home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Gejala Overdosis Obat Pereda Nyeri yang Perlu Diwaspadai

Berbagai Gejala Overdosis Obat Pereda Nyeri yang Perlu Diwaspadai

Obat pereda nyeri atau yang disebut juga dengan penghilang rasa sakit terkadang banyak disalahgunakan. Meski tujuannya untuk meringankan rasa sakit, sebagian orang justru menggunakannya untuk tujuan nonmedis. Hal ini dibuktikan oleh data dari National Institute on Drug Abuse yang menyatakan sekitar 54 juta orang Amerika menggunakan obat penghilang rasa sakit bukan untuk meringankan masalah kesehatan yang dimilikinya.

Bahkan, setiap hari ada lebih dari 115 orang Amerika meninggal akibat overdosis obat pereda nyeri yang diresepkan seperti Vicodin, OxyContin, dan Fentanyl. Sayangnya, tak hanya obat pereda nyeri yang diresepkan yang berbahaya. Obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran juga rawan dikonsumsi melebihi dosis yang seharusnya.

Gejala yang muncul saat overdosis obat pereda nyeri

lemas saat puasa

Obat penghilang rasa sakit yang diresepkan biasanya dapat memberikan sensasi menyenangkan saat dikonsumsi pertama kali. Hal inilah yang akhirnya membuat banyak orang mengalami kecanduan. Sayangnya, Anda tidak akan mendapatkan sensasi yang sama jika mengonsumsi dengan dosis yang sama di kemudian hari. Akibatnya Anda perlu meningkatkan dosisnya untuk mencapai sensasi tertinggi sama seperti ketika mencobanya pertama kali. Kondisi inilah yang membuat banyak orang mengalami overdosis.

Saat Anda mengalami overdosis biasanya tubuh akan memunculkan berbagai gejala khusus. Berikut berbagai gejala overdosis obat pereda nyeri yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Mengantuk
  • Tubuh lemas
  • Pupil mengecil
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Kulit dingin dan berkeringat
  • Tekanan darah menurun drastis
  • Pernapasan melambat dan dangkal (seperti ngos-ngosan)
  • Rasa terbakar di tenggorokan dan perut
  • Mengeluarkan suara seperti mendengkur (ngorok)
  • Bibir membiru dan wajah serta ujung jari pucat
  • Pergerakan mata yang cepat dan melebihi kondisi normal
  • Tidak merespon rangsangan dari luar, misalnya tidak menjawab saat dipanggil
  • Sulit bernapas dan denyut nadi lambat
  • Hilang kesadaran

Faktor risiko pada overdosis obat penghilang rasa sakit

Setiap obat memiliki batas maksimal konsumsinya masing-masing. Akan tetapi, tiap orang memiliki batas toleransi tubuh yang berbeda-beda. Berikut berbagai faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko overdosis:

  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Kondisi kesehatan mental yang buruk.
  • Memiliki riwayat overdosis sebelumnya.
  • Memiliki ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit.
  • Dosis yang diresepkan atau dikonsumsi lebih tinggi dari yang dianjurkan.
  • Menggunakan beberapa resep obat penghilang rasa sakit atau zat lain yang menekan sistem saraf pusat seperti alkohol.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 10/10/2018
x