Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengulik Lebih Dalam Potensi Metformin Memperpanjang Usia

Mengulik Lebih Dalam Potensi Metformin Memperpanjang Usia

Obat metformin digunakan untuk pasien diabetes tipe 2. Saat ini, sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa metformin bisa digunakan untuk memperpanjang usia seseorang yang bukan pengidap diabetes. Lantas, bagaimana potensi dan cara kerjanya?

Sekilas tentang metformin

Metformin adalah obat diabetes yang membantu mengendalikan kadar gula darah atau glukosa.

Obat ini bekerja dengan cara memperbaiki resistensi insulin atau ketidakmampuan tubuh merespon hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel tubuh agar digunakan sebagai energi.

Obat ini juga bekerja untuk menekan produksi gula yang dihasilkan oleh hati.

Benarkah metformin untuk memperpanjang usia sudah terbukti?

Sudah bertahun-tahun metformin diteliti untuk memperpanjang usia.

Potensi metformin yang satu ini berasal dari cara kerjanya yang mengaktifkan enzim bernama AMP-activated protein kinase (AMPK) di dalam tubuh.

Enzim ini terkenal menjadi kunci penting untuk mencegah penuaan pada tubuh. AMPK bekerja dengan cara sebagai berikut.

  • Mengatur metabolisme.
  • Mempertahankan kestabilan sel.
  • Menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan sel.
  • Membersihkan tubuh dari sel-sel yang rusak agar diganti dengan sel baru yang lebih sehat.

Cara kerja AMPK inilah yang berpotensi menjaga harapan hidup manusia.

Studi terbitan Frontiers in Endocrinology (2021) pun menilik bahwa potensi metformin untuk memperpanjang usia memberikan manfaat berikut.

1. Mengurangi risiko penurunan kognitif akibat usia

metformin untuk memperpanjang usia turunkan risiko penurunan kognitif

Saat Anda mengalami diabetes, gula darah Anda cenderung tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi membuat pembuluh darah rentan mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut membuat otak sulit mendapatkan suplai darah yang berisi zat gizi dan oksigen yang diperlukan. Akibatnya, otak pun rusak dan kemampuan kognitif pun menurun.

Dalam hal ini, metformin bekerja dengan cara menjaga gula darah tetap stabil.

Selain itu, ada pula potensi metformin untuk meningkatkan fungsi pembuluh darah pada otak. Jika pembuluh darah terjaga, otak akan bekerja dengan optimal.

Perlu diketahui, otak mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh, seperti kesadaran, gerakan, kemampuan berpikir, berbicara, dan menjaga fungsi pancaindra.

2. Menurunkan risiko kanker

Diabetes bisa meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker pankreas, liver, usus besar, payudara, dan endometrium. Lantas, bagaimana hubungannya?

Saat diabetes, peningkatan glukosa memengaruhi protein di dalam sel. Hal ini membuat siklus kehidupan sel pun semakin cepat sehingga bisa memicu pertumbuhan dan pembelahan sel kanker.

Metformin bisa meningkatkan aktivitas AMPK di dalam tubuh. Fungsi ini bisa memberikan efek antiproliferatif untuk mencegah atau mengurangi penyebaran sel ganas ke jaringan tubuh lainnya.

Oleh karena itu, metformin bisa menekan penyebaran kanker dan membantu memperpanjang usia.

Selain itu, saat metformin mengaktifkan AMPK, ada gen bernama LKB1 yang ikut aktif. Gen ini bekerja dengan cara menekan tumor pada tubuh.

Metformin juga bisa bersifat antioksidan sehingga menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif. Diketahui, stres oksidatif merusak sel-sel tubuh sehingga meningkatkan risiko kanker.

Pengurangan risiko kanker dari metformin inilah yang nantinya membantu memperpanjang usia.

3. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat metformin untuk memperpanjang usia berasal dari cara kerjanya yang melindungi kesehatan jantung. Obat ini ternyata membantu memperlebar pembuluh darah atau vasodilatasi.

Saat vasodilatasi, aliran darah pun semakin lancar sehingga seluruh bagian tubuh mendapatkan pasokan darah yang mengandung oksigen dan zat gizi yang mencukupi.

Saat aliran darah menjadi lancar, tekanan darah pun menurun sehingga Anda terhindar dari risiko hipertensi dan beberapa komplikasinya, seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.

Selain itu, metformin melindungi lapisan tipis yang menyelubungi jantung dan pembuluh darah atau endotelium dari kerusakan akibat hiperglikemia.

Obat ini pun bekerja menurunkan penuaan sel endotel dari penuaan dini.

Perlu diketahui, penuaan sel menurunkan kondisi kesehatan jantung secara keseluruhan sehingga rentan mengalami berbagai jenis penyakit jantung.

4. Mengurangi risiko kematian pada pasien diabetes

metformin untuk memperpanjang usia turunkan risiko kematian pada diabetes

Studi yang diterbitkan pada jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism (2014) menemukan bahwa metformin berpotensi memperpanjang usia pasien diabetes.

Lebih lanjut, penelitian ini membandingkan 78.241 pasien diabetes yang diberikan metformin, 12.222 orang diabetes dengan pengobatan sulfonilurea, serta 90.463 kelompok kontrol, yakni orang non-diabetes yang tidak diberikan pengobatan apa pun. Pengamatan ini dilakukan sejak tahun 2000.

Data menunjukkan bahwa usia orang nondiabetes 15% lebih rendah daripada pengidap diabetes yang diberikan metformin.

Sementara itu, pasien diabetes dengan pengobatan sulfonilurea memiliki harapan hidup yang lebih rendah hingga 38% daripada pasien dengan mengonsumsi metformin.

Penelitian ini menjelaskan bahwa potensi metformin untuk memperpanjang usia bisa berasal dari aktifnya enzim AMPK yang bisa melindungi kesehatan jantung.

Jadi, risiko kematian akibat penyakit jantung pun bisa menurun.

Saat melindungi kesehatan jantung pada pasien diabetes, metformin bekerja dengan cara seperti berikut.

  • Mencegah kerusakan mitokondria atau bagian sel yang menghasilkan energi.
  • Memperbaiki cara kerja tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak.
  • Mengurangi penebalan jaringan jantung yang menyebabkan gagal jantung.

Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa studi ini juga percaya bahwa metformin bekerja mengurangi risiko kanker sehingga bisa berdampak pada penurunan kematian.

Tidak punya diabetes, bolehkah minum metformin untuk memperpanjang usia?

Jika Anda mengidap diabetes dan dokter memberikan metformin, tentu ada manfaat yang jelas, yakni mengendalikan kadar gula darah Anda.

Minum obat resep dokter untuk keperluan tersebut tidak berbahaya bagi tubuh.

Meski demikian, obat ini tidak dianjurkan untuk orang yang tidak punya penyakit diabetes, apalagi untuk jangka panjang.

Alih-alih memberi manfaat panjang umur, obat ini justru akan memberikan berbagai efek samping, apalagi jika tidak diawasi oleh dokter.

Efek metformin untuk memperlambat penuaan dan memperpanjang usia pada manusia pun sebenarnya masih belum jelas.

Perlu diketahui, masih banyak studi yang baru dilakukan pada hewan atau berdasarkan eksperimen pada komputer saja.

Oleh karena itu, peneliti membutuhkan riset yang lebih mendalam untuk melihat potensi metformin untuk memperpanjang usia pada orang tanpa diabetes.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stancu, A. (2015). AMPK activation can delay aging. Discoveries, 3(4), e53. doi: 10.15190/d.2015.45

Exploring the potential of metformin in population longevity – healthylongevitychallenge.org. (2022). Retrieved 11 April 2022, from https://healthylongevitychallenge.org/winners/exploring-the-potential-of-metformin-in-population-longevity/

Can hypo or hyperglycemia cause acquired brain injury?: Brain & Spinal Cord. Brain and Spinal Cord. (2019, April 23). Retrieved April 12, 2022, from https://www.brainandspinalcord.org/faqs/abi/can-hypo-or-hyperglycemia-cause-acquired-brain-injury/

Mohammed, I., Hollenberg, M., Ding, H., & Triggle, C. (2021). A Critical Review of the Evidence That Metformin Is a Putative Anti-Aging Drug That Enhances Healthspan and Extends Lifespan. Frontiers in Endocrinology, 12. doi: 10.3389/fendo.2021.718942

Central nervous system (CNS). (2022). Retrieved 11 April 2022, from https://www.healthdirect.gov.au/central-nervous-system

Spinal Cord: Function, Anatomy and Structure. (2022). Retrieved 11 April 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/21946-spinal-cord

Shahid, R., Ahmed, S., Le, D., & Yadav, S. (2021). Diabetes and Cancer: Risk, Challenges, Management and Outcomes. Cancers, 13(22), 5735. doi: 10.3390/cancers13225735

Ryu, T., Park, J., & Scherer, P. (2014). Hyperglycemia as a Risk Factor for Cancer Progression. Diabetes & Metabolism Journal, 38(5), 330. doi: 10.4093/dmj.2014.38.5.330

Is metformin a wonder drug? – Harvard Health. (2021). Retrieved 11 April 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/is-metformin-a-wonder-drug-202109222605

Timm, K., & Tyler, D. (2020). The Role of AMPK Activation for Cardioprotection in Doxorubicin-Induced Cardiotoxicity. Cardiovascular Drugs and Therapy, 34(2), 255-269. doi: 10.1007/s10557-020-06941-x

Bannister, C., Holden, S., Jenkins-Jones, S., Morgan, C., Halcox, J., & Schernthaner, G. et al. (2014). Can people with type 2 diabetes live longer than those without? A comparison of mortality in people initiated with metformin or sulphonylurea monotherapy and matched, non-diabetic controls. Diabetes, Obesity and Metabolism, 16(11), 1165-1173. doi: 10.1111/dom.12354

Ramanlal, R., & Gupta, V. (2022). Physiology, Vasodilation. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557562/

High blood pressure (hypertension) – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 12 April 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui May 09
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro