backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Sertraline

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 28/12/2022

Sertraline

Sertraline adalah obat yang digunakan untuk mengatasi depresi. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan tertentu. Ketahui lebih dalam mengenai dosis, aturan pakai, dan efek samping obat sertraline di bawah ini.

Golongan obat: Antidepresan

Merek dagang: Zerlin, Deptral, Serlof, Sertraline HCL, Nudep-50, Sernade, Sertraline Hydrocloride, Fridep 50, Iglodep, Fatral, Zoloft

Apa itu obat sertraline?

Sertraline adalah obat dengan fungsi untuk mengobati depresi, serangan panik, gangguan obsesif kompulsif (OCD), stress pasca-trauma, kecemasan sosial (fobia sosial), dan bentuk parah sindrom pramenstruasi (premenstrual dysphoric disorder).

Obat sertraline dikenal sebagai serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Ia bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu (serotonin) di otak.

Obat ini dapat meningkatkan mood, tidur, nafsu makan, dan tingkat energi Anda dan dapat membantu memulihkan minat Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Selain kegunaan tersebut, obat sertraline juga mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi medis lainnya. Tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dosis obat sertraline

dosis obat pereda nyeri

Di Indonesia, obat sertraline tersedia dalam sediaan berupa tablet 50 mg. Adapun dosis obatnya menyesuaikan dengan sediaan obat, kegunaan, dan usia pasiennya.

Berdasarkan laman MIMS, berikut adalah dosis obat sertraline secara umum.

1. Gangguan panik dengan atau tanpa agorafobia, stres pasca trauma, dan gangguan kecemasan sosial

  • Dewasa: Dosis awal 25 mg sekali sehari dapat meningkat menjadi 50 mg sekali sehari setelah 1 minggu. Dosis selanjutnya dapat ditingkatkan, jika perlu dengan penambahan 50 mg dengan interval minimal 1 minggu. Sebagai pemeliharaan: Gunakan dosis efektif terendah, setelah respons optimal tercapai, maksimal 200 mg setiap hari.

2. Gangguan obsesif kompulsif

  • Dewasa: Dosis awal 50 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan, jika perlu dengan penambahan 50 mg dengan interval minimal 1 minggu. Sebagai pemeliharaan: Gunakan dosis efektif terendah, setelah respons optimal tercapai, maksimal 200 mg setiap hari.

  • Anak usia 6-12 tahun:  Dosis awal 25 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 50 mg sekali sehari setelah 1 minggu. Anak usia 13-17 tahun: Dosis sama dengan dosis dewasa. Pertimbangkan berat badan saat meningkatkan dosis, maksimal 200 mg setiap hari.

3. Depresi 

  • Dewasa: Dosis awal 50 mg sekali sehari dapat ditingkatkan jika perlu, dengan penambahan 50 mg dengan interval minimal 1 minggu. Sebagai pemeliharaan: Gunakan dosis efektif terendah, setelah respons optimal tercapai. Dosis maksimal 200 mg setiap hari. Durasi pengobatan setidaknya 6 bulan.

4. Gangguan dysphoric pramenstruasi

  • Dewasa: Dosis awal berkelanjutan 50 mg sekali sehari, dapat meningkat 50 mg setiap siklus menstruasi jika perlu, maksimal 150 mg setiap hari. Fase luteal: Dosis awal 50 mg sekali sehari selama 3 hari pertama, dapat ditingkatkan hingga 100 mg setiap hari. Pemeliharaan: Gunakan dosis efektif terendah, setelah respons optimal tercapai.

Pemberian dosis sertraline dapat disesuaikan, ditunda, atau dihentikan tergantung pada jumlah darah Anda dan bagaimana Anda menolerir obat selama setiap siklus pengobatan.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengikuti petunjuk dokter ketika mengonsumsinya.

Aturan pakai obat sertraline

Selalu minum obat ini persis seperti yang dikatakan dokter atau apoteker Anda. Periksa dengan dokter atau apoteker

Anda jika Anda tidak yakin.

Obat sertraline biasanya dikonsumsi dengan cara diminum. Bentuk tablet obat ini dapat digunakan dengan atau tanpa makanan.

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan.

Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin mengarahkan Anda untuk mulai menggunakan obat ini pada dosis rendah dan secara bertahap meningkatkan dosis Anda.

Pastikan mengikuti petunjuk dokter dengan hati-hati. Ambil obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaatnya. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan pada waktu yang sama setiap hari.

Obat ini penting untuk terus diminum seperti yang ditentukan bahkan jika Anda merasa baik. Jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda.

Beberapa kondisi mungkin menjadi lebih buruk ketika obat ini tiba-tiba berhenti. Dosis Anda mungkin perlu secara bertahap diturunkan untuk mengurangi efek samping.

Laporkan jika ada gejala baru atau gejala semakin memburuk. Beritahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Efek samping obat sertraline

perut mual kepala pusing mulut pahit badan lemas

Segera dapatkan pertolongan medis darurat jika Anda mengalami tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini.

  • Otot sangat kaku (rigid), demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat atau tidak rata, perasaan seperti akan pingsan.
  • Agitasi, halusinasi, demam, refleks terlalu aktif, tremor.
  • Mual, muntah, diare, kehilangan nafsu makan, merasa goyah, kehilangan koordinasi.
  • Sakit kepala, sulit berkonsentrasi, masalah memori, kelemahan, pingsan, kejang, napas dangkal atau napas yang berhenti.

Efek samping yang tidak begitu serius mungkin termasuk kondisi berikut.

  • Mengantuk, pusing, perasaan lelah.
  • Mual ringan, sakit perut, sembelit.
  • Mulut kering.
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan.
  • Masalah tidur (insomnia).
  • Menurunnya gairah seks, impotensi, atau kesulitan mengalami orgasme.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat sertraline

Sebelum memutuskan mengonsumsi obat, pertimbangkan dulu manfaat dan risikonya. Ini adalah keputusan yang harus dibuat setelah Anda berkonsultasi dengan dokter.

Selalu beri tahu kepada dokter mengenai kondisi medis yang Anda miliki untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Untuk memastikan obat sertraline HCL aman untuk Anda konsumsi, informasikan pula kepada dokter jika Anda memiliki kondisi di bawah ini.

  • Alergi atau peka terhadap aspirin atau tartrazine (pewarna makanan).
  • Gangguan bipolar (depresi manik).
  • Penyakit jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Stroke.
  • Penyakit hati atau ginjal.
  • Kejang.
  • Glaukoma.
  • Mengalami perdarahan.

Pada kondisi yang disebutkan di atas, dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis obat atau memantau kondisi Anda terkait kemungkinan munculnya efek samping.

Perlu Anda ketahui, bahwa reaksi penarikan mungkin saja terjadi ketika konsumsi obat diberhentikan secara tiba-tiba.

Risiko gejala penarikan tergantung pada lamanya pengobatan, dosis, dan tingkat pengurangan dosis. Umumnya, gejala tersebut berkisar dari ringan hingga sedang.

Namun, kondisi ini bisa menjadi serius pada beberapa pasien. Bahkan, biasanya terjadi dalam beberapa hari pertama setelah menghentikan pengobatan.

Secara umum, gejala tersebut hilang dengan sendirinya dan hilang dalam waktu 2 minggu. Pada beberapa pasien dapat bertahan lebih lama hingga 2—3 bulan atau lebih.

Saat menghentikan penggunaan obat sertraline, Anda dianjurkan untuk mengurangi dosis secara bertahap selama beberapa minggu atau bulan.

Pastikan Anda harus selalu mendiskusikannya dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan.

Sementara itu, jika Anda mengalami depresi atau gangguan kecemasan yang terkadang muncul pikiran untuk menyakiti atau bunuh diri, maka dosis dapat ditingkatkan saat pertama kali memulai antidepresan.

Hal itu dilakukan, karena semua obat ini membutuhkan waktu untuk bekerja dengan optimal, biasanya sekitar dua minggu tetapi tak jarang bisa lebih lama.

Penyimpanan obat

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap.

Jangan disimpan di kamar mandi, apalahi dibekukan dengan memasukkan ke dalam freezer. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan obat pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat.

Apakah obat sertraline aman untuk ibu hamil dan menyusui?

hamil 7 bulan

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Jika Anda sedang hamil atau menyusui, atau berencana untuk hamil, tanyakan saran dokter atau apoteker Anda sebelum minum obat ini. Pasalnya, keamanan sertraline belum sepenuhnya ditetapkan pada wanita hamil.

Sertraline hanya akan diberikan kepada Anda saat hamil jika dokter Anda menganggap bahwa manfaat bagi Anda lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi pada janin yang sedang berkembang

Jika Anda mengonsumsi sertraline di usia akhir kehamilan, mungkin ada peningkatan risiko perdarahan vagina yang parah segera setelah melahirkan, terutama jika Anda memiliki riwayat gangguan pendarahan.

Oleh karena itu, dokter atau bidan harus mengetahui bahwa Anda menggunakan sertraline sehingga mereka dapat memberi tahu Anda.

Ketika diminum selama kehamilan, terutama dalam 3 bulan terakhir kehamilan, obat-obatan seperti sertraline dapat meningkatkan risiko kondisi serius pada bayi.

Kondisi tersebut yakni hipertensi pulmonal persisten pada bayi baru lahir yang membuat bayi bernapas lebih cepat dan tampak kebiruan.

Gejala ini biasanya muncul selama 24 jam pertama setelah bayi lahir. Jika hal ini terjadi pada bayi Anda, maka harus segera menghubungi bidan atau dokter.

Sementara itu, terdapat bukti bahwa sertraline masuk ke dalam ASI. Maka dari itu, obat ini hanya boleh digunakan pada wanita selama menyusui, jika dokter Anda menganggap bahwa manfaatnya melebihi risiko yang mungkin terjadi pada bayi.

Interaksi obat sertraline dengan obat lain

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum di bawah ini.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Sementara itu, menggunakan obat ini dengan salah satu obat-obatan berikut ini tidak direkomendasikan.

  • Clorgyline.
  • Furazolidone.
  • Iproniazid.
  • Isocarboxazid.
  • Linezolid.
  • Methylene Blue.
  • Moclobemide.
  • Nialamide.
  • Pargyline.
  • Phenelzine.
  • Pimozide.
  • Procarbazine.
  • Rasagiline.
  • Selegiline.
  • Toloxatone.
  • Tranylcypromine.

Dalam kondisi ini, dokter mungkin akan mengubah dosis atau melakukan tindakan pencegahan lainnya yang mungkin diperlukan.

Selain itu, dokter juga mungkin memutuskan untuk tidak memberikan obat ini pada Anda atau mengubah beberapa obat lain yang Anda gunakan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 28/12/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan