home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Salofalk

Penggunaan|Dosis|Efek samping|Pencegahan & peringatan|Interaksi obat|Overdosis
Salofalk

Penggunaan

Apa itu salofalk?

Salofalk adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif.

Obat ini digunakan untuk membantu mengurangi gejala kolitis ulseratif seperti diare, perdarahan dubur, dan sakit perut.

Salofalk adalah obat yang masuk dalam kelas aminosalisilat dan mengandung mesalamine. Obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan atau perangan di usus besar dan gejala lainnya.

Salofalk hanya digunakan berdasar resep dan rekomendasi dokter Anda.

Bagaimana cara penggunaan salofalk?

Berikut berbagai cara penggunaan salofalk sesuai dengan sediaannya:

Tablet atau kapsul

Untuk obat berbentuk kapsul atau tablet, minumlah dengan segelas air putih satu jam sebelum makan.

Untuk obat yang berbentuk kapsul, Anda bisa meminumnya dengan atau tanpa makanan. Namun jika bentuknya tablet Anda bisa meminumnya bersamaan dengan makanan untuk menetralisir rasa pahit.

Telan obat langsung, jangan dihancurkan atau dikunyah. Menghancurkannya bisa membuat obat tidak sampai dengan maksimal ke usus besar.

Jika Anda kesulitan menelan kapsul, Anda bisa membuka dan menaburkan isinya pada yoghurt misalnya sebelum dikonsumsi. Kemudian, telan campuran tanpa dikunyah terlebih dahulu.

Enema

Untuk menggunakan obat berbentuk enema, berikut caranya:

  1. Pertama-tama, keluarkan botol dari kantong foil pelindung. Hati-hati saat mengeluarkannya jangan sampai meremas atau menusuknya
  2. Kemudian, kocok botol untuk memastikan bahwa obat tercampur rata
  3. Lepaskan tutup pelindung dari ujung aplikator sambil memegang leher botol sehingga tidak ada obat yang tumpah
  4. Berbaringlah miring dengan kaki lurus dan lutut kanan ditekuk ke depan
  5. Anda juga bisa berbaring dengan posisi lutut di dada
  6. Masukkan ujung aplikator enema dengan hati-hati ke dalam dubur
  7. Tekan botol obat perlahan agar mengalir ke rektum
  8. Setelah cukup, tarik dan buah botolnya
  9. Tetaplah dalam posisi yang sama selama kurang lebih 30 menit agar obat bisa mengalir ke area-area yang seharusnya

Supositoria

Supositoria bisa digunakan dengan cara:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan keringkan dengan handuk bersih
  2. Pegang supositoria dalam kondisi berdiri atau tegak dan lepaskan bungkusnya dengan hati-hati
  3. Sebelum memasukkan supositoria, sebaiknya kencing dan buang air besar terlebih dahulu
  4. Masukkan supositoria ke dubur (ujung runcingnya terlebih dahulu) secara perlahan ke dalam rektum dengan tekanan lembut
  5. Agar supositoria bisa masuk lebih mudah, gunakan pelumas
  6. Cuci tangan Anda dengan sabun setelahnya

Obat ini biasanya akan menodai celana dalam atau sprei Anda. Untuk melindunginya, gunakan pembalut atau perlak di atas sprei.

Obat harus tetap berada di tubuh selama 1 sampai 3 jam atau lebih tergantung saran dari dokter. Usahakan untuk tidak kencing atau buang air besar selama obat masih di dalam.

Apa pun jenis yang digunakan, pastikan untuk menggunakannya secara teratur sesuai resep yang diberikan. Meski Anda sudah merasa lebih baik, jangan hentikan pemakaian obat.

Tanyakan pada dokter jika Anda bingung bagaimana cara menggunakannya terutama sediaan enema dan supositoria.

Bagaimana cara menyimpan salofalk?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Bagaimana dosis salofalk untuk orang dewasa?

Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap perawatan. Pada orang dewasa dengan penyakit kolitis ulseratif akut, dosis total yang diberikan biasanya 150 sampai 300 mg. Dosis ini biasanya dibagi menjadi 3 kali sehari.

Sementara untuk penyakit Crohn akut, dosis yang diberikan yaitu sekitar 150 sampai 450 mg. Dosisnya juga terbagi menjadi tiga kali sehari.

Untuk perawatan, dosis total yang diberikan yaitu 500 mg, terbagi menjadi 3 kali sehari. Sementara itu, untuk supositoria obat diberikan dua kali sehari dan enema sekali sehari sebelum tidur.

Bagaimana dosis salofalk untuk anak-anak?

Untuk anak-anak, dosis perlu atas rekomendasi dokter dengan berbagai pertimbangan.

Dalam sediaan apakah salofalk tersedia?

Tablet, kapsul, supositoria, dan enema adalah jenis-jenis sediaan salofalk.

Efek samping

Efek samping apa yang bisa muncul setelah konsumsi salofalk?

Salofalk adalah obat untuk radang usus yang bisa menimbulkan efek samping, sama seperti obat-obatan lainnya:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Perut terasa kembung
  • Adanya gas berlebih di perut atau usus
  • Sakit kepala ringan

Sementara itu, efek samping lain yang kurang umum tetapi mungkin saja muncul yaitu:

  • Sakit perut parah
  • Gelisah
  • Sakit punggung parah
  • Feses berdarah dan berwarna gelap
  • Kulit membiru atau pucat
  • Nyeri dada yang menyebar ke lengan kiri, leher, atau bahu
  • Panas dingin
  • Diare parah
  • Detak jantung cepat
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Ruam kulit
  • Merasa lemah dan lelah

Beberapa efek samping yang muncul biasanya tidak sampai membutuhkan campur tangan medis. Efek ini umumnya dapat hilang selama perawatan karena tubuh sudah bisa berdaptasi dengan obat.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus diperhatikan sebelum menggunakan salofalk?

Salofalk hanya boleh dikonsumsi oleh orang yang punya kondisi ginjal yang baik. Kalau Anda memiliki gangguan ginjal, obat ini hanya boleh dikonsumsi setelah dokter memberikan persetujuannya. Selain itu, salofalk juga tidak bisa digunakan sembarangan pada lansia.

Beberapa hal lain yang perlu diketahui sebelum menggunakan salofalk:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat medis Anda terutama jika Anda memiliki penyakit ginjal, hati, penyumbatan perut, dan masalah kulit (dermatitis atopik)
  • Obat ini mirip dengan aspirin, oleh karenanya perlu diperhatikan penggunaannya oleh anak-anak karena bisa menimbulkan sindrom Reye

Obat ini juga bisa mengganggu tes laboratorium tertentu termasuk kadar normetanephrine urine sehingga bisa membuat keliru hasil tes. Untuk itu, pastikan petugas laboratorium dan semua dokter tahu bahwa Anda sedang menggunakan obat ini.

Biasanya dokter akan melakukan tes ginjal atau urine secara berkala selama Anda menggunakan obat ini. Tujuannya yaitu untuk memantau fungsi ginjal dan efek samping yang mungkin muncul.

Apakah salofalk aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Belum ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A = Tidak berisiko
B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
C = Mungkin berisiko
D = Ada bukti positif dari risiko
X = Kontraindikasi
N = Tidak diketahui

Dalam eksperimen yang dilakukan pada anak tikus, tidak ada efek buruk yang muncul baik dalam kesuburan, reproduksi, dan pemberian ASI. Oleh karena itu, salofalk adalah obat yang masuk ke dalam kategori B.

Akan tetapi, ibu hamil dan menyusui tetap perlu berhati-hati dalam meminum salofalk. Artinya, obat hanya boleh dikonsumsi sesuai rekomendasi dokter. Obat hanya boleh digunakan hanya jika manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan dengan risikonya.

Namun, jika bayi mengalami diare setelah disusui saat ibu meminum salofalk, konsultasikan segera ke dokter.

Interaksi obat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan salofalk?

Salofalk atau mesalamine sangat mirip dengan balsalazide, olsalazine, dan sulfasalazine. Oleh karena itu, menggunakan obat ini secara bersamaan bisa menggandakan dosis.

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Namun, tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis salofalk tanpa persetujuan dokter karena itu adalah hal yang bisa membahayakan kondisi Anda.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan salofalk?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan salofalk?

Kondisi kesehatan tertentu bisa memengaruhi penggunaan obat. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika memiki beberapa masalah kesehatan seperti:

  • Alergi terhadap salisilat misalnya aspirin
  • Alergi terhadap lemak nabati jenuh
  • Sedang atau pernah memiliki penyakit ginjal
  • Memiliki penyakit hati
  • Sedang atau pernah memiliki miokarditis
  • Sedang atau pernah memiliki perikarditis
  • Memiliki sumbatan pada perut

Tanyakan pada dokter adakah obat alternatif yang bisa Anda konsumsi agar tidak berinteraksi dengan masalah kesehatan yang dimiliki.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat. Jangan tunda kondisinya apalagi jika seseorang sudah mulai tidak sadarkan diri.

Overdosis adalah kondisi yang sangat mungkin terjadi jika Anda tidak mematuhi aturan minum salofalk dari dokter.

Umumnya kondisi gawat darurat ini ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Sulit bernapas
  • Telinga berdenging
  • Linglung
  • Napas cepat dan pendek-pendek
  • Kejang

Pastikan untuk tidak menyalahgunakan obat agar kondisi ini tidak sampai terjadi.

Bagaimana jika saya melupakan jadwal minum obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Salofalk adalah obat yang tidak boleh diminum dalam satu waktu dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 18/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri