backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Fenol

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 09/08/2022

Fenol

Fenol adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati masalah ringan pada mulut. Biasanya, fenol atau phenol ini berfungsi untuk meringankan sakit tenggorokan dan nyeri mulut.

Golongan obat: antiseptik

Merek dagang: Cooling-5, Phenol Glycerol

Apa itu fenol?

Fenol atau phenol adalah senyawa organik bersifat antiseptik yang biasanya tersedia dalam dosis kecil.

Seringnya, fenol terkandung dalam produk rumah tangga seperti obat kumur atau pembersih dalam kemasan semprot.

Fenol juga dapat digunakan mengatasi infeksi telinga pada bagian luar dan tengah di rongga telinga.

Produk dengan kandungan fenol biasanya digunakan untuk pengobatan luar (tidak ditelan) saat mengatasi masalah kesehatan mulut, seperti sariawan dan iritasi mulut ringan. 

Obat ini mungkin juga dapat digunakan untuk kondisi lain seperti yang dianjurkan oleh dokter Anda.

Sementara itu, semprotan fenol adalah kombinasi dari anestesi dan analgesik oral. Obat ini bekerja dengan membuat area yang sakit atau teriritasi menjadi mati rasa.

Phenol biasanya memiliki aroma khas yang sering kita jumpai saat berada di fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit.

Rata-rata, obat yang mengandung fenol bisa didapatkan tanpa resep dokter.

Namun dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan dosis fenol yang tepat sesuai masalah medis Anda.

Dosis dan aturan pakai fenol

fenol

Dokter akan memberikan dosis yang berbeda-beda sesuai dengan gejala yang dialami pasien. 

Bila mengalami masalah sakit tenggorokan atau sariawan, Anda bisa mengikuti cara menggunakan obat yang tertera pada label kemasan.

Menurut situs BPOM, fenol tersedia dalam bentuk larutan (cairan) yang disemprotkan dan tetes telinga yang tidak boleh ditelan

Sakit tenggorokan atau mulut

Untuk mengatasi sakit tenggorokan atau mulut ringan, gunakan produk yang  dikhususkan untuk mengatasi masalah mulut, misalnya Cooling-5.

Meski produk ini umumnya dijual bebas tanpa memerlukan resep dokter, sebaiknya Anda tetap memperhatikan anjuran pakai pada kemasan.

  • Dewasa dan 12 tahun ke atas
  • Untuk obat semprot, semprotkan sebanyak 5 kali pada area yang diperlukan.

    Untuk obat kumur, berkumur sebanyak 10 ml selama 15 detik, lalu ludahkan.

    Gunakan setiap 3 jam atau sesuai petunjuk dokter dan label kemasan.

    • Anak-anak usia 3 – 12 tahun

    Untuk obat semprot, semprotkan sebanyak 3 kali pada area yang diperlukan.

    Untuk obat kumur, berkumur sebanyak 5 – 7,5 ml atau tepuk pelan dengan kasa selama 15 detik, kemudian ludahkan.

    Gunakan setiap 3 jam atau sesuai petunjuk dokter dan label kemasan.

    • Anak-anak usia di bawah 3 tahun

    Dosis dan aturan pakai harus mengikuti anjuran dokter.

    Jika Anda melewatkan dosis penggunaan fenol dari waktu yang seharusnya, gunakanlah sesegera mungkin.

    Jika waktu penggunaan mendekati dosis berikutnya, lewati dosis yang tertinggal dan kembali pada jadwal semestinya.

    Infeksi telinga

    Saat mengalami masalah telinga ringan, dokter bisa meresepkan obat dengan bahan aktif fenol yang dijual bebas, misalnya Phenol Glycerol.

    Beberapa infeksi telinga ringan yang dimaksud seperti radang telinga luar dan tengah.

    Obat ini tersedia dalam bentuk tetes telinga dengan aturan pakai sebagai berikut.

    • Aplikasikan 1 – 2 tetes pada telinga yang sakit.
    • Gunakan sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari.
    • Atau ikuti petunjuk dokter dan apoteker.
    • Pada kasus infeksi telinga yang cukup berat, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter THT. Hindari sembarangan menggunakan obat fenol tanpa pengawasan.

      Efek samping fenol

      Efek samping obat akan berbeda-beda pada setiap orang. Namun, penggunaan obat ini tidak selalu menimbulkan efek samping.

      Segera periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila terjadi efek samping fenol seperti:

      • kesulitan bernapas,
      • demam,
      • sakit kepala,
      • mual,
      • ruam,
      • pembengkakan,
      • muntah,
      • nyeri, dan
      • iritasi pada sekitar mulut semakin parah.

      Mengutip situs Centers for Disease Control and Prevention, paparan bahan aktif phenol yang melebihi batas wajar dapat berpengaruh pada penurunan berat badan, sering merasa kelelahan, dan nyeri otot.

      Efek samping yang cukup parah dapat menyebabkan kerusakan hati atau ginjal, kejang, dan kulit terbakar.

      Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker Anda.

      Peringatan dan perhatian saat pakai fenol

      Sebelum menggunakan obat ini, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi seperti:

      • riwayat alergi pada obat tertentu,
      • sedang hamil atau menyusui,
      • sering mengonsumsi alkohol atau rokok, dan
      • ada luka di mulut.
      • Mengingat adanya risiko dari paparan fenol, Anda juga perlu memperhatikan penyimpanan produk yang mengandung senyawa ini.

        Simpan obat ini di suhu ruang yang tidak terlalu panas atau lembap dan perhatikan tanggal kedaluwarsanya.

        Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan cahaya matahari langsung.

        Tanyakan pada dokter atau apoteker untuk mengetahui berapa lama waktu simpan setelah kemasan dibuka dan bagaimana cara membuang obat yang aman.

        Apakah fenol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

        Belum ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

        Namun, bahan makanan dan obat yang mengandung phenol tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.

        Pasalnya, fenol berisiko menyebabkan berat badan bayi lahir rendah, terutama pada bayi laki-laki.

        Hal yang sama diduga berlaku untuk ibu menyusui karena senyawa phenol dapat terserap ke dalam ASI yang diberikan pada bayi.

        Interaksi obat fenol dengan obat lain

        Bisa terjadi efek interaksi obat jika phenol digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain. 

        Pada kasus-kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosis, atau memberikan alternatif pencegahan lain yang diperlukan. 

        Beri tahu penyedia layanan kesehatan Anda apabila Anda menggunakan obat resep atau nonresep lainnya.

        Catatan

        Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

        Ditinjau secara medis oleh

        Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

        Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


        Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 09/08/2022

        ad iconIklan

        Apakah artikel ini membantu?

        ad iconIklan
        ad iconIklan