backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Levonorgestrel

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 19/10/2022

Levonorgestrel

Levonorgestrel adalah obat yang digunakan untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seksual tanpa memakai kondom. Ketahui lebih jelas mengenai kegunaan, dosis, dan aturan pakai obat levonorgestrel melalui penjelasan berikut ini.

Golongan obat: Obat kontrasepsi

Merek dagang: Microlut, Valenor 2, Monoplant, Duplant, Andalan Postpil, Postinor-2, Susuk KB II Tiga Tahunan, Exita, Sinoplant, Susuk KB II Tiga Tahunan (Catur Dakwah), Indoplant, Valenor 2, Mirena, Microlut, Sino Implant

Apa itu obat levonorgestrel?

Levonorgestrel adalah zat aktif yang terkandung dalam pil pagi hari. Pil pagi hari atau morning after pill adalah salah satu metode yang dibutuhkan wanita untuk mencegah kehamilan.

Obat ini termasuk dalam kategori alat kontrasepsi darurat.  Selain pada pil pagi hari, levonorgestrel juga terkandung pada implan dan spiral.

Zat aktif ini tergolong sebagai hormon progestin yang bekerja untuk mencegah kehamilan dengan cara mengentalkan lendir serviks guna menghambat perjalanan sperma melalui rahim.

Dengan begitu, sperma semakin sulit bertemu sel telur (fertilisasi) hingga tidak melekat ke dinding rahim (implantasi).

Perlu Anda ketahui bahwa zat aktif levonorgestrel tidak akan menggugurkan kehamilan yang sudah terjadi maupun melindungi Anda melawan penyakit seksual menular misalnya HIV, gonore, atau klamidia.

Obat ini mungkin tidak dapat bekerja dengan baik pada wanita yang kelebihan berat badan atau lebih dari 74 kg.

Bicarakan dengan dokter Anda untuk detail lebih lanjut dan lihat apakah pengobatan ini cocok bagi Anda. Obat ini sebaiknya tidak digunakan sebagai alat KB reguler.

Selain kegunaan tersebut, obat levonorgestrel juga mungkin digunakan untuk mengatasi kondisi medis lainnya. Tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dosis obat levonorgestrel

trihexyphenidyl

Levonorgestrel tersedia dalam bentuk tablet 0,75 mg, impan atau susuk, dan intrauterine system dengan merek Mirena.

Adapun dosis obatnya menyesuaikan dengan sediaan obat, kegunaan, dan usia pasiennya. Berikut adalah dosis obat cytarabine berdasarkan laman MIMS.com.

1. Menoragia 

  • Dewasa: Sebagai IUD 52 mg, melepaskan levonorgestrel dengan kecepatan kira-kira 20 mcg/hari.

2. Kontrasepsi

  • Dewasa: Sebagai IUD 13,5 mg, melepaskan levonorgestrel dengankecepatan kira-kira 14 mcg/hari setelah 24 hari, kemudian kecepatannya menurun secara progresif hingga kira-kira 5 mcg/hari setelah 3 tahun. Ganti IUD setelah 3 tahun. Sebagai IUD 19,5 mg, melepaskan levonorgestrel dengan kecepatan sekitar 17,5 mcg/hari setelah 24 hari, kemudian kecepatan menurun secara progresif menjadi 7,4 mcg/hari setelah 5 tahun. Ganti IUD setelah 5 tahun. Sebagai 52 mg IUD, melepaskan levonorgestrel dengan kecepatan sekitar 20 mcg/hari.

3. Kontrasepsi darurat

  • Dewasa: Dosis awal 1 tablet (0,75 mg) diminum sesegera mungkin, tidak lebih dari 72 jam setelah hubungan seksual tanpa pelindung. Lalu diikuti dengan konsumsi 0,75 mg dalam 12 jam kemudian. Jika mengalami muntah dalam waktu 3 jam setelah minum tablet, segera minum tablet lain.

4. Kontrasepsi

  • Dewasa: Dengan menggunakan instrumen bedah yang disediakan, masukkan 2 implan (75 mg/implan) di bawah kulit dalam waktu 7 hari setelah menstruasi.

Dosis levonorgestrel dapat disesuaikan, ditunda, atau dihentikan tergantung pada jumlah darah Anda dan bagaimana Anda mentolerir obat selama setiap siklus pengobatan.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengikuti petunjuk dokter ketika mengonsumsinya.

Aturan pakai obat levonorgestrel

Sebelum mengonsumsi, pastikan untuk mengikuti aturan minum obat yang tertera dalam label kemasan sebelum menggunakan obat ini.

Anda tidak disarankan untuk menggunakan obat levonorgestrel ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Untuk menghindari risiko efek samping, gunakan pil levonorgestrel dengan dosis efektif terendah dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering tanpa persetujuan dokter.

Kondisi Anda tidak akan membaik dengan lebih cepat dan risiko efek samping serius mungkin meningkat.

Efek samping obat levonorgestrel

Sama seperti obat-obatan lainnya, efek samping bisa terjadi bila obat Levonorgestrol tidak digunakan sesuai petunjuk.

Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini di antaranya sebagai berikut:

  • mual,
  • diare,
  • sakit perut,
  • pusing,
  • merasa lelah,
  • sakit pada payudara,
  • perubahan pada masa menstruasi, dan
  • sakit kepala.

Selain itu, hubungi dokter segera jika Anda merasa sakit parah di perut bagian bawah atau samping.

Ini mungkin tanda kehamilan ektopik atau kehamilan yang tertanam pada tabung fallopian dan bukan di rahim. Kehamilan ektopik merupakan kondisi medis darurat.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian sebelum mengonsumsi levonorgestrel

Sebelum menggunakan Levonorgestrel, beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki kondisi medis seperti di bawah ini.

  • Alergi dengan obat Levonorgestrel, obat lain, atau bahan-bahan yang ada di dalamnya.
  • Sedang mengonsumsi obat resep dan non resep lainnya, vitamin, dan suplemen nutrisi atau berencana digunakan, termasuk obat herbal khususnya St. John’s wort.
  • Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama diabetes.
  • Bicarakan dengan dokter bila Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil.

Apabila Anda ragu untuk memastikan kondisi tersebut, konsultasikanlah dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan medis terlebih dahulu.

Penyimpanan obat

Levonorgestrel adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan obat yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Namun, jangan buang obat ke dalam toilet atau saluran pembuangan, kecuali bila diinstruksikan.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Apakah obat levonorgestrel aman untuk ibu hamil dan menyusui?

ibu hamil membungkuk

Selalu konsultasikan pada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Anda tidak diperbolehkan untuk minum obat ini bila sedang hamil. Jika Anda sedang hamil tapi terlanjur minum obat ini, penting bagi Anda untuk menemui dokter.

Tidak ada bukti bahwa levonorgestrel akan membahayakan bayi yang berkembang di rahim.

Namun demikian, dokter Anda mungkin ingin memeriksa bahwa kehamilan tersebut tidak ektopik (di mana bayi berkembang di suatu tempat di luar rahim).

Ini sangat penting jika Anda merasakan sakit perut yang parah setelah minum pil levonorgestrel atau jika Anda sebelumnya pernah mengalami kehamilan ektopik, operasi tuba fallopi, atau penyakit radang panggul.

Sementara itu, bahan aktif obat ini diekskresikan ke dalam ASI Anda. Oleh karena itu, disarankan agar Anda mengambil tablet Anda segera setelah menyusui dan hindari menyusui setidaknya 8 jam minum levonorgestrel.

Kemudian tiriskan ASI Anda dengan pompa payudara selama 8 jam setelah minum obat.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi jumlah bahan aktif yang tercampur dalam ASI dan dikonsumsi bayi Anda.

Pastikan konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat apa pun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.

Interaksi obat levonorgestrel dengan obat lain

ampicillin / ampisilin

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum di sini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan termasuk obat-obatan resep atau nonresep dan produk herbal.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat lain dapat berinteraksi dengan levonorgestrel dan menurunkan kemampuhannya, yakni sebagai berikut:

Periksa semua label obat yang Anda gunakan dengan cermat. Pasalnya, obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping bila dikonsumsi bersamaan dengan Levonorgestrel.

Namun, jika dokter telah mengarahkan untuk mengambil obat-obatan tersebut, sebaiknya ikuti instruksi dokter Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 19/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan