home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Manfaat Minyak Krill yang Tak Kalah dari Minyak Ikan

8 Manfaat Minyak Krill yang Tak Kalah dari Minyak Ikan

Tak hanya ikan, krill atau zooplankton juga bisa dimanfaatkan minyaknya. Minyak krill merupakan generasi terbarukan dari omega-3 yang kini mulai banyak dilirik. Penelitian menunjukkan bahwa minyak krill memiliki kandungan yang sama dengan minyak ikan, bahkan lebih baik. Penasaran dengan manfaat minyak krill? Yuk, simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu minyak krill?

Sekarang ini, minyak krill tidak kalah populer dengan minyak ikan. Minyak ini berasal dari zooplankton yang mirip dengan udang kecil yang disebut krill. Krill hanya ditemukan di perairan Antartika dan Samudera Pasifik bagian utara, termasuk lepas pantai Jepang dan Kanada. Pada rantai makanan, krill berada di bagian paling bawah, yaitu menjadi makanan bagi fitoplankton, alga laut kecil, penguin, dan ikan paus.

minyak krill

Minyak krill mengandung asam lemak esensial yang sama dengan minyak ikan. Di antaranya adalah eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahaxenoic acid (DHA). Selain itu, minyak ini juga mengandung asam lemak lain yang berasal dari fosfolipid dan astaxanthin yang tinggi antioksidan. Menurut penelitian, minyak krill lebih efektif diserap oleh tubuh dibanding minyak ikan karena EPA dan DHA dalam minyak krill terikat dengan fosfolipid. Kelebihan minyak krill dalam proses penyerapannya membuat Anda hanya memerlukan minyak ini dalam dosis kecil.

Manfaat minyak krill untuk kesehatan tubuh

Walaupun berasal dari zooplankton, minyak ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaat minyak krill antara lain:

1. Menjaga kesehatan jantung

Dilansir dari Dr. Axe, sebuah studi tahun 2015 oleh Danbury Hospital mengukur manfaat minyak krill untuk kesehatan jantung pada penderita diabetes. Minyak krill terbukti mampu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, menurunkan trigliserida dan kolesterol jahat di dalam tubuh.

Penelitian pada tahun 2014 oleh Backes, dkk juga menunjukkan adanya penurunan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida) setelah mengonsumsi minyak krill. Dijelaskan bahwa penggunaan krill oil sebesar 1-3 gram (tergantung Indeks Massa Tubuh) selama 12 minggu pada pasien yang memiliki kadar lemak darah tinggi (kolesterol dan trigliserida) terbukti dapat mengatasi kondisi tersebut.

Selain itu, minyak krill juga meningkatkan sensitivitas insulin dan fungsi lapisan pembuluh darah sehingga mendukung kesehatan jantung.

2. Melawan peradangan

Peradangan akut adalah respon imun normal yang dapat membantu melindungi tubuh dari zat asing. Peradangan yang terjadi pada tubuh berpotensi menyebabkan obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

Kandungan asam lemak omega 3 dan astaxanthin pada minyak krill terbukti memiliki fungsi antiradang sehingga bisa menurunkan risiko penyakit kronis, memperlambat proses penuaan, dan memberikan kesehatan pada tubuh secara keseluruhan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minyak krill mampu melawan bakteri berbahaya yang ada di sel usus manusia.

3. Mengurangi nyeri sendi dan meringankan gejala arthritis

Manfaat minyak krill berikutnya yaitu mengurangi gejala arthritis dan nyeri sendi. Penelitian menunjukkan bahwa minyak krill mengurangi kekakuan, menambah jangkauan gerak, gangguan fungsional sendi, dan rasa sakit pada pasien rematik atau osteoarthritis.

Asam lemak pada minyak krill juga membantu mempertahankan kepadatan tulang dan kelenturan sendi sehingga menurunkan risiko patah tulang dan osteoporosis di usia tua.

4. Mendukung kesehatan kulit

Manfaat minyak krill lain yang bisa Anda dapatkan adalah mendukung kesehatan kulit. Dari kulit berjerawat hingga dermatitis, peradangan adalah penyebab utama kondisi kulit tersebut. Antioksidan dari minyak krill mampu mengurangi peradangan, terbentuknya bintik gelap dan keriput serta memperbaiki tekstur wajah dengan menjaga kelembapan kulit.

5. Meningkatkan fungsi otak

Semakin tua, fungsi otak seseorang akan mengalami penurunan. Beberapa kondisi seperti gangguan bipolar, skizofrenia, gangguan ADHD, depresi, dan kecemasan juga dapat mengurangi kinerja otak secara normal.

Nah, penelitian menunjukkan bahwa asam lemak pada minyak krill mampu memperlambat penurunan kognitif pada tikus. Hasilnya pada manusia memang belum dijamin, tapi para ahli cukup optimis.

6. Mengurangi gejala PMS

Gejala PMS menyebabkan nyeri haid dan perubahan mood yang tidak biasa. Pada dasarnya, asam lemak omega-3 pada minyak krill dapat mengurangi peradangan sehingga bisa mengurangi gejala PMS.

7. Mencegah berbagai jenis kanker

Sebuah penelitian yang diteribitkan pada European Journal of Cancer Prevention menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi asam lemak omega-3 secara rutin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kanker payudara, kanker perut, dan kanker prostat.

8. Bantu menurunkan berat badan

Asam lemak oemga-3 pada minyak krill membantu menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan pembakaran lemak untuk energi. Mengonsumsi setidaknya 1,3 gram asam lemak omega-3 setiap hari dapat meningkatkan rasa kenyang hingga dua jam setelah makan sehingga membakar 27 persen jumlah lemak pada tubuh.

Apa yang harus Anda perhatikan ketika mengonsumsi minyak krill?

manfaat minyak krill

Perlu diketahui bahwa sebelum mengonsumsi krill oil, pastikan Anda tidak mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan), dan bila muncul efek samping yang membuat tidak nyaman, hentikan penggunaan dan segera konsultasikan dengan dokter.

Efek samping umum penggunaan minyak krill adalah sakit perut, bau mulut, mual, gangguan pencernaan, dan perut kembung. Semua ini sangat umum terjadi, tapi hal tersebut hanya terjadi pada waktu awal penggunaan saja.

Seiring waktu semua gejala akan hilang secara bertahap. Yang terpenting adalah memilih minyak krill dengan kualitas yang baik dan aman, gunakan dari dosis rendah hingga disesuaikan dengan kebutuhan secara perlahan.

Berdasarkan rekomendasi American Heart Association, orang tanpa riwayat penyakit kardiovaskular dapat mengonsumsi 2 gram krill oil atau minyak yang mengandung omega-3 setiap harinya. Berbeda halnya dengan orang yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner (misalnya akibat kolesterol tinggi) dapat mengonsumsi 1 gram EPA+DHA yang terkandung dalam krill oil setiap harinya atas petunjuk dokter. Sementara untuk menurunkan trigliserida, Anda dapat mengonsumsi 2-4 gram EPA+DHA dalam bentuk kapsul krill oil setelah konsultasi dengan dokter.

Produk minyak krill atau krill oil yang sudah tersedia di pasaran memiliki kandungan 100% minyak krill murni dan disertai kandungan baik lainnya, seperti omega-3, EPA, dan DHA. Namun, pastikan Anda memilih minyak krill yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, lansia, serta anak yang sudah bisa menelan suplemen kapsul. Namun, pada ibu hamil dan menyusui, lakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menentukan dosis yang tepat.

Perlu diketahui juga bahwa minyak krill dapat memperlambat proses pembekuan darah. Bila Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, efektivitas obat bisa terganggu. Kemudian, kenali gejala alergi makanan laut, seperti pembengkakan dan gatal-gatal. Oleh karena itu, jangan lupa untuk konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan minyak krill.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Could This Be Better Than Fish Oil?. Verywell Health. (2020). Retrieved 8 April 2021, from https://www.verywellhealth.com/krill-oil-what-should-i-know-about-it-89571

Link, R. (2018). Are Krill Oil Benefits Even Better than Fish Oil Benefits?. Retrieved 8 April 2021, from https://draxe.com/nutrition/krill-oil-benefits/

Jones, T. (2020). 6 Science-Based Health Benefits of Krill Oil. Healthline. Retrieved 8 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/krill-oil-benefits#section3

Backes, J., & Howard, P. (2014). Krill Oil for Cardiovascular Risk Prevention: Is it for Real?. Hospital Pharmacy, 49(10), 907-912. https://doi.org/10.1310/hpj4910-907

Fish consumption, fish oil, omega-3 fatty acids, and cardiovascular disease. Kris-Etherton PM, Harris WS, Appel LJ, American Heart Association. Nutrition Committee. Circulation. 2002 Nov 19; 106(21):2747-57.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x