Dermatix adalah obat oles gel untuk memudarkan bekas luka dan bekas jerawat. Obat ini bisa dibeli secara bebas di apotek tanpa resep dokter.
- Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah.
- Ruam kulit.
- Gatal-gatal.
- Kesulitan bernapas.
Dermatix adalah obat oles gel untuk memudarkan bekas luka dan bekas jerawat. Obat ini bisa dibeli secara bebas di apotek tanpa resep dokter.

Golongan obat: penutup luka, emolien dan pelindung luka, perawatan untuk luka dan ulkus.
Kandungan obat: Vitamin C ester dan cyclopentasiloxane pada Dermatix Ultra. Cyclopentasiloxane, ekstrak lendir siput, zinc gluconate, dan niacinamide pada Dermatix Acne Spot Care. Vitamin E.
Dermatix adalah obat topikal atau obat oles berbentuk gel yang berguna untuk menyamarkan bekas luka yang menonjol dan bekas jerawat.
Produk ini terdiri dari dua jenis, yaitu Dermatix Ultra dan Dermatix Acne Care. Berikut penjelasannya lebih lanjut.
Salep Dermatix Ultra mengandung cyclopentasiloxane yang menghaluskan bekas luka dan vitamin C ester yang mengurangi noda gelap bekas luka.
Selain itu, obat ini bisa digunakan untuk mengurangi tonjolan keloid yang terbentuk karena adanya kerusakan jaringan parut pada kulit.
Produk ini bisa digunakan untuk beberapa keperluan berikut.
Sebuah studi dari jurnal Aesthetic Plastic Surgery (2013) menunjukkan bahwa penggunaan vitamin C yang dikombinasikan dengan gel silikon membantu mempercepat pemulihan bekas luka operasi.
Kegunaan Dermatix yang ini membantu mencerahkan noda hitam bekas jerawat dan menjaga kondisi kesehatan kulit secara menyeluruh.
Berikut kandungan beserta fungsinya pada kulit.
Produk ini tersedia dalam bentuk obat oles gel. Berikut dosisnya.

Produk hanya bisa dioleskan pada bekas luka dan bekas jerawat yang sudah kering dan sembuh, bukan pada luka seperti cacar air, luka terbuka, atau jerawat yang aktif.
Berikut langkah-langkah pemakaianya.
Salep Dermatix jarang menimbulkan efek samping apabila digunakan dengan dosis dan cara yang sesuai. Namun, segera ke dokter bila Anda mengalami kulit kemerahan, nyeri, atau iritasi.
Temui ke dokter bila mengalami tanda-tanda alergi terhadap obat tertentu, seperti ruam, biduran, sensasi terbakar, bentol-bentol, dan bengkak.
Efek samping ini tidak selalu terjadi pada semua orang. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.
Hindari penggunaan kedua produk ini bila Anda memiliki alergi silicone gel.
Berikut peringatan sebelum pemakaian kedua produk ini.
Simpan pada suhu ruangan di bawah 25 °Celcius, jauhkan dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.
Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.
Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.
Belum ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.
Selalu konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko, khususnya jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
Dermatix merupakan obat oles kulit sehingga bisa digunakan dengan obat minum. Akan tetapi, hindari menggunakan produk ini dengan obat perawatan kulit dan antibiotik.
Dermatix adalah obat topikal gel untuk menyamarkan bekas luka dan noda hitam akibat jerawat. Produk ini bisa dibeli secara bebas di apotek. Gunakan sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
WHOCC – ATC/DDD Index. (2023). Retrieved 27 April 2023, from https://www.whocc.no/atc_ddd_index/?code=D03&showdescription=no
WHOCC – ATC/DDD Index. (2023). Retrieved 27 April 2023, from https://www.whocc.no/atc_ddd_index/?code=D09&showdescription=no
WHOCC – ATC/DDD Index. (2023). Retrieved 27 April 2023, from https://www.whocc.no/atc_ddd_index/?code=D02&showdescription=no
In Sik Yun, Yoo, H.-S., Yong Jin Kim, & Dong Kyun Rah. (2013). Improved Scar Appearance With Combined Use of Silicone Gel and Vitamin C for Asian Patients: A Comparative Case Series. Aesthetic Plastic Surgery, 37(6), 1176–1181. https://doi.org/10.1007/s00266-013-0210-5
Cek Produk – Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. (2023). Retrieved 27 April 2023, from https://cekbpom.pom.go.id/search_home_produk
Angra, K., Lipp, M. B., Sekhon, S., Wu, D. C., & Goldman, M. P. (2021). Review of Post-laser-resurfacing Topical Agents for Improved Healing and Cosmesis. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 14(8), 24-32. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8570656/
Dermatix Ultra | Dermatix Indonesia. (2023). Dermatix Indonesia. https://dermatix.co.id/our-scar-treatments/dermatix-ultra
Keen, M. A., & Hassan, I. (2016). Vitamin E in dermatology. Indian Dermatology Online Journal, 7(4), 311-315. https://doi.org/10.4103/2229-5178.185494
Sarkar, R., Arora, P., & Garg, K. V. (2013). Cosmeceuticals for Hyperpigmentation: What is Available? Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, 6(1), 4-11. https://doi.org/10.4103/0974-2077.110089
McDermott, M., Cerullo, A. R., Parziale, J., Achrak, E., Sultana, S., Ferd, J., Samad, S., Deng, W., Braunschweig, A. B., & Holford, M. (2021). Advancing Discovery of Snail Mucins Function and Application. Frontiers in Bioengineering and Biotechnology, 9. https://doi.org/10.3389/fbioe.2021.734023
Skin Allergy | Dermatology. (2023). Retrieved 27 April 2023, from https://intermountainhealthcare.org/services/dermatology/conditions/skin-allergy/
Versi Terbaru
05/05/2023
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala