home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Terlalu Sering Minum Obat Pereda Nyeri, Bikin Obat Jadi Tak Mempan Lagi

Obat pereda nyeri memang bisa menjadi solusi untuk Anda yang mengalami nyeri serta rasa sakit yang tidak tertahankan. Tetapi tidak sedikit orang yang meminum obat pereda nyeri atau obat analgesik, walaupun rasa sakit yang dirasakannya tidak terlalu parah.

Seberapa sering Anda meminum obat pereda nyeri, seperti paracetamol, untuk menghilangkan rasa sakit kepala Anda? Apakah aman terlalu sering minum obat tersebut? Apakah tidak apa-apa jika sedikit saja nyeri yang timbul lalu langsung minum obat pereda nyeri?

Mengenal toleransi tubuh terhadap obat pereda nyeri

Terlalu sering minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, atau jenis obat NSAIDs, justru membuat tubuh lebih kebal dan lama kelamaan obat tidak akan bekerja dengan efektif lagi – tentu saja dalam dosis yang sama.

Orang yang telah mengonsumsi obat analgesik, otomatis akan memiliki toleransi terhadap obat tersebut. Toleransi obat adalah kondisi di mana obat tidak lagi bekerja secara efektif dan tidak mampu untuk mengatasi gejala nyeri serta sakit yang muncul. Untuk membuat obat pereda nyeri tersebut dapat bekerja normal lagi dan mampu mengobati rasa nyeri yang dirasakan, maka dosis obat harus ditambahkan.

Apabila suatu saat obat tersebut kembali tidak memberikan efek apapun pada rasa sakit Anda, maka dapat diartikan bahwa dosis obat yang diberikan menjadi kurang. Sehingga dosis obat yang Anda minum akan terus-menerus bertambah.

Bagaimana tubuh menjadi kebal terhadap obat-obatan yang sering diminum?

Saat salah satu bagian tubuh mengalami nyeri atau sakit, otak akan memproduksi zat kimiawi yang menyebabkan Anda merasakan rasa sakit tersebut. Kemudian, obat analgesik atau penghilang nyeri akan bertugas untuk menghentikan otak memproduksi zat tersebut.

Namun saat seseorang terlalu sering mengonsumsi obat-obatan tersebut dengan dosis yang cukup tinggi, maka tubuh alan beradaptasi dan tidak mampu untuk menghentikan zat kimiawi yang dihasilkan otak tersebut. Saat itu terjadi, Anda memerlukan dosis yang lebih agar tubuh kembali peka dengan adanya obat pereda nyeri yang masuk ke dalam tubuh.

Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah telanjur obat pereda nyeri tak mempan lagi?

Apabila Anda mengalami penyakit kronis, biasanya dokter akan mengizinkan Anda untuk meminum obat pereda rasa nyeri dengan dosis yang melebihi sebelumnya. Atau bisa juga dokter memberikan jenis obat-obatan yang baru dan lebih ampuh untuk mengatasi rasa nyeri Anda. Hal ini tergantung dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Toleransi terhadap obat ini akan terus terjadi selama Anda meminum obat yang sama, tetapi tenang saja, hal ini kan hilang ketika Anda memutuskan untuk menghentikan penggunaannya. Hal yang perlu diingat adalah ketika Anda memulai untuk mengonsumsi obat yang sama, jangan meminum obat tersebut dengan jumlah dosis yang sama saat Anda menghentikan obat tersebut. Dosis tersebut terlalu tinggi untuk tubuh Anda yang baru saja memulai pengobatan tersebut. Untuk itu, sebaiknya Anda konsultasikan hal ini ke dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Drug pharmacology: effects, tolerance and dependence. (2017). [online] Forcon.ca. Available at: http://www.forcon.ca/learning/pharmacology.html  [Accessed 22 Feb. 2017].

Madeline R. Vann, M. (2017). Painkillers: Tolerance vs. Addiction. [online] EverydayHealth.com. Available at: http://www.everydayhealth.com/addiction/painkillers-tolerance-vs-addiction.aspx  [Accessed 22 Feb. 2017].

Tolerance and Resistance to Drugs – Drugs – Merck Manuals Consumer Version. (2017). [online] Merck Manuals Consumer Version. Available at: http://www.merckmanuals.com/home/drugs/factors-affecting-response-to-drugs/tolerance-and-resistance-to-drugs  [Accessed 22 Feb. 2017].

WebMD. (2017). Drug Tolerance and Addiction. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/pain-management/guide/drug-tolerance-addiction  [Accessed 22 Feb. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 12/01/2021
x