai kegunaan hingga efek samping dari penggunaan obat ini.

Golongan obat: Obat antinyeri golongan opioid

Merek dagang: Remikaf

Apa itu obat remifentanil?

Infeksi silang dari infus

Remifentanil adalah obat pereda nyeri golongan opioid. Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati sekaligus mencegah rasa sakit selama dan setelah operasi atau prosedur medis lainnya.

Obat ini hanya boleh digunakan jika diresepkan oleh dokter. Pemberian obatnya harus di bawah pengawasan dokter. Hal ini perlu dilakukan demi mencegah efek sampingnya yang berbahaya dan penyalahgunaan obat yang bisa menyebabkan kecanduan dan overdosis.

Dosis remifentanil

Operasi abses

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Obat ini tersedia dalam sediaan serbuk yang pemberian obatnya dilakukan oleh ahli anestesi. Dosis untuk obat ini adalah sebagai berikut.

Analgesik lewat infus

  • Dewasa: Sebagai komponen analgesik untuk perawatan anestesi yang dipantau: 0,5-1 mcg/kg selama 30-60 detik sebagai dosis tunggal yang diberikan 90 detik sebelum anestesi lokal, laju infus kontinu awal 0,1 mcg/kg/menit dimulai 5 menit sebelum anestesi lokal obat bius. Kecepatan infus dapat diturunkan menjadi 0,05 mcg/kg/menit setelah blok anestesi lokal dengan penyesuaian kecepatan 0,025 mcg/kg/menit pada interval 5 menit.
  • Lansia: Usia lebih dari 65 tahun Turunkan dosis awal dewasa sebesar 50% dengan titrasi hati-hati.

Analgesik lanjutan ke periode pasca operasi lewat infus

  • Dewasa: Awalnya, infus lanjutan 0,1 mcg/kg/mnt, dapat disesuaikan dengan peningkatan 0,025 mcg/kg/mnt setiap 5 menit untuk menyeimbangkan laju pernapasan dan tingkat analgesik.
  • Lansia: Usia lebih dari 65 tahun berikan dosis awal dewasa sebesar 50% dengan titrasi hati-hati.

Aturan pakai remifentanil

Obat pereda nyeri ini diberikan melalui infus ke pembuluh darah oleh tim medis yang bertugas. Obat diberikan secara perlahan melalui infus yang terhubung ke pompa yang akan melepaskan dosis obat secara tepat dan terus menerus selama ataupun setelah operasi.

Pernapasan, tekanan darah, kadar oksigen, dan tanda-tanda vital lainnya akan diawasi dengan ketat saat Anda menerima obat ini.

Efek samping remifentanil

jantung koroner bisa sembuh

Kunjungi dokter atau hubungi 112 jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Seperti obat-obatan opioid lainnya, remifentanil dapat memperlambat pernapasan Anda. Kematian dapat terjadi jika pernapasan menjadi terlalu lemah.

Efek samping obat pereda nyeri lainnya yang mungkin terjadi di antaranya:

Segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki gejala sindrom serotonin, seperti agitasi, halusinasi, demam, berkeringat, menggigil, kedutan, kehilangan koordinasi, mual, muntah, atau diare.

Efek samping yang serius lebih mungkin terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang kelebihan berat badan, kurang gizi, atau lemah.

Peringatan dan perhatian pakai obat remifentanil

cedera kepala berat

Remifentanil dapat memperlambat atau bahkan menghentikan pernapasan, dan mungkin membentuk kebiasaan baru. Penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan kecanduan, overdosis, hingga kematian.

Berikut ini adalah berbagai tanda yang ditunjukkan jika overdosis terjadi.

  • Mengantuk parah
  • Kelemahan otot
  • Detak jantung lambat
  • Pingsan
  • Bibir membiru
  • Kulit dingin dan lembap
  • Pernapasan berisik (mengi)
  • Pernapasan sangat lambat
  • Koma

Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi dengan obat-obatan yang mengandung opioid sebelumya.

Selain itu, beri tahu juga jika Anda memiliki kondisi atau masalah kesehatan berikut ini.

Apakah obatremifentanil aman untuk ibu hamil dan menyusui?

remifentanil untuk ibu hamil

Ibu hamil dan menyusui masuk dalam kategori orang-orang yang perlu pengawasan ketat dalam penggunaan obat ini.

Penggunaan obat dikhawatirkan bisa memberikan dampak negatif pada janin dalam kandungan atau mengalir ke ASI sehingga bisa menimbulkan efek samping pada bayi.

Jadi, beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan dalam waktu dekat, atau sedang menyusui. Dokter akan mempertimbangkan manfaat atau efek sampingnya terlebih dulu.

Interaksi obat remifentanil dengan obat lain

Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat berikut ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Team, C. by M. I. M. S. O. (n.d.). Remifentanil. Remifentanil: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution | MIMS Indonesia. Retrieved December 23, 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/remifentanil?mtype=generic

Cek produk BPOM – BPOM RI. (n.d.). Retrieved December 23, 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/k5c8f8n04ro65t2eeq79n83721/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/5/remifentanil

Remifentanil. remifentanil | Michigan Medicine. (n.d.). Retrieved December 23, 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/d04034a1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jan 17
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.