backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Tretinoin Topikal

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 03/01/2023

Tretinoin Topikal

Tretinoin topikal merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengatasi jerawat. Obat ini bekerja dengan memengaruhi pertumbuhan pada sel-sel kulit.

Golongan obat: Retinoid

Merek dagang tretinoin topikal: Treclin, Skinovit, Trentin 0,1%, Clinoin, Trequilon, Lumiqin, Clin-Acne, Dermotin, Refaquin, Renosil, Tricodion, Reticor, Clidacor-T, Nuface, Renoic

Apa itu obat tretinoin topikal?

Tretinoin topikal adalah obat yang biasa dipakai untuk mengatasi jerawat. Penggunaan obat ini dapat membantu mengurangi jumlah dan rasa sakit akibat jerawat hingga mempercepat pemulihan kulit yang berjerawat.

Termasuk golongan retinoid, cara kerja tretinoin yaitu dengan memengaruhi pertumbuhan pada sel-sel kulit. Selain mengatasi jerawat, obat ini juga bisa digunakan untuk masalah kulit berikut.

Obat ini tidak boleh dipakai secara sembarangan, terlebih jika Anda memiliki masalah kulit seperti eksim. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika Anda hendak menggunakan obat ini.

Dosis tretinoin topikal

Sesuai namanya, tretinoin tersedia dalam bentuk topikal seperti krim, gel, dan lotion. Dilansir dari laman MIMS, berikut dosis penggunaan tretinoin topikal secara umum.

Jerawat

  • Dewasa: gunakan tretinoin gel/krim/lotion 0,01–0,05%. Oleskan pada area tempat jerawat muncul satu kali sehari sebelum tidur. Gejala peradangan mungkin memburuk terlebih dahulu pada minggu awal penggunaan. Efek pengobatan akan dipantau dalam waktu 2–6 minggu.
  • Anak: dosis sesuai rekomendasi dokter.

Keriput halus

  • Dewasa: gunakan tretinoin cream 0,02% atau 0,05%. Oleskan dengan ukuran sebesar kacang polong pada area wajah yang terdampak, satu kali sehari sebelum tidur. Efek pengobatan akan dipantau setelah enam bulan penggunaan.

Bintik hitam pada wajah

  • Dewasa: gunakan tretinoin cream 0,02% atau 0,05%. Oleskan dengan ukuran sebesar kacang polong pada area wajah yang terdampak, satu kali sehari sebelum tidur. Efek pengobatan akan dipantau setelah enam bulan penggunaan.

Kulit wajah kasar akibat paparan sinar UV

  • Dewasa: gunakan tretinoin cream 0,02% atau 0,05%. Oleskan dengan ukuran sebesar kacang polong pada area wajah yang terdampak, satu kali sehari sebelum tidur. Efek pengobatan akan dipantau setelah enam bulan penggunaan.

Perlu diingat, dosis di atas tidak bisa dijadikan pedoman pasti dalam penggunaan obat ini. Untuk mengetahui dosis yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

Aturan pakai tretinoin topikal

Obat jerawat tretinoin topikal

Umumnya, tretinoin topikal digunakan satu kali sehari sebelum tidur. Selalu ikuti resep dokter atau petunjuk penggunaan yang terdapat pada kemasan obat.

Cara kerja obat ini yaitu mengontrol gejala, bukan mengobati jerawat atau masalah kulit wajah lain yang Anda derita.

Dalam 7–10 hari pertama, pemakaian obat ini mungkin akan membuat jerawat Anda bertambah parah. Nyeri akibat jerawat biasanya akan mulai hilang setelah 2–3 minggu penggunaan.

Untuk mengurangi kerutan halus, bintik hitam, dan kulit kasar, dibutuhkan waktu 3–6 bulan hingga Anda bisa melihat perubahannya. Obat ini harus terus dipakai secara rutin hingga masalah Anda teratasi.

Selama penggunaan obat, hindari pemakaian produk wajah yang mengandung alkohol, mentol, dan lemon. Kandungan tersebut dapat memicu rasa nyeri atau sakit pada kulit.

Pastikan Anda mencuci tangan sebelum mengoleskan obat ke wajah. Jangan berlebihan dalam menggunakan obat, cukup oleskan secara tipis pada area kulit yang bermasalah.

Dalam menyimpan obat ini, ikuti petunjuk yang ada pada kemasan. Umumnya, obat paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauh dari cahaya langsung atau tempat lembap.

Efek samping tretinoin topikal

Sama seperti obat lain, Anda mungkin akan mengalami efek samping tertentu setelah memakai obat ini. Beberapa efek samping yang umum terjadi di antaranya:

  • muncul sensasi panas atau menusuk pada kulit yang dioles obat, 
  • perasaan seperti kesemutan, 
  • gatal-gatal, 
  • kemerahan, 
  • bengkak, 
  • kulit kering
  • kulit terkelupas, 
  • iritasi pada kulit, atau 
  • perubahan warna kulit.

Dalam beberapa kasus, reaksi alergi dapat terjadi jika Anda tidak cocok dengan krim atau salep tretinoin. Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami:

  • gatal yang tak tertahankan, 
  • sesak napas, dan 
  • bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Efek samping pada masing-masing orang dapat berbeda. Beberapa orang bahkan tidak merasakan efek samping apa pun setelah menggunakan obat ini.

Peringatan dan perhatian saat pakai tretinoin topikal

obat jerawat

Sebelum memakai obat, beberapa hal perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko efek samping yang mungkin ditimbulkan. Jika Anda hendak menggunakannya, sampaikan hal berikut kepada dokter.

  • Riwayat alergi terhadap tretinoin topikal atau obat sejenis.
  • Memiliki riwayat masalah pada kulit, seperti eksim atau kanker kulit.
  • Pengobatan yang sedang Anda jalani.
  • Obat atau vitamin yang sedang dikonsumsi.
  • Berencana atau sedang hamil.
  • Berencana melakukan aktivitas yang mengharuskan Anda terkena paparan sinar matahari dalam waktu lama.

Nantinya, dokter akan mempertimbangkan apakah Anda boleh menggunakan obat ini atau tidak. Penggunaan obat tanpa izin dokter dapat berbahaya bagi Anda.

Apakah obat tretinoin topikal aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Belum ada penelitan yang memadai terkait efek penggunaan tretinoin topikal terhadap ibu hamil. Namun, studi pada hewan menyebut bahwa penggunaan obat ini bisa berdampak buruk bagi janin.

Sementara itu, pada ibu menyusui, belum diketahui apakah tretinoin topikal dapat terserap ke dalam air susu ibu (ASI). Studi mengenai hal ini masih sangat terbatas.

Agar lebih aman, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum memakai obat ini. Nantinya, dokter akan menentukan apakah obat boleh dipakai berdasarkan kondisi Anda.

Interaksi obat tretinoin topikal dengan obat lain

Tretinoin topikal dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain. Sampaikan pada dokter apabila Anda mengonsumsi obat-obatan seperti:

  • aminocaproic acid,
  • aprotinin,
  • chlortetracycline,
  • demeclocycline,
  • doxycycline,
  • lymecycline,
  • meclocycline,
  • methacycline,
  • minocycline,
  • oxytetracycline,
  • rolitetracycline,
  • tetracycline,
  • tranexamic acid,
  • fluconazole,
  • ketoconazole, dan
  • voriconazole.

Daftar di atas mungkin tidak mencakup semua obat yang dapat berinteraksi dengan tretinoin. Maka dari itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai obat ini.

Fakta seputar tretinoin topikal

  • Biasa digunakan untuk mengatasi jerawat.
  • Dapat dipakai untuk mengatasi masalah kulit lain, seperti keriput halus, bintik hitam, hingga kulit kasar pada wajah.
  • Harus digunakan secara rutin satu kali sehari sebelum tidur hingga mencapai target yang diinginkan.
  • Penggunaan obat hanya untuk mengontrol gejala, bukan mengobati.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 03/01/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan