Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Suplemen Kolagen

Suplemen Kolagen

Tubuh manusia bisa memproduksi kolagen secara alami, tetapi kemampuan ini terus berkurang seiring bertambahnya usia. Pada akhirnya, beberapa orang memilih mengonsumsi suplemen kolagen untuk meningkatkan kadar kolagen dalam tubuh.

Golongan obat: suplemen

Merek dagang suplemen kolagen: Nature’s Health Collagen Complex, Nature’s Way Beauty Collagen Booster, Nourish Skin Ultimate, Nutrimax Viena, Realfood Flawless Jelly, Swisse Beauty Collagen Glow with Collagen Peptides, Vitabiotics Jointace Collagen

Apa itu suplemen kolagen?

Manfaat kolagen untuk ibu hamil

Kolagen adalah salah satu jenis protein yang secara alami diproduksi oleh tubuh manusia. Zat ini sangat dibutuhkan oleh kulit, jaringan ikat, tulang, tendon, tulang rawan, dan gigi.

Secara sederhana, manfaat kolagen yakni sebagai “lem” yang merekatkan keseluruhan tubuh jadi satu kesatuan. Hasilnya, tubuh bisa terikat satu sama lain dengan kuat dan elastis.

Tubuh Anda mampu memproduksi kolagen sendiri, tetapi kemampuan ini akan terus berkurang seiring bertambahnya usia. Oleh sebab itu, beberapa orang mengonsumsi suplemen kolagen.

Saat ini sudah banyak bentuk suplemen yang tersedia di pasaran, mulai dari tablet, cair, hingga bubuk yang dijadikan sebagai minuman berperisa.

Belum banyak penelitian yang membuktikan manfaat minuman kolagen ini. Namun, beberapa ahli menemukan efek menguntungkan, termasuk:

  • meningkatkan sirkulasi darah,
  • menjaga kekenyalan kulit serta menggantikan sel-sel kulit mati,
  • menunda penuaan dini dengan membantu menyamarkan garis-garis halus pada wajah,
  • mempercepat proses penyembuhan luka ataupun cedera,
  • meringankan nyeri rematik dan gejala osteoarthritis,
  • membantu mencegah pengeroposan tulang,
  • menjaga kekuatan tulang dan sendi,
  • menyehatkan rambut, dan
  • mengurangi stretch marks.

Dosis dan sediaan suplemen kolagen

konsumsi suplemen multivitamin

Suplemen kolagen tersedia di pasaran dalam berbagai sediaan. Suplemen oral yang diminum melalui mulut tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan bubuk.

Salep atau krim sebagai suplemen kolagen topikal untuk dioles ke kulit juga tersedia di pasaran.

Tersedia pula suntik kolagen untuk membantu mengurangi keriput, tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan dan harus dilakukan oleh ahli medis.

Belum ada pedoman resmi tentang berapa banyak kolagen yang harus dikonsumsi per harinya.

Sebuah studi dalam jurnal Nutrients (2019) menemukan bahwa mengonsumsi 2,5–15 gram (g) setiap hari mungkin efektif dan aman untuk tubuh.

Dosis harian yang lebih rendah mungkin membantu menangani gejala osteoarthritis, termasuk persendian yang bengkak, nyeri, hingga kaku.

Sementara itu, dosis yang lebih tinggi umumhya digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang, massa otot, hingga komposisi tubuh.

Tips aman mengonsumsi suplemen kolagen

Selain anjuran yang tertulis pada kemasan produk, konsultasikan tentang dosis kolagen yang tepat dengan dokter setelah pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi tubuh Anda.

Aturan pakai suplemen kolagen

Ikuti anjuran penggunaan suplemen sesuai dosis yang tercantum pada label kemasan produk. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker bila Anda ragu terkait penggunaannya.

Suplemen oral dalam bentuk tablet, kapsul, atau bubuk diminum melalui mulut dengan bantuan air. Anda bisa minum obat sebelum atau sesudah makan. Pastikan Anda tidak minum suplemen melebihi dosis yang dianjurkan.

Untuk suplemen topikal yang dioles ke kulit, ikuti petunjuk penggunaan pada label kemasan atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Prosedur suntik kolagen tidak boleh Anda lakukan sembarangan. Tindakan ini harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli bersertifikat di klinik yang terpercaya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan penggunaan suplemen, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Efek samping suplemen kolagen

alergi suplemen kolagen

Sama dengan produk obat dan suplemen lainnya, suplemen kolagen juga punya sejumlah efek samping. Penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsinya.

Berikut ini beberapa efek samping minum kolagen yang perlu Anda ketahui.

1. Bau mulut

Suplemen kolagen oral yang dikonsumsi melalui mulut meninggalkan rasa dan bau tidak enak. Kondisi ini umumnya ditemui pada suplemen yang terbuat dari sumber laut atau sapi.

Mencampurkan suplemen bersama minuman lain, seperti jus buah, bisa membantu mengurangi rasa dan bau mulut tidak sedap saat Anda mengonsumsinya.

2. Kalsium darah tinggi (hiperkalsemia)

Suplemen kolagen mungkin dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium dalam darah (hiperkalsemia) sebagai salah satu efek sampingnya.

Hal ini didasari oleh suplemen yang berasal dari sumber hewani, seperti tulang sapi atau tulang rawan ayam, mengandung kalsium dalam jumlah tinggi.

Kadar normal kalsium dalam tubuh berkisar antara 8,5 sampai 10,2 mg/dL. Kadar kalsium yang lebih tinggi dari 10.2 mg/dL dianggap hiperkalsemia.

Terlalu banyak kalsium dalam tubuh bisa menimbulkan gejala, seperti konstipasi (sembelit), nyeri tulang, kelelahan, mual, muntah, dan irama jantung yang tidak normal.

3. Reaksi alergi

Suplemen yang berasal dari sumber laut (seafood), seperti sisik ikan dan cangkang kerang, dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Sebuah studi dalam Journal Of Allergy And Clinical Immunology (2021) menemukan orang yang alergi seafood kemungkinan juga sangat sensitif pada kolagen.

Tanda-tanda alergi mungkin berupa kulit gatal, tubuh bengkak, mengi, hidung tersumbat, sulit bernapas, pusing, sakit kepala, hingga pingsan.

Reaksi alergi bisa menimbulkan dampak ringan hingga mengancam nyawa. Hubungi layanan darurat medis segera bila mengalami gejalanya.

Peringatan dan perhatian saat pakai suplemen kolagen

Beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan suplemen ini seperti berikut.

  • Hindari suplemen bila Anda alergi terhadap kolagen atau kandungan lain di dalamnya.
  • Beri tahu dokter bila Anda mengalami kondisi yang membuat tubuh sulit menyerap zat gizi dari makanan.
  • Beri tahu dokter tentang obat resep dan nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang sedang Anda gunakan.
  • Konsultasikan pada dokter bila sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang dalam masa menyusui bayi Anda.

Untuk memastikan apakah suplemen ini aman untuk dikonsumsi, Anda bisa menjalani konsultasi dan pemeriksaan medis dengan dokter terlebih dahulu.

Selalu simpan suplemen sesuai anjuran penyimpanan yang tertera pada kemasan produk. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Apakah suplemen kolagen aman untuk vegan atau vegetarian?

Produk suplemen atau minuman kolagen umumnya mengandung kolagen terhidrolisis yang berasal dari sumber hewani, seperti tulang sapi, sisik ikan, atau kulit telur. Orang yang menjalani diet vegan atau vegetarian disarankan mencari alternatif lain.

Apakah suplemen kolagen aman untuk ibu hamil dan menyusui?

kolagen untuk ibu menyusui

Jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui, sebaiknya konsultasikan penggunaan kolagen atau suplemen apa pun dengan dokter terlebih dahulu.

Meski terbukti bermanfaat untuk kesehatan tubuh, kolagen tidak termasuk suplemen ibu hamil dan menyusui yang disarankan, seperti dikutip dari Mayo Clinic Health System.

Pastikan Anda melakukan pemeriksaan agar dokter bisa menilai manfaat dan risiko suplemen kolagen bagi tubuh selama menjalani fase ini.

Asupan kolagen mungkin dapat mengatasi masalah kesehatan pada ibu hamil dan menyusui.

Kolagen untuk ibu hamil mungkin membantu mengatasi masalah rambut rontok, memperbaiki mood atau suasana hari, dan meredakan kecemasan.

Sementara itu, kolagen untuk ibu menyusui bisa saja membantu memperbaiki elastisitas kulit yang rusak akibat stretch marks setelah persalinan.

Walau begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait keamanan dan efektivitas dari suplemen kolagen untuk ibu hamil dan menyusui.

Perlukah minum suplemen kolagen setiap hari?

Suplemen kolagen memang menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, tetapi tidak semua orang perlu mengonsumsinya setiap hari.

Sebelum memutuskan minum suplemen ini, Anda harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan kebutuhan tubuh terhadap kolagen.

Apabila setelahnya diketahui bahwa asupan kolagen alami tubuh masih kurang, barulah Anda bisa mengonsumsi suplemen.

Pada dasarnya, tubuh dapat memproduksi kolagen secara alami. Zat gizi yang diperlukan untuk menghasilkan kolagen antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan protein.

Anda bisa memperoleh asupan zat gizi tersebut melalu dari pola makan sehat, yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, serta daging tanpa lemak.

Selain itu, Anda juga bisa memaksimalkan produksi kolagen lewat gaya hidup sehat, termasuk berhenti merokok, mengurangi makanan manis, dan melindungi diri dari sinar UV.

Kesimpulan

  • Kolagen merupakan sejenis protein alami yang tubuh produksi dan simpan pada otot, tulang, kulit, pembuluh darah, dan sistem pencernaan.
  • Senyawa ini membantu menjaga kekenyalan dan kekuatan kulit, menggantikan sel-sel kulit mati, dan mencegah pengeroposan tulang serta sendi.
  • Produksi kolagen secara alami akan terus menurun seiring bertambahnya usia sehingga banyak orang menggunakan suplemen kolagen untuk meningkatkannya.
  • Konsultasi dan periksa diri dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan tubuh akan suplemen kolagen sebelum menggunakannya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Franzone, J. (2018). What Is Collagen?. Nemours KidsHealth. Retrieved 21 June 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/collagen.html

Collagen. Arthritis Care and Arthritis Research UK. (2022). Retrieved 21 June 2022, from https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/complementary-and-alternative-treatments/types-of-complementary-treatments/collagen/

The Best Way You Can Get More Collagen. Cleveland Clinic. (2018). Retrieved 21 June 2022, from https://health.clevelandclinic.org/the-best-way-you-can-get-more-collagen/

Calcium Blood Test: What It Is, Purpose, Procedure & Results. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 21 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/22021-calcium-blood-test 

Should women take supplements while pregnant?. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 21 June 2022, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/should-women-take-supplements-while-pregnant 

Kalic, T., Kamath, S., Ruethers, T., Taki, A., Nugraha, R., & Le, T. et al. (2020). Collagen—An Important Fish Allergen for Improved Diagnosis. The Journal Of Allergy And Clinical Immunology: In Practice, 8(9), 3084-3092.e10. https://doi.org/10.1016/j.jaip.2020.04.063 

Paul, C., Leser, S., & Oesser, S. (2019). Significant Amounts of Functional Collagen Peptides Can Be Incorporated in the Diet While Maintaining Indispensable Amino Acid Balance. Nutrients, 11(5), 1079. https://doi.org/10.3390/nu11051079

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Aug 23
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Next article: