home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Fargoxin

Fargoxin adalah obat yang diberikan untuk mengatasi gagal jantung dan gangguan detak jantung. Penyakit jantung dengan gejala seringan apa pun tidak boleh disepelekan, karena itulah pengobatan yang tepat perlu diberikan. Artikel kali ini akan mengulas secara lengkap kegunaan serta aturan pakai obat Fargoxin untuk mengatasi masalah jantung.

Golongan obat: Agen inotropik glikosida jantung

Kandungan obat: Digoxin

Apa itu obat Fargoxin?

Fargoxin adalah obat glikosida jantung yang digunakan untuk mengatasi gagal jantung serta denyut jantung tidak beraturan (fibrilasi atrium kronis).

Gagal jantung merupakan kondisi di mana otot jantung tidak dapat bekerja secara maksimal saat memompa darah. Akibatnya, darah tidak dapat mengalir ke seluruh tubuh dengan baik. Sementara fibrilasi atrium adalah salah satu jenis aritmia, yang juga menjadi salah satu gejala gagal jantung.

Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi mineral tertentu di dalam sel-sel jantung. Ketika diberikan, Fargoxin akan membantu menurunkan ketegangan pada jantung dan mengembalikan denyut nadi normal.

Obat ini tersedia dalam 2 bentuk, yaitu tablet (tab) dan injeksi (suntikan) dengan kegunaan yang tidak berbeda jauh. Khusus untuk Fargoxin tipe injeksi, manfaat obat ini lebih ditujukan untuk mengatasi gagal jantung yang disertai dengan fibrilasi atrium kronis.

Fargoxin adalah obat keras yang termasuk dalam golongan K. Obat-obatan ini biasanya ditandai dengan huruf K di dalam lingkaran merah.

Jika terdapat simbol tersebut dalam kemasan obat, itu artinya obat hanya bisa didapatkan di apotek dengan resep dokter.

Sediaan dan dosis Fargoxin

obat jantung bengkak

1. Fargoxin tablet

Fargoxin tablet tersedia dalam kemasan dus. Di dalam 1 dus obat, terdapat 10 strip yang masing-masing berisikan 10 tablet.

Satu tablet Fargoxin mengandung Digoxin sebanyak 0,25 mg.

Dosis dewasa

Pada digitalisasi cepat (24-36 jam pertama), orang dewasa akan diresepkan minum sebanyak 4-6 tablet. Jeda waktu minum antara setiap tablet akan ditentukan oleh dokter.

Pada digitalisasi lambat (3-5 hari pertama), dosis akan diturunkan menjadi 2-3 tablet sehari.

Dosis untuk terapi pemeliharaan atau perawatan lebih lanjut adalah 1-3 tablet sehari.

Dosis anak-anak

Anak-anak diberikan dosis sebesar 25 mcg/kg berat badan, dengan jeda waktu minum antar tablet yang sudah ditentukan oleh dokter.

Untuk dosis pemeliharaan pada anak, dokter akan meresepkan obat sebanyak 10-20 mcg/kg berat badan sebanyak 1 kali sehari.

Baik untuk anak-anak maupun dewasa, obat ini dapat diminum sebelum dan sesudah makan.

2. Fargoxin injeksi

Fargoxin injeksi atau ampul tersedia dalam bentuk kemasan dus berisikan 5 ampul.

Masing-masing ampul mengandung 2 mL obat. Di dalam 1 ampul Fargoxin, terdapat 0,25 mg/mL digoxin.

Dosis yang biasanya diresepkan oleh dokter adalah sebanyak 0,5-1 mg per hari.

Efek samping Fargoxin

Di bawah ini efek samping yang mungkin dapat timbul dari penggunaan obat Fargoxin.

  • Gangguan sistem saraf pusat dan pencernaan
  • Kebingungan atau gangguan kesadaran
  • Masalah disorientasi dan kesulitan berkomunikasi
  • Gangguan detak jantung
  • Penglihatan kabur
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit

Dalam kasus yang langka, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping yang serius seperti di bawah ini.

  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki atau tangan

Apabila Anda merasakan tanda-tanda efek samping yang tidak wajar, segera periksakan diri ke dokter.

Peringatan sebelum memakai obat Fargoxin

Sebelum menggunakan obat ini, simak beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu.

  • Hindari pemberian obat pada pasien dengan alergi terhadap digoxin atau digitoxin.
  • Informasikan pada dokter mengenai obat apa saja yang sedang dikonsumsi, khususnya antasida, antibiotik, kalsium, kortikosteroid, diuretik, obat penyakit jantung lainnya, obat tiroid, serta suplemen vitamin.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah tiroid, aritmia, kanker, atau penyakit ginjal.
  • Apabila Anda berusia 65 tahun ke atas, diskusikan dengan dokter mengenai manfaat serta efek samping dari konsumsi obat Fargoxin.
  • Simpanlah obat di tempat yang tertutup dan jauh dari jangkauan anak-anak. Pastikan obat disimpan di dalam suhu ruangan dan terhindar dari sinar matahari langsung atau kondisi lembap.
  • Perhatikan tata cara membuang obat jika obat sudah habis atau kedaluwarsa. Hindari membuang kemasan obat Anda secara sembarangan.

Apakah obat Fargoxin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Untuk mengetahui apakah ibu hamil dan menyusui bisa mengonsumsi obat Fargoxin, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Pasalnya, setiap kasus mungkin akan berbeda. Bisa jadi ibu hamil dan menyusui diperbolehkan mengonsumsi obat ini selama dilakukan di bawah pengawasan ketat dokter.

Penentuan dosis dan aturan pakai untuk ibu hamil hanya bisa dilakukan oleh dokter. Pastikan Anda tidak meminum obat ini tanpa resep dokter saat sedang hamil atau menyusui.

Interaksi obat Fargoxin dengan obat lain

Hati-hati saat menggunakan obat ini dan pastikan Anda tidak mengonsumsinya bersamaan dengan:

  • amphotericin,
  • antasida (seperti cholestyramine, colestipol, neomycin, dan sulfasalazine), dan
  • garam Ca dan obat aritmia lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fargoxin – MIMS. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/fargoxin?type=brief 

Fargoxin (injeksi) – PIO Nas BPOM. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from http://pionas.pom.go.id/obat/fargoxin-0 

Fargoxin (tablet) – PIO Nas BPOM. (n.d.). Retrieved August 10, 2021, from http://pionas.pom.go.id/obat/fargoxin 

Digoxin – MedlinePlus. (2021). Retrieved August 10, 2021, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682301.html 

Heart failure – Mayo Clinic. (2021). Retrieved August 10, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142 

Arrhythmia – Cleveland Clinic. (2018). Retrieved August 10, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16749-arrhythmia


Artikel Terkait


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 24/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.