home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Obat Ranitidine 150 mg

Manfaat Obat Ranitidine 150 mg

Tubuh manusia menghasilkan asam untuk membantu sistem pencernaan dalam mencerna makanan. Namun pada beberapa kondisi, produksi asam ini berlebihan hingga akhirnya mengganggu kinerja organ-orang pencernaan yang lain. Ranitidine adalah salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi produksi berlebihan asam pencernaan tersebut. Ranitidine sering kali tersedia dalam bentuk tablet berukuran 150 mg dan 300 mg. Apa saja manfaat ranitidine 150 mg?

Ranitidine dapat dikonsumsi dengan resep maupun tanpa resep. Namun sangat disarankan untuk Anda mendiskusikannya dengan dokter dan perhatikan instruksi dalam kemasannya lebih dulu sebelum mengkonsumsinya. Ranitidine biasa dikonsumsi melalui mulut (oral). Dosis yang akan Anda konsumsi bergantung kepada sejauh mana kondisi kesehatan Anda.

Manfaat ranitidine 150 mg

Ranitidine selain memiliki kemampuan untuk menurunkan kandungan asam dalam tubuh Anda, juga memiliki beberapa manfaat lain seperti:

  • Mengatasi luka dan pendarahan pada dinding kerongkongan Anda yang disebabkan oleh tingginya asam lambung.
  • Saat dikombinasikan dengan antibiotik tertentu, ranitidine 150 mg mampu menangani infeksi pada lambung Anda.
  • Mengatasi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju kerongkongan atau yang biasa dikenal dengan gastroesophageal reflux disease (GERD),
  • Mengatasi peningkatan produksi hormon gastrin, hormon yang merangsang sekresi asam lambung, dalam tubuh.
  • Mengatasi hingga menghentikan peningkatan sekresi asam lambung. Kondisi banyaknya asam ini dapat menyebabkan nyeri, kesulitan mencerna hingga perut terasa panas (heartburn).
  • Mencegah timbulnya luka pada dinding lambung sebagai efek samping dari penggunaan suatu obat.
  • Menghentikan penghasilan asam lambung sementara saat tindakan anestesi tengah berlangsung.

Siapa yang harus berhati-hati sebelum minum ranitidine?

Sebelum minum ranitidine, sebaiknya diskusikan dahulu kepada dokter Anda bila Anda sedang berada dalam beberapa kondisi, di antaranya:

  • Memiliki kanker lambung.
  • Memiliki gangguan ginjal.
  • Memiliki ulkus lambung dan mengkonsumsi obat anti pembengkakan non-steroid seperti aspirin (NSAID).
  • Memiliki penyakit keturunan kurangnya hormon glisin yang berfungsi membentuk komponen sel darah merah.
  • Berusia lebih dari 65 tahun.
  • Memiliki penyakit paru-paru, diabetes dan gangguan sistem imun.
  • Sedang mengkonsumsi obat lain, baik sesuai resep dokter maupun tidak.
  • Sedang mengandung maupun menyusui.
  • Memiliki alergi ranitidine atau substansi lain yang terkandung di dalamnya.

Apa efek samping ranitidin?

Sayangnya mengonsumsi ranitidine 150 mg terkadang bisa menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya:

  • Reaksi alergi, seperti muncul ruam atau rasa gatal pada kulit, bengkak pada beberapa bagian tubuh (wajah, bibir, lidah dll), mulai kesulitan bernafas dan timbulnya rasa nyeri pada dada, demam hingga terasa pusing saat berdiri.
  • Gangguan pada ginjal yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada bagian punggung hingga munculnya darah pada urin.
  • Nyeri pada bagian perut yang teramat sakit.
  • Melambatnya detak jantung.
  • Munculnya rasa mual dan kesulitan buang air besar (sembelit).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Theresia Evelyn Diperbarui 02/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x