Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

    Kortikosteroid adalah salah satu golongan obat yang sangat sering digunakan, berfungsi sebagai anti peradangan dan sering disebut sebagai “obat dewa” karena kemampuannya untuk mengobati berbagai gejala penyakit. Beberapa nama kortikosteroid yang sering kita temukan adalah prednison, metilprednisolon, dexamethason, hidrokortison, betametason, triamsinolon dan lainnya. Walaupun terbukti ampuh untuk meredakan banyak keluhan seperti kulit bengkak, gatal-gatal, kemerahan, flu, pegal-pegal serta penyakit alergi, pemakaian yang berlebihan dari kortikosteroid justru dapat menyebabkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan.

    Apa itu kortikosteroid?

    Kortikosteroid adalah sekumpulan hormon yang diproduksi oleh tubuh manusia melalui kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Hormon ini berfungsi dalam pengaturan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, regulasi cairan tubuh, sistem pertahanan tubuh, dan pembentukan tulang.

    Apa fungsi obat kortikosteroid?

    Kortikosteroid digunakan untuk gangguan produksi hormon oleh kelenjar adrenal yang mengakibatkan tubuh kekurangan hormon steroid. Kondisi lain yang sering diobati dengan kortikosteroid antara lain adalah penyakit alergi seperti asma, urtikaria konjungtivitis alergi dan lainnya, penyakit autoimun, peradangan sistemik, transplantasi, pembengkakan otak, dan masih banyak lagi.

    Apa efek samping obat kortikosteroid?

    Penggunaan kortikosteroid pada pasien harus dipertimbangkan dengan baik, dikarenakan efek sampingnya yang luas. Timbulnya efek samping dipengaruhi banyak hal, penggunaan lebih dari 2 minggu dapat menyebabkan timbul efek samping yang serius. Kortikosteroid potensi kuat dengan dosis tinggi lebih sering menyebabkan efek samping. Efek samping yang timbul tergantung daripada bagaimana penggunaannya, karena penggunaan secara sistemik umumnya menyebabkan efek samping yang lebih besar.

    Kortikosteroid sistemik

    Sediaan kortikosteroid sistemik biasanya berbentuk tablet atau injeksi ke dalam pembuluh darah. Efek samping yang bisa timbul adalah :

    • Hipertensi
    • Peningkatan gula darah, diabetes
    • Tukak lambung
    • Perdarahan saluran cerna
    • Penyembuhan luka yang lama dan abnormal
    • Kekurangan kalium
    • Osteoporosis
    • Mudah terkena infeksi
    • Gangguan emosi
    • Insomnia
    • Peningkatan nafsu makan
    • Glaukoma
    • Otot yang melemah
    • Penipisan kulit

    Kortikosteroid lokal

    Sediaan kortikosteroid lokal bisa bermacam-macam, termasuk injeksi, inhalasi, dan salep.

    Efek samping kortikosteroid injeksi

    • Nyeri dan pembengkakan pada otot atau sendi yang disuntik
    • Kelemahan otot dan tendon
    • Infeksi
    • Penipisan kulit

    Efek samping kortikosteroid inhalasi

    • Sariawan di mulut atau tenggorokan
    • Mimisan ringan
    • Suara serak atau kesulitan berbicara
    • Batuk
    • Jamur di rongga mulut
    • Peningkatan risiko infeksi pneumonia pada pasien penyakit paru obstruktif kronik

    Efek samping kortikosteroid salep

    • Penipisan kulit
    • Warna kulit menjadi lebih pucat
    • Peningkatan risiko infeksi kulit
    • Menghambat penyembuhan luka

    Pada kasus yang lebih berat, penggunaan kortikosteroid dosis tinggi dapat menyebabkan sindrom Cushing, yang ditandai oleh:

    • Obesitas
    • Hipertensi
    • Mudah lelah
    • Striae abdomen, garis berwarna ungu di perut
    • Pembengkakan
    • Penumpukan lemak di wajah (moon face) dan di belikat (buffalo hump)
    • Hirsutisme, pertumbuhan rambut di tempat yang tidak umum pada wanita
    • Gangguan menstruasi pada wanita

    Bagaimana penggunaan kortikosteroid yang aman?

    Oleh karena berbagai efek samping di atas, penggunaan kortikosteroid haru sesuai dengan petunjuk dokter, baik berapa dosisnya, berapa kali minum dalam sehari, dan untuk diminum berapa harinya. Masyarakat tidak disarankan untuk mengonsumsi atau menambah-kurangi dosis obat ini tanpa petunjuk dokter. Untuk mengurangi efek samping kortikosteroid, pasien dapat mengikuti tips berikut:

    • Jangan meminum kortikosteroid saat lambung kosong, untuk mengurangi efek samping terhadap sistem pencernaan
    • Gunakan spacer pada kortikosteroid inhalasi, untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi jamur di rongga mulut
    • Lakukan penyuntikan di tempat berbeda, maksimal penyuntikan kortikosteroid di tempat yang sama yaitu tiga kali
    • Pada daerah kulit yang tipis atau lipatan, gunakalah steroid dengan potensi lemah
    • Hati-hati pada penggunaan sekitar mata, karena dapat menyebabkan glaukoma atau katarak

    Jangan hentikan pengobatan mendadak. Pada penggunaan jangka panjang, dokter biasanya melakukan “tappering off” saat akan menghentikan pengobatan, yaitu dengan cara dosis obat diturunkan perlahan-lahan baru kemudian dihentikan. Penghentian mendadak kortikosteroid dapat menyebabkan sindrom Addison.

    BACA JUGA:

    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber
    1. Piliang, Sjafil. Bahri, Chairul. Hormon Steroid dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jlid III Edisi V. Jakarta : Interna Publishing. 2009
    2. Katzung, Betram G. Basic and Clinical Phamacology 10th edition. San Fransisco : The McGraw-Hill. 2006.
    3. Corticosteroids. http://www.nhs.uk/Conditions/Corticosteroid-%28drugs%29/Pages/Introduction.aspx Accessed on May 23, 2016
    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh dr. Angga Maulana Diperbarui Jul 19, 2021
    Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
    Next article: