Ketamin (Ketamine)

    Ketamin (Ketamine)

    Obat bius total atau anestesi umum bekerja menghilangkan kesadaran pasien selama prosedur pembedahan. Salah satu jenis anestesi umum yang sering digunakan adalah ketamin.

    Golongan obat: anestetik umum dan oksigen

    Merek dagang ketamin: Ivanes, Ketalar, Ketamine Hydrochloride, Ketamine-Hameln, KTM-100, Venilam

    Apa itu obat ketamin?

    Ketamine adalah jenis obat anestesi umum yang digunakan dalam prosedur bedah. Obat ini diberikan lewat suntikan ke dalam pembuluh darah atau otot.

    Obat bius total ini bekerja dengan mengganggu sinyal dalam otak yang mengatur respons tubuh terhadap rasa sakit dan kesadaran.

    Maka dari itu, ketamine akan membuat Anda tidak sadar dan menghilangkan rasa sakit selama prosedur operasi maupun pembedahan.

    Ketamin termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya digunakan dengan resep dokter. Obat ini berpotensi menyebabkan efek samping berbahaya yang bisa berakibat serius.

    Oleh karena itu, penggunaan obat ketamine harus dalam pengawasan ketat oleh dokter.

    Dosis ketamin

    Ketamin akan dokter berikan sebagai suntikan melalui pembuluh darah (intravena/IV) atau ke dalam otot (intramuskular/IM).

    Dokter akan memberikan dosis yang berbeda tergantung usia, berat badan pasien, dan jalur suntikan yang akan digunakan.

    Dosis ketamin orang dewasa dan anak-anak usia ≥ 16 tahun

    • Induksi anestesi secara intravena (IV): dosis awal berkisar antara 1–4,5 mg/kgBB. Rata-rata dosis yang diperlukan untuk menghasilkan efek anestesi selama 5–10 menit adalah 2 mg/kgBB.
    • Induksi anestesi secara intramuskular (IM): Dosis awal berkisar antara 6,5–13 mg/kgBB yang biasanya menghasilkan efek anestesi selama 12–25 menit pada prosedur pembedahan. Dosis rendah 4 mg/kgBB dapat digunakan untuk prosedur kesehatan lain yang tidak menyebabkan rasa sakit.
    • Pemeliharaan: dosis pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan anestesi pasien. Peningkatan setengah dosis induksi penuh dapat diulangi sesuai dengan kebutuhan untuk pemeliharaan anestesi.

    Dosis ketamin anak-anak

    • Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak usia di bawah 16 tahun. Penting untuk memahami keamanan obat ini. Konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis untuk informasi lebih lanjut.

    Suntikan obat ketamin akan dokter lakukan perlahan selama 60 detik. Pemberian lebih cepat dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada pernapasan.

    Maka dari itu, pastikan untuk konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan obat anestesi ini.

    Hal ini semata-mata untuk memastikan bahwa Anda tidak berisiko mengalami efek samping setelah mendapatkan obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

    Aturan pakai ketamine

    anestesi spinal

    Ketamine adalah obat anestesi yang tersedia dalam bentuk suntik. Hanya dokter atau tenaga medis saja yang bisa memberikan obat ketamin untuk pasien.

    Sebelum operasi, dokter biasanya akan memberikan Anda obat atropin atau hiosin untuk mengeringkan cairan tubuh, seperti air liur dan air mata.

    Obat-obatan lain, seperti benzodiazepin juga bisa diberikan untuk membantu Anda tetap rileks sebelum pemberian obat ketamin.

    Dokter dapat memberikan ketamine melalui suntikan pada pembuluh darah (intravena/IV) atau pada jaringan otot (intramuskular/IM).

    Lokasi dan dosis pemberian obat berbeda untuk setiap pasien yang dokter sesuaikan dengan kondisi pasien serta prosedur yang akan mereka jalani.

    Pernapasan, tekanan darah, fungsi jantung, dan tanda vital lain akan dokter monitor secara ketat untuk memastikan bahwa tubuh Anda merespons secara positif terhadap pengobatan.

    Setelah operasi, Anda akan merasa aneh atau sedikit bingung saat terbangun dari pengaruh obat bius. Tak perlu khawatir, sebab efek samping anestesi ini tergolong normal.

    Namun, pastikan Anda segera berkonsultasi dengan dokter bila mengalami rasa tidak nyaman bahkan hingga membuat Anda kesulitan untuk melakukan sesuatu.

    Jika memiliki pertanyaan lain terkait dengan penggunaan obat ini, jangan ragu untuk bertanya langsung dengan dokter atau perawat Anda.

    Efek samping ketamin

    Sama seperti obat-obatan pada umumnya, ketamine juga berpotensi menimbulkan sejumlah efek samping ringan hingga berat yang perlu Anda waspadai.

    Efek samping umum

    Beberapa efek samping ketamine yang paling umum dan sering pasien alami, meliputi:

    • perasaan mengawang seperti bermimpi,
    • mengantuk,
    • penglihatan kabur atau ganda,
    • pusing ringan,
    • mual,
    • muntah,
    • tidak nafsu makan,
    • gangguan tidur seperti insomnia,
    • linglung atau bingung,
    • kesemutan atau kebas pada bagian tubuh tertentu,
    • peningkatan tekanan mata dan otak,
    • nyeri pada area yang disuntik,
    • iritasi dan ruam kulit,
    • peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, serta
    • peningkatan laju pernapasan.

    Efek samping tidak umum

    Sementara itu, ada efek samping lain yang kurang umum dan tetap harus Anda waspadai, antara lain:

    • merasa ingin pingsan,
    • denyut jantung melambat atau melemah,
    • napas dangkal atau pendek,
    • nyeri atau panas saat buang air kecil,
    • pergerakan otot menyentak seperti kejang,
    • ada darah dalam urine,
    • dada terasa nyeri atau sesak,
    • bibir, jari tangan dan kaki, serta kulit berwarna pucat atau kebiruan,
    • badan terasa lemas, lesu, dan sangat tidak bertenaga,
    • gangguan makan seperti anoreksia,
    • gangguan kecemasan,
    • produksi air liur berlebih (hipersekresi saliva),
    • reaksi alergi yang parah (reaksi anafilaksis),
    • peningkatan tekanan darah drastis, dan
    • masalah pada penglihatan.

    Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

    Apabila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

    Peringatan dan perhatian saat pakai obat ketamine

    Sebelum mendapatkan deksmedetomidin, dokter atau tenaga medis akan menanyakan terkait kondisi dan riwayat kesehatan yang Anda alami.

    Beri tahukan bila Anda memiliki alergi, terutama alergi obat bius. Ketamine dapat mengandung bahan-bahan aktif lain yang dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah.

    Sebelum menggunakan obat ketamin, terdapat beberapa hal lainnya yang harus Anda perhatikan seperti berikut ini.

    • Beri tahu dokter bila Anda pernah atau sedang mengalami penyakit, seperti hipertensi, dehidrasi kronis, penyakit jantung, stroke, cedera otak, atau kondisi lainnya.
    • Beri tahu dokter bila Anda pernah mengalami eklampsia atau preeklampsia yang menyebabkan peningkatan tekanan darah selama kehamilan.
    • Pastikan memberitahukan dokter tentang obat resep dan nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang sedang Anda gunakan.
    • Tanyakan pada dokter bila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang yang mungkin dapat membahayakan bayi Anda.

    Obat ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan pada suhu khusus. Ketamin paling baik disimpan pada suhu ruangan yang jauh dari cahaya langsung.

    Perhatikan instruksi penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk. Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

    Apakah obat ketamin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ketamin pada ibu hamil maupun menyusui.

    Ketamine tidak boleh digunakan selama kehamilan atau menyusui, kecuali bila jelas dibutuhkan dan manfaat penggunaannya lebih besar dari risikonya.

    Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

    Interaksi obat ketamin dengan obat lain

    Interaksi obat bisa mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping serius.

    Konsultasikan dengan dokter terkait semua produk yang sedang Anda gunakan, termasuk obat-obatan resep, nonresep, dan produk herbal.

    Adapun sejumlah obat yang dapat berinteraksi negatif dengan obat ketamine, seperti:

    • zolpidem,
    • lorazepam,
    • diphenhydramine,
    • hydromorphone,
    • fentanil,
    • klonazepam,
    • diazepam,
    • lamotrigin,
    • pregabalin,
    • oxycodone,
    • propofol,
    • quetiapine,
    • duloxetine,
    • buprenorphine/naloxone,
    • tramadol,
    • midazolam,
    • alprazolam,
    • levothyroxine,
    • Kaptopril,
    • amlodipin,
    • teofilin,
    • sertraline,
    • memantin,
    • benzodiazepin,
    • tiroksin,
    • atrakurium,
    • tubokurarin, dan
    • tiopental.

    Mungkin masih ada obat-obatan lain yang dapat berinteraksi dengan ketamine dan belum tercantum dalam daftar di atas.

    Silakan konsultasi dengan dokter langsung untuk mengetahui daftar lengkap obat yang dapat menyebabkan interaksi dengan obat ini.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Cek Produk BPOM. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2020). Retrieved 9 December 2021, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/r6a0k348cvk9u5pkbo3d10ves7/all/row/20/page/1/order/4/DESC/search/5/ketamin

    Ketamin Hidroklorida. Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2015). Retrieved 9 December 2021 2021, from http://pionas.pom.go.id/monografi/ketamin-hidroklorida

    Ketamine 50 mg/ml Injection – Summary of Product Characteristics (SmPC). Datapharm. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/product/6935/smpc

    Ketamine 50 mg/ml Injection – Patient Information Leaflet (PIL). Datapharm. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.6935.pdf

    Ketamine. Drugs.com. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.drugs.com/mtm/ketamine.html

    Ketamine Pregnancy and Breastfeeding Warnings. Drugs.com. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.drugs.com/pregnancy/ketamine.html

    Ketamine. MIMS. (2021). Retrieved 9 December 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ketamine?mtype=generic

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Dec 27, 2021
    Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.