home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Jenis Obat Simptomatik Paling Umum dan Efek Sampingnya

3 Jenis Obat Simptomatik Paling Umum dan Efek Sampingnya

Menyembuhkan penyakit tentu butuh obat. Namun pastinya harus obat yang sesuai dengan tujuannya. Pada dasarnya ada dua jenis obat yang paling umum untuk menyembuhkan penyakit berdasarkan tujuannya, yaitu obat simptomatik dan kausif. Obat simptomatik adalah obat untuk meredakan gejala dari penyakit. Apa saja yang termasuk dalam jenis obat ini?

Obat simptomatik adalah pereda gejala

Obat simptomatik adalah obat untuk meredakan gejala umum dari suatu penyakit, seperti sakit kepala, demam, mual-muntah, diare, ataupun nyeri.

Sesuai dengan namanya, obat ini hanya sebatas mengatasi gejala tapi tidak menyembuhkan penyebab dasar penyakitnya. Misalnya sakit kepala yang disebabkan oleh hipertensi. Obat simptomatik meredakan gejala sakit kepalanya, tapi tidak menyembuhkan hipertensi yang Anda miliki.

Obat simptomatik bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter di toko obat atau apotek.

Jenis obat simptomatik dan risiko efek sampingnya jika digunakan sembarangan

Obat simptomatik paling umum adalah ibuprofen, paracetamol, obat antiemetik, dan obat penenang (antidepresan). Sama seperti obat-obatan lain, obat ini juga punya jangka waktu tersendiri sampai kapan harus digunakan.Bila digunakan terus menerus, zat obatnya ini dapat menyebabkan efek samping berbahaya.

Berikut adalah 3 jenis obat simptomatik yang umum serta risiko efek sampingnya:

1. Obat NSAID

Obat NSAID adalah obat pereda nyeri nonsteroid yang biasa digunakan untuk meredakan gejala seperti demam atau nyeri akibat peradangan. Misalnya keseleo, sakit kepala, migrain, nyeri haid, dan rematik. Jenis NSAID yang paling umum adalah aspirin dan ibuprofen.

Beberapa efek samping yang serius akibat mengonsumsi obat NSAI terus-terusan adalah:

  • Sakit perut atau perut terasa perih/panas
  • Sembelit
  • Diare
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal jantung akibat pembengkakan tubuh (retensi cairan)
  • Masalah ginjal, termasuk gagal ginjal
  • Perdarahan dan luka di lambung dan usus

2. Obat antidepresan

Antidepresan adalah obat simptomatik yang digunakan untuk meredakan gejala depresi, seperti sulit tidur, mudah marah, nafsu makan berkurang, dan sering gelisah.

Lebih dari 30% orang yang menjalani terapi antidepresan merasakan efek samping pada minggu-minggu awal mulai minum obat. Efek samping yang paling sering muncul antara lain:

  • Mual
  • Pusing
  • Jari atau tangan gemetar
  • Berkeringat

Namun, biasanya efek samping tersebut akan hilang sendiri dalam waktu beberapa hari. Sementara efek samping yang cukup mengganggu adalah insomnia, gelisah, panik, kehilangan gairah seksual, dan berat badan bertambah

3. Obat antihistamin

Antihistamin adalah obat jenis simptomatik yang berfungsi untuk meredakan gejala alergi seperti gatal pada kulit, bersin-bersin, mata berair, dan mual.

Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Mengantuk (sebaiknya hindari menyetir setelah konsumsi obat ini)
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Sembelit atau susah buang air besar
  • Dada terasa sesak
  • Kelemahan otot
  • Hiperaktif, terutama pada anak-anak
  • Gugup

Beberapa efek samping yang serius dapat termasuk:

  • Masalah penglihatan, contoh mata jadi buram
  • Kesulitan buang air kecil atau nyeri saat buang air kecil

Dua efek samping srius ini cenderung lebih sering terjadi pada orang tua.

Ada baiknya selalu konsultasi dan tanyakan pada dokter tentang cara pakai dan ketentuan dosis setiap obat apa pun yang harus Anda minum.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are we taking medications for too long?https://www.webmd.com/drug-medication/news/20150717/medications-too-long#1 diakses pada 22 Desember 2018.

what is symptomatic medications? https://www.webmd.com/migraines-headaches/qa/what-is-the-definition-of-symptomatic-relief-medications diakses pada 22 Desember 2018.

Antihistamine for allergies http://www.webmd.com/allergies/guide/antihistamines-for-allergies diakses pada 22 Desember 2018.

What you need to know about antidepressan medication https://www.helpguide.org/articles/depression/antidepressant-medication.htm diakses pada 22 Desember 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 10/01/2019
x