Misoprostol

Misoprostol

Misoprostol adalah obat tukak lambung akibat efek samping obat tertentu. Obat ini tergolong keras sehingga hanya boleh didapat menggunakan resep dokter.

Golongan obat: prostaglandin.

Merek dagang: Noprostol, Cytostol, Gastrul, Misotab, Proster, Invitec, Nusoter, Protecid, Sopros, Prosomed, dll.

Apa itu misoprostol?

Misoprostol adalah obat dengan kandungan yang menyerupai senyawa prostaglandin di dalam tubuh.

Obat ini berguna untuk mencegah tukak lambung karena efek samping obat artritis atau pereda nyeri nonsteroid (NSAID), seperti aspirin.

Pada pencegahan tukak lambung, misoprostol bekerja dengan cara melindungi lapisan dinding lambung dan mengurangi cairan asam lambung.

Selain itu, obat ini juga merupakan obat induksi persalinan yang bekerja dengan cara memicu kontraksi dan melembutkan leher rahim.

Misoprostol pun bisa digunakan sebagai aborsi kehamilan.

Namun, Anda perlu mengetahui bahwa setiap orang pada dasarnya dilarang melakukan aborsi.

Tindakan aborsi dikecualikan bila Anda memiliki kondisi yang sesuai dengan UU Kesehatan tahun 2009 Pasal 75 dan 76 berikut.

  • Indikasi kedaruratan medis yang terdeteksi sejak usia kehamilan dini, yang mengancam ibu dan/atau janin, yang bisa memiliki penyakit genetik berat atau cacat bawaan, atau kondisi yang tidak dapat diperbaiki sehinga menyulitkan bayi bila hidup.
  • Kehamilan akibat perkosaan yang menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

Untuk penggunaan aborsi, obat hanya boleh diberikan oleh dokter sebelum kehamilan berumur 6 minggu, sejak hari pertama terakhir dengan izin ibu hamil, suami (kecuali korban perkosaan), dan telah melalui konseling dan/atau penasihatan pranikah.

Ringkasan

Misoprostol adalah obat untuk mencegah tukak lambung akibat obat-obatan NSAID, induksi kelahiran, dan aborsi.

Dosis misoprostol

dosis misoprostol

Mengutip situs Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), misoprostol tersedia dalam bentuk tablet dengan konsentrasi sebesar 20 mg, 200 mcg, atau 0,2 mg.

Pemberian dosis yang tepat berguna untuk mencegah overdosis. Jangan pula minum obat dosis ganda.

Berikut dosis penggunaan obat misoprostol berdasarkan kondisi yang dialami.

Tukak lambung atau duodenum

Dosis sebesar 200 mcg sebanyak 2 butir dua kali sehari saat makan. Dosis alternatif sebanyak 1 tablet 200 mcg 4 kali sehari.

Konsumsi setidaknya selama 4 minggu, bisa dilanjut hingga 8 minggu bila dibutuhkan.

Aborsi

  • Dewasa: 400 mcg sebagai dosis tunggal, diberikan 36 – 48 jam setelah obat mifepristone.

Pencegahan tukak lambung atau duodenum

  • Dewasa: 200 mcg sebanyak 2, 3, atau 4 kali sehari, tergangung pada kondisi.

Induksi kelahiran

  • Dewasa: 200 mcg melalui vagina, tunggu selama 24 jam.

Aturan pakai misoprostol

Selalu konsumsi obat ini sesuai arahan dokter. Minumlah tablet dengan makanan dan hindari pemberian obat untuk orang di bawah 18 tahun.

Efek samping misoprostol

Sama seperti obat pada umumnya, misoprostol bisa menimbulkan efek samping meskipun tidak semua orang mengalaminya.

Hentikan konsumsi tablet dan segera hubungi dokter bila Anda mengalami kondisi berikut.

  • Reaksi alergi berat, seperti bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Sulit bernapas.
  • Bengkak pada tangan dan kaki.

Beri tahu dokter bila Anda mengalami kondisi berikut.

  • Perdarahan berat dan menyakitkan.
  • Kontraksi janin abnormal.

Berikut beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Masuk angin.
  • Maag.
  • Meriang.
  • Demam.
  • Haid tak lancar.
  • Nyeri rahim.
  • Perdarahan vagina.
  • Kram.
  • Menggigil.
  • Ari-ari tertinggal setelah melahirkan.

Peringatan dan perhatian saat pakai misoprostol

efek samping misoprostol

Jangan konsumsi misoprostol bila Anda memiliki masalah berikut.

  • Alergi misoprostol, prostaglandin atau kandungan lain di dalam obat.
  • Wanita usia subur dan tidak menggunakan kontrasepsi.
  • Hamil atau menjalani program kehamilan.
  • Menyusui.

Sebelum minum misoprostol, beri tahu dokter bila Anda memiliki kondisi di bawah ini.

  • Hamil atau berencana hamil.
  • Wanita subur tanpa alat kontrasepsi.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit ginjal
  • Tekanan darah tinggi atau rendah, atau penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah lainnya.
  • Radang usus.
  • Rentan dehidrasi.

Apakah misoprostol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil dan menyusui dilarang menggunakan obat misoprostol. Obat ini bisa memicu keguguran atau bayi lahir cacat.

Ibu menyusui pun tidak boleh minum obat ini karena misoprostol terserap ke dalam ASI dan akan tertelan oleh bayi. Efeknya, bayi pun bisa mengalami diare.

Interaksi misoprostol dengan obat lain

Jenis obat-obatan tertentu bisa memengaruhi kinerja misoprostol. Beri tahu dokter bila Anda mengonsumsi obat ini.

  • Obat NSAID, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen, meningkatkan risiko pembengkakan pada kaki atau tangan.
  • Antasida yang mengandung magnesium, bisa picu diare semakin parah.
  • Obat untuk kondisi jantung.
  • Phenylbutazone.

Misoprostol adalah obat dengan kandungan prostaglandin yang berguna untuk mencegah tukak lambung, memicu kelahiran, hingga aborsi.

Obat ini tergolong keras sehingga harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter.

Hindari minum alkohol dengan obat tertentu agar tidak menimbulkan efek samping lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 20/10/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan