backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Imidapril

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 22/11/2022

Imidapril

Imidapril adalah obat yang digunakan untuk membantu menjaga tekanan darah Anda tetap terkendali. Ketahui lebih dalam mengenai dosis dan aturan pakai obat imidapril melalui penjelasan berikut.

Golongan obat: Obat kardiovaskular

Merek dagang: Tanapress 10, Tanapress 5

Apa itu obat imidapril?

obat hipertensi, obat tekanan darah tinggi

Imidapril umum digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini tergolong dalam kelas obat kardiovaskular yang disebut angiotensin converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor).

Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, imidapril akan bekerja dengan melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan lebih mudah.

Dengan begitu, tekanan darah akan menjadi relatif lebih stabil. Selain itu, juga akan lebih mudah bagi jantung Anda untuk memompa darah melalui pembuluh darah di sekitar tubuh.

Selain itu, obat imidapril mencegah pembentukan angiotensin II. Penurunan jumlah angiotensin II akan menyebabkan penurunan tekanan darah.

Obat ini juga mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi medis lainnya. Tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dosis obat imidapril

Obat imidapril tersedia dalam bentuk kapsul 5 mg, 10 mg, dan 20mg. Obat ini digunakan secara oral dan diminum sesuai dengan dosis yang dokter tentukan.

Adapun penentuan dosis umumnya bergantung pada kegunaan obat dan usia pasien. Melansir dari MIMS, secara umum berikut adalah gambaran dosis dari obat imidapril.

1. Hipertensi esensial

  • Dewasa: Dosis awal 5 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan menjadi 10 mg setiap hari jika kontrol tekanan darah yang optimal belum tercapai setelah setidaknya 3 minggu terapi. Dosis maksimal 20 mg setiap hari.

  • Lansia: Dosis awal 2,5 mg sekali sehari, dapat dititrasi sesuai dengan respons tekanan darah. Dosis maksimal 10 mg setiap hari.

2. Kelompok pasien khusus

  • Pasien dengan gagal jantung, penyakit serebrovaskular, atau angina pektoris dosis awalnya 2,5 mg sekali sehari. Diperlukan pemantauan ketat terhadap pasien.
  • 3. Gangguan ginjal

    • <10 CrCl (mL/menit): Dosis dikontradikasi.
    • 10 – 29 CrCl (mL/menit): Dosis tidak direkomendasikan.
    • 30 – 80 CrCl (mL/menit): Dosis awal 2,5 mg sekali sehari kemudian titrasi dosis dengan hati-hati.

    4. Kerusakan hati

    • Dosis awal 2,5 mg sekali sehari.

    Dosis imidapril dapat disesuaikan, ditunda, atau dihentikan tergantung pada jumlah darah Anda dan bagaimana Anda mentolerir obat selama setiap siklus pengobatan.

    Ikuti aturan minum obat yang tertera dalam label kemasan sebelum menggunakan obat ini.

    Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, lebih lama dari yang disarankan.

    Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

    Aturan pakai obat imidapril

    Gunakan obat imidapril persis seperti dosis yang dianjurkan oleh dokter Anda atau sesuai petunjuk pada label. Jangan mengambil lebih atau kurang dari yang diinstruksikan oleh dokter Anda.

    Minumlah obat ini dengan perut kosong, setidaknya 15 menit sebelum makan. Pastikan untuk meminumnya pada waktu yang sama setiap hari.

    Dokter mungkin akan memberi tahu Anda tentang jangka waktu perawatan tergantung pada respons Anda terhadap obat tersebut.

    Imidapril harus diminum secara teratur agar efektif. Lanjutkan minum obat ini bahkan ketika Anda merasa lebih baik.

    Jangan berhenti meminumnya kecuali diinstruksikan oleh dokter.

    Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan obat imidapril, konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis yang menangani Anda.

    Efek samping obat imidapril

    Trombosis Sinus Cavernosus (TSC)

    Obat imidapril dapat menyebabkan pusing. Jika terpengaruh, jangan mengemudi atau ambil bagian dalam aktivitas apa pun yang dapat membahayakan.

    Anda mungkin mengalami pusing saat bangun dari posisi duduk atau berbaring, terutama jika Anda baru pertama kali meminum obat ini.

    Kondisi ini umum terjadi dan akan hilang secara bertahap saat Anda terbiasa mengomsumsinya.

    Jika Anda menggunakan obat ini untuk pertama kalinya, Anda dapat meminum dosis pertama imidapril sebelum tidur untuk meminimalkan pusing.

    Efek samping lainnya termasuk salah satu dari berikut ini:

    • sakit kepala,
    • kantuk,
    • mual,
    • muntah,
    • gangguan pencernaan,
    • nyeri pada tungkai, dan
    • batuk kering.

    Beberapa efek samping obat imidapril mungkin memerlukan bantuan medis segera. Segera pergi ke dokter jika Anda mengalami salah satu dari berikut ini:

    • ruam,
    • sesak napas,
    • pembengkakan pada wajah, mata, mulut atau tenggorokan,
    • tidak bisa buang air kecil,
    • perubahan jumlah urine yang dikeluarkan,
    • keluar darah dalam urine,
    • perdarahan atau memar yang tidak biasa,
    • sakit tenggorokan yang sering dan terus-menerus disertai demam,
    • menguningnya kulit atau mata,
    • sakit perut,
    • urine berwarna gelap,
    • kelelahan, dan
    • bengkak di kaki dan pergelangan kaki.

    Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin pula ada beberapa efek samping imidapril yang tidak disebutkan di atas.

    Bila khawatir mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah kepada dokter atau apoteker Anda.

    Peringatan dan perhatian saat pakai obat imidapril

    Sebelum memutuskan untuk menggunakan obat, pertimbangkan dulu manfaat dan risikonya. Ini adalah keputusan yang harus dibuat setelah berdiskusi dengan dokter Anda.

    Beri tahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut.

    • Penyakit jantung misalnya gagal jantung, penyempitan katup jantung, nyeri dada, dan otot jantung yang menebal secara tidak normal.
    • Penyakit pembuluh darah yang mensuplai otak.
    • Gangguan sistem kekebalan yang memengaruhi kolagen misalnya lupus eritematosus sistemik (penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan).
    • Diabetes.
    • Kadar kalium tinggi dalam darah (hiperkalemia).
    • Volume cairan yang bersirkulasi dalam tubuh rendah.
    • Penyakit ginjal ringan hingga sedang.
    • Penyakit hati.

    Beri tahu dokter juga jika Anda sedang menyusui. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker Anda sebelum memberikan obat ini kepada orang tua.

    Orang tua mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat imidapril. Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi kecil dan perawatan gigi, beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi obat ini.

    Jika Anda termasuk ras kulit hitam, obat imidapril mungkin kurang efektif. Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat ini.

    Selama Anda menggunakan imidapril, Anda mungkin perlu melakukan tes darah secara teratur untuk memeriksa respons tubuh Anda terhadap obat tersebut.

    Dokter Anda akan memberi tahu Anda tentang seberapa sering Anda perlu melakukan tes darah.

    Penyimpanan obat

    Imidapril adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

    Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan obat yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

    Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

    Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Namun, jangan buang obat ke dalam toilet atau saluran pembuangan, kecuali bila diinstruksikan.

    Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

    Apakah obat imidapril aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    ibu hamil makan bakaran

    Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

    Dalam hal ini, penggunaan penghambat ACE tidak dianjurkan selama trimester pertama kehamilan.

    Selain itu, penghambat ACE juga menjadi kontraindikasi untuk diminum selama trimester kedua dan trimester ketiga kehamilan.

    Bukti epidemiologis mengenai risiko setelah paparan inhibitor ACE selama trimester pertama kehamilan belum konklusif, tapi peningkatan kecil dalam risiko tidak boleh diabaikan.

    Kecuali jika terapi penghambat ACE berkelanjutan masih perlu dikonsumsi, maka pasien yang sedang merencanakan kehamilan harus diberikan pengobatan antihipertensi alternatif yang aman bagi ibu hamil.

    Ketika kehamilan didiagnosis, pengobatan dengan penghambat ACE harus segera dihentikan, bahkan jika perlu diberikan terapi alternatif.

    Sementara itu, terapi ACE inhibitor selama trimester kedua dan ketiga diketahui dapat berisiko bagi kehamilan.

    Misalnya, penurunan fungsi ginjal, oligohidramnion, retardasi pengerasan tengkorak, dan toksisitas neonatal (gagal ginjal, hipotensi, hiperkalemia).

    Jika paparan terhadap ACE inhibitor telah terjadi sejak trimester kedua kehamilan, ibu hamil dianjurkan melakukan pemeriksaan USG fungsi ginjal dan tulang tengkorak.

    Bayi yang ibunya menggunakan ACE inhibitor harus diobservasi secara ketat apakah mengalami hipotensi atau tidak.

    Interaksi obat imidapril dengan obat lain

    Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

    Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

    Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

    Berikut adalah beberapa obat yang diketahui dapat berinteraksi dengan imidapril:

    • spironolakton,
    • triamteren,
    • amilorida,
    • suplemen K,
    • peningkatan konsentrasi serum,
    • toksisitas lithium,
    • indometasin,
    • aspirin,
    • rifampisin,
    • simpatomimetik,
    • hidroklorotiazid,
    • nitrat,
    • TCA, dan
    • neuroleptik.

    Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau melakukan tindakan pencegahan lainnya yang mungkin diperlukan.

    Perlu Anda ketahui, buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

    Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat.

    Jika masih ada pertanyaan soal obat ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker Anda.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

    Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


    Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 22/11/2022

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan