Ketokonazol (Ketoconazole)

Ketokonazol (Ketoconazole)

Ketokonazol atau ketoconazole adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur. Obat ini berguna untuk menyembuhkan penyakit, seperti kurap, infeksi jamur di selangkangan, ketombe, kutu air, panu, dan ruam kulit akibat jamur.

Golongan obat: Antijamur

Merek dagang: Dysfungal SS, Fungoral, Dysfungal, Dermaral, Solinfec, Ufinazol.

Apa itu ketokonazol?

Ketokonazol di Indonesia adalah obat antijamur yang tersedia dalam bentuk topikal (krim atau salep), sampo, dan oral (obat minum).

Selain mengatasi jamur pada tubuh, obat oral ini juga mengatasi kondisi sindrom Cushing atau kelebihan hormon kortisol pada orang berusia 12 tahun ke atas.

Mengutip situs PubChem, fungsi ketoconazole adalah mencegah sintesis ergosterol pada membran sel jamur sehingga pertumbuhan sel terhambat.

Obat ini umumnya bisa dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, tetapi terdapat peringatan khusus dalam pemakaiannya.

Namun, sediaan tablet dan beberapa krim tertentu harus dibeli menggunakan resep dokter.

Dosis dan sediaan ketokonazol

obat antijamur

Ada tiga sediaan ketokonazol yang ada di Indonesia, yakni obat tablet 200 mg, krim 2%, dan cairan untuk kulit kepala 2%. Pemberian dosis dilakukan berdasarkan keluhan yang muncul.

Inilah dosis ketokonazol yang dianjurkan berdasarkan sediaan dan jenis-jenis penyakit.

Krim oles untuk mengobati panu, kutu air, jamur selangkangan, dan kurap pada orang dewasa

Mengutip situs The Electronic Medicines Compendium (EMC), oleskan obat 1–2 kali sehari saat pagi dan malam.

Lanjutkan penggunaan krim beberapa hari setelah tanda infeksi memudar untuk mencegah pertumbuhan bakteri kembali.

Pada pengobatan infeksi jamur di selangkangan, gunakan selama 2–4 minggu. Gunakan pada panu sebanyak 1–2 kali setiap hari selama 2–3 minggu.

Pemakaian obat selama 3–4 minggu dianjurkan untuk penyakit kurap. Sementara itu, kutu air bisa disembuhkan dengan ketokonazol selama 4–6 minggu.

Krim oles untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur kandida

Untuk dewasa, oleskan krim pada kulit yang terinfeksi sebanyak 1–2 kali sehari.

Lanjutkan pengobatan pada beberapa hari setelah tanda infeksi berkurang. Pengobatan bisa dilanjutkan hingga 4 minggu.

Ketombe akibat dermatitis seboroik dan infeksi jamur Pityriasis capitis

Oleskan krim pada kulit kepala berketombe akibat dermatitis seboroik sebanyak 1–2 kali sehari selama 2–4 minggu.

Sementara itu, pemberian dosis dalam bentuk sampo sebanyak dua kali seminggu selama 2–4 minggu untuk mengurangi ketombe.

Lanjutkan pemakaian sekali selama 1–2 minggu untuk mencegah timbulnya ketombe datang lagi.

Obat minum ketokonazol untuk mengobati sindrom Cushing

Berikan dosis awal sebanyak 400–600 mg setiap hari. Dosis dapat ditingkatkan sebesar 200 mg setiap hari selama 7–28 hari.

Dosis maksimal 1.200 mg setiap hari. Semua dosis diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Dokter biasanya meresepkan maksimal 30 tablet.

Aturan pakai ketokonazol

krim antijamur

Cara menggunakan ketokonazol krim adalah dengan membersihkan daerah yang terinfeksi dan keringkan dengan tisu atau handuk bersih.

Oleskan krim di permukaan kulit yang bermasalah dan sekitarnya. Pastikan Anda tidak menyentuh orang lain setelah menggunakan krim.

Selanjutnya, jika menggunakan dalam bentuk sampo, pastikan Anda basahi rambut dan kulit kepala terlebih dahulu.

Gosok shampoo sampai berbusa, lalu balurkan pada kulit kepala dan rambut. Tunggu selama 3–5 menit, lalu bilas.

Obat minum ketokonazol sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Jika Anda mengonsumsi antasida, sebaiknya minum antasida saat 1–2 jam sebelum mengonsumsi ketokonazol.

Efek samping ketokonazol

Efek samping obat yang timbul terbagi berdasarkan sediaan dan terbagi menjadi efek samping umum, tidak umum, dan langka.

Efek samping krim ketoconazole

Efek samping penggunaan krim yang mungkin muncul terdiri dari:

  • rasa gatal dan kemerahan pada area yang diberikan obat,
  • sensasi terbakar,
  • ruam,
  • dermatitis pada area yang terdampak,
  • kulit lengket,
  • sensasi menyengat,
  • kulit kering,
  • peradangan,
  • iritasi,
  • rasa tidak nyaman, dan
  • biduran atau kulit bentol-bentol disertai bercak merah.

Efek samping sampo ketoconazole

Efek samping tidak umum dari ketokonazol untuk kulit kepala, yaitu:

  • infeksi pada akar rambut,
  • air mata terus mengalir,
  • rambut rontok dan menipis,
  • kulit kering dan ruam,
  • sensasi terbakar, dan
  • tekstur rambut berubah.

Sementara itu, efek samping yang jarang muncul, di antaranya:

  • rasa makanan berbah,
  • mata iritasi,
  • jerawat, dan
  • kulit mengelupas.
  • biduran dan warna kulit berubah.

Efek samping obat minum ketokonazol

Efek samping umumnya terdiri dari:

  • meningkatnya enzim liver pada darah,
  • mual,
  • nyeri perut,
  • muntah,
  • diare,
  • ruam, dan
  • gatal.

Ada pula efek samping yang jarang muncul, yakni:

Obat oral juga erat kaitannya dengan kerusakan hati akibat penyakit liver.

Risiko akan meningkat jika seseorang mengonsumsinya selama lebih dari satu bulan. Risiko juga meningkat pada pasien berusia di atas 60 tahun.

Peringatan dan perhatian saat pakai ketokonazol

krim hidrokortison untuk obat jerawat

Jangan gunakan obat ketokonazol krim dan cairan untuk kulit kepala jika Anda memiliki alergi terhadap ketokonazol maupun bahan-bahan lain yang terkandung.

Beritahu dokter jika Anda menggunakan krim, losion, atau salep kortikosteroid.

Jika demikian, Anda harus melanjutkan penggunaan steroid ringan, seperti hidrokortison, pada pagi hari dan ketokonazol pada malam hari.

Steroid dapat dihentikan setelah 2–3 minggu pemakaian. Jangan mengonsumsi obat minum ketokonazol jika Anda memiliki:

  • alergi terhadap obat ketokonazol maupun obat antijamur jenis imidazol,
  • penyakit jantung,
  • memiliki riwayat detak jantung abnormal,
  • masalah ginjal dan kemih.

Apakah ketokonazol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Ketokonazol topikal bisa digunakan pada ibu hamil dan menyusui. Hanya saja, jangan oleskan pada payudara secara langsung saat anak menyusu.

Selalu tanyakan dokter atau apoteker Anda untuk mendapatkan anjuran terbaik sebelum menggunakan obat ketokonazol topikal.

Jangan konsumsi obat ketokonazol oral jika Anda berencana hamil, saat hamil, dan menyusui.

Interaksi ketokonazol dengan obat lain

Interaksi ketoconazole dengan beberapa jenis obat bisa menghambat kinerja obat antijamur ini atau menimbulkan efek tertentu.

Obat pengencer darah

Beberapa jenis obat pengencer darah yang berinteraksi dengan ketokonazol, di antaranya:

  • rivaroxaban,
  • apixaban,
  • edoxaban,
  • cilostazol,
  • warfarin, dan
  • obat-obatan lain yang menyerupai coumarin.

Obat-obatan HIV

Beberapa jenis obat untuk HIV yang berinteraksi dengan obat yang satu ini, yaitu:

  • maraviroc,
  • indinavir,
  • nevirapine, dan
  • ritonavir.

Obat kanker

Macam-macam obat kanker yang memiliki interaksi dengan ketoconazole, yakni:

  • vinca alkaloids,
  • busulfan,
  • docetaxel,
  • erlotinib,
  • imatinib,
  • dasatinib,
  • sunitinib,
  • lapatinib,
  • nilotinib,
  • bortezomib,
  • paclitaxel,
  • vinblastine,
  • vincristine,
  • cabozantinib,
  • dabrafenib,
  • cabazitaxel,
  • crizotinib, dan
  • ibrutinib.

Obat untuk mengatasi infeksi

Obat-obatan untuk menangani infeksi ternyata juga memengaruhi kinerja obat yang satu ini. Ragam obat infeksi ini terdiri dari:

  • rifabutin,
  • telithromycin,
  • rifampisin,
  • isoniazide,
  • clarithromycin, dan
  • isavuconazole.

Obat diabetes

Beberapa jenis obat diabetes yang berinteraksi dengan obat ini, di antaranya:

  • repaglinide,
  • saxagliptin,
  • tolbutamide,

Obat untuk mengatasi masalah mental

Beberapa obat untuk gangguan mental yang bisa berinteraksi dengan obat ini, yaitu:

  • buspirone,
  • aripipazole,
  • haloperidol,
  • reboxetine, dan
  • Risperidone.

Obat untuk penyakit jantung

Ketokonazol berinteraksi dengan beberapa macam obat untuk mengatasi penyakit jantung, seperti:

  • verapamil,
  • digoksin,
  • nadolol, dan
  • aliskiren.

Obat antikejang

Obat ini memiliki interaksi dengan obat-obatan yang menangani kejang, seperti carbamazepine dan phenytoin.

Obat-obatan glukokortikoid

Jenis obat-obatan glukokortikoid yang memengaruhi kinerja ketokonazol, yakni:

  • budesonide,
  • fluticasone,
  • dexamethasone,
  • methylprednisolone, dan
  • ciclesonide.

Obat-obatan pereda nyeri yang keras atau narkotika

Obat ini juga berinteraksi dengan obat pereda nyeri golongan narkotika, seperti:

  • alfentanyl,
  • fentanyl,
  • buprenorphine, dan
  • oxydocone.

Obat pereda mual dan muntah

Beberapa obat mual dan muntah yang berinteraksi dengan obat ini, yaitu domperidone dan aprepitant.

Obat-obatan untuk pasien gagal ginjal

Obat ini berinteraksi dengan beberapa obat yang dikonsumsi pasien gagal ginjal, seperti solifenacin dan fesoterodine.

Obat-obatan lainnya

Berbagai jenis obat yang mampu berinteraksi dengan ketokonazol, yaitu:

  • pasireotide,
  • naloxegol,
  • sildenafil,
  • tolterodine,
  • mitotane,
  • praziquantel,
  • eletriptan,
  • salmeterol,
  • bosentan,
  • midazolam injeksi,
  • tadalafil,
  • vardenafil,
  • temsirolimus,
  • cinacalcet,
  • tacrolimus,
  • ebastine,
  • cyclosporine, dan
  • colchicine.

Ketokonazol adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur pada tubuh. Obat ini tersedia dalam bentuk oles pada permukaan kuli dan tablet minum.

[embed-health-tool-”bmi”]

Ketoconazole Obat Apa?

Untuk apa obat Ketoconazole?

Ketoconazole adalah obat untuk mengobati infeksi jamur tertentu pada tubuh. Obat ini termasuk ke dalam golongan antijamur azole yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur.

Ketoconazole tidak boleh digunakan untuk mengobati infeksi pada otak atau kuku. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut.

Bagaimana aturan pakai ketoconazole?

Minumlah obat sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari. Obat ini diminum sebelum atau sesudah makan. Meminumnya setelah makan bisa membantu Anda terhindar dari sakit perut.

Jika Anda sedang minum obat antasida, gunakan Ketoconazole minimal 2 jam sebelum atau 1 jam setelah menggunakan antasida. Apabila diminum bersamaan, obat ini mungkin saja tidak diserap oleh tubuh.

Dosis dan lama terapi biasanya akan disesuaikan berdasarkan kondisi kesehatan dan respons Anda terhadap pengobatan. Untuk anak, dosis yang diberikan juga akan mmperhitungkan berat badan. Biasanya, pengobatan dengan ketoconazole berlangsung beberapa hari sampai hitungan bulan.

Obat ini bekerja dengan baik apabila Anda meminumnya tepat waktu setiap kali minum. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk meminum obat ini pada waktu yang sama setiap kali minumnya.

Minum obat ini sampai yang diresepkan habis, walaupun gejalanya telah menghilang beberapa hari. Terlalu cepat berhenti minum obat bisa membuat infeksi datang kembali.

Apabila kondisi Anda tidak membaik atau bahkan memburuk, segera konsultasikan ke dokter.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan ketoconazole?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat di kamar mandi ataupun freezer. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali diinstruksikan demikian. Buang produk ini bila sudah kedaluwarsa atau tak lagi digunakan. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Ketoconazole

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Dalam dosis apakah Ketoconazole tersedia?

Ketoconazole tersedia dalam 2 bentuk, yaitu oral dan topikal (oles). Untuk oral, umumnya obat ini tersedia dalam bentuk tablet 200 mg.

Dosis yang tercantum di atas bukanlah acuan yang pasti. Dalam kebanyakan kasus, dosis ketoconazole yang diberikan oleh dokter tergantung pada kondisi pasien.

Apabila Anda memiliki dosis berbeda dengan yang tertulis di atas, jangan ubah dosis tanpa anjuran dan resep dari dokter.

Bagaimana dosis Ketoconazole untuk orang dewasa?

  • Dosis ketoconazole untuk Blastomycosis: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Chromomycosis: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Coccidioidomycosis: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Histoplasmosis: 200 mg secara oral sekali sehari
  • Dosis ketoconazole untuk Paracoccidioidomycosis: 200 mg secara oral sekali sehari

Bagaimana dosis Ketoconazole untuk anak-anak?

Secara umum, obat ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak yang belum berusia 2 tahun.

Berikut adalah dosis yang dianjurkan untuk diberikan kepada anak Anda:

  • Dosis untuk anak ≥2 tahun penderita Blastomycosis: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis untuk anak ≥2 tahun penderita Chromomycosis: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis untuk anak ≥2 tahun penderita Coccidioidomycosis: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis untuk anak ≥2 tahun penderita Histoplasmosis: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari
  • Dosis untuk anak ≥2 tahun penderita Paracoccidioidomycosis: 3.3-6.6 mg/kg secara oral sekali sehari

Efek samping Ketoconazole

Efek samping akibat ketoconazole?

Efek samping ketoconazole tablet yang umum terjadi adalah:

  • Mual ringan, muntah, atau nyeri perut
  • Gatal atau ruam ringan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Pembengakakan payudara; atau
  • Impotensi atau kehilangan gairah seks

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti:

  • Pusing, pingsan, denyut jantung cepat atau berdebar
  • Mudah memar atau berdarah, lemah tidak biasa
  • Rasa baal atau kesemutan
  • Depresi berat, bingung, atau ide melukai diri; atau
  • Mual, nyeri perut, demam ringan, tidak napsu makan, lemas, urin gelap, BAB dempul, sakit kuning (kulit atau mata menguning)

Anda juga perlu waspada karena ketoconazole berpotensi memicu terjadinya masalah hati yang serius (hepatotoksisitas). Berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Sakit perut bagian atas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Warna urine menggelap
  • Feses berwarna keabuan

Selain itu, obat ini juga berpotensi menyebabkan reaksi alergi yang serius, termasuk anafilaksis. Kondisi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Hubungi ambulans apabila terjadi gejala berikut:

  • Ruam pada kulit
  • Gatal-gatal
  • Masalah pernapasan
  • Masalah menelan
  • Pembengkakan di tangan, wajah, atau mulut

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin saja ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Ketoconazole

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Sebelum menggunakan ketoconazole, lakukan tips-tips di bawah berikut:

Informasikan kepada dokter mengenai obat yang sedang dikonsumsi

Beri tahukan pada dokter dan apoteker jika Anda alergi ketoconazole atau obat lain atau bahan-bahan yang ada dalam tablet ketoconazole. Tanyakan apoteker atau cek Petunjuk Obat untuk daftar bahan obat yang mungkin memicu interaksi pada ketoconazole.

Selain itu, beri tahu dokter jika Anda menggunakan alprazolam (Niravam, Xanax); eplerenone (Inspra); ergot alkaloids seperti ergotamine (Ergomar, in Cafergot, in Migergot), dihydroergotamine (D.H.E 45, Migranal), dan methylergonovine (Methergine); felodipine (Plendil); irinotecan (Camptosar); lovastatin (Mevacor); lurasidone (Latuda); midazolam (Versed); nisoldipine (Sular); simvastatin (Zocor); tolvaptan (Samsca); dan triazolam (Halcion).

Dokter mungkin akan menganjurkan untuk tidak menggunakan ketoconazole jika Anda menggunakan obat tersebut.

Informasikan pula kepada dokter dan apoteker soal obat resep dan nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan. Banyak obat yang juga berinteraksi dengan ketoconazole, jadi pastikan memberitahukan dokter semua obat yang Anda gunakan, walaupun tidak ada di daftar ini

Beri tahu kondisi kesehatan Anda atau jika Anda sedang hamil

Beri tahu dokter jika Anda sakit atau pernah menderita kondisi kesehatan apa pun.

Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda berencana hamil dan sedang konsumsi Ketoconazole, hubungi dokter segera

Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan Ketoconazole.

Aturan minum ketoconazole dengan obat gangguan pencernaan (antasida)

Jika Anda menggunakan antasida yang mengandung aluminum, kalsium, atau magnesium, minumlah obat-obat tersebut 1 jam sebelum atau 2 jam setelah ketoconazole.

Hati-hati dengan konsumsi alkohol

Anda harus tahu bahwa konsumsi alkohol (termasuk anggur, bir, dan obat yang mengandung alkohol seperti obat batuk) saat menggunakan ketoconazole meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

Selain itu, gejala yang tidak diinginkan seperti wajah panas dan memerah, ruam, mual, sakit kepala, dan bengkak pada tangan, kaki, atau kaki bagian bawah dapat terjadi jika Anda konsumsi alkohol saat menggunakan ketoconazole.

Apakah Ketoconazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan ketoconazole pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Obat yang masuk kategori C, memiliki dua kemungkinan berikut:

  • Penelitian efek ketoconazole terhadap hewan menunjukkan adanya efek samping pada janin.
  • Namun, tidak ada hasil studi yang cukup kuat untuk membuktikan apakah obat ini memengaruhi kesehatan janin.

Ketoconazole juga dapat masuk ke dalam ASI sehingga mungkin saja menimbulkan efek samping pada bayi yang menyusui. Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat ini ketika sedang menyusui, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Ketoconazole

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan ketoconazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis apa pun tanpa persetujuan dokter.

Dilansir dari Healthline, berikut adalah beberapa jenis obat yang mungkin dapat memicu terjadinya interaksi dengan ketoconazole:

  • Ritonavir dan atorvastatin: mengonsumsi ketoconazole dengan ritonavir dan atorvastatin meningkatkan risiko semakin kuatnya efek samping dari ketoconazole.
  • Obat penghilang rasa sakit (buprenorphine, fentanyl, atau oxycodone): jika obat-obatan tersebut dikonsumsi bersamaan dengan ketoconazole berpotensi memperlambat pernapasan.
  • Antikoagulan (rivaroxaban, dabigatran, atau warfarin): obat-obatan pengencer darah yang dikombinasikan dengan ketoconazole meningkatkan risiko pendarahan.
  • Obat penyakit jantung (felodipine atau nisoldipine): ketoconazole yang digabung dengan obat jantung memicu terjadinya pembengkakan di lengan, kaki, dan risiko gagal jantung.
  • Tamsulosin: meminum tamsulosin dengan ketoconazole menimbulkan efek samping seperti pusing, sakit kepala, dan tekanan darah rendah.
  • Digoxin: obat digoxin yang dikonsumsi dengan ketoconazole menyebabkan sakit kepala, pusing, dan sakit perut.
  • Obat antipsikotik (aripiprazole, buspirone, haloperidol, quetiapine, dan risperidone): gejala seperti pusing, sakit kepala, dan mengantuk atau lemas dapat terjadi jika ketoconazole berinteraksi dengan obat antipsikotik.
  • Obat tekanan darah (sildenafil, tadanafil, dan vardenafil): efek yang mungkin terjadi apabila ketoconazole digabung dengan obat tekanan darah adalah denyut jantung menurun, tekanan darah rendah, dan pusing.
  • Obat disfungsi ereksi (sildenafil, tadalafil, vardenafil): mengonsumsi ketoconazole dengan obat disfungsi ereksi mungkin dapat menimbulkan sakit kepala, sakit perut, dan nyeri otot.
  • Obat antivirus (indinavir, maraviroc, dan saquinavir): jika Anda menjalani pengobatan antivirus dan mengonsumsi obat ini secara bersamaan, kemungkinan dapat timbul sakit perut, mual, dan sakit kepala.

Sementara itu, obat-obatan di bawah sebaiknya Anda hindari karena akan menurunkan kinerja obat ketoconazole:

  • Ranitidine
  • Famotidine
  • Cimetidine
  • Pantoprazole
  • Omeprazole
  • Rabeprazole
  • Aluminum hydroxide
  • Antibiotik (isoniazid dan rifabutin)
  • Antikonvulsan (carbamazepine dan phenytoin)
  • Antivirus (efavirenz dan nevirapine)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau mengonsumsi makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Riwayat masalah hati
  • Masalah kelenjar adrenal
  • Riwayat atau riwayat keluarga dengan penyakit long QT syndrome

Overdosis Ketoconazole

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Berikut adalah gejala-gejala overdosis ketoconazole yang perlu diwaspadai apabila terjadi pada Anda atau orang di sekitar Anda:

  • Mengecilnya ukuran pupil (lingkaran hitam di tengah mata)
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk parah
  • Tidak sadarkan diri
  • Koma (kehilangan kesadaran selama periode waktu)
  • Detak jantung melambat
  • Lemah otot
  • Kulit dingin dan lembap

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ketoconazole. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Ketoconazole

Ketoconazole Topical: MedlinePlus Drug Information. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a605014.html

Cek Produk BPOM – BPOM RI. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/7g9hvb57s0gars26b01uapbho3/all/row/10/page/0/order/4/DESC/search/5/ketoconazole

Materi Edukasi tentang Peduli Obat dan Pangan Aman. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.pom.go.id/files/2016/brem.pdf

Daktarin Gold 2% Cream. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.439.pdf

Ketoconazole 2% Shampoo. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.4559.pdf

Nizoral 2% Cream. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.970.pdf

Ketoconazole: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution | MIMS Indonesia. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ketoconazole?mtype=generic

Ketoconazole HRA 200 mg tablets. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.1767.pdf

Ketoconazole Topical: MedlinePlus Drug Information. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a605014.html

Ketoconazole (Oral Route) Side Effects – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 2 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketoconazole-oral-route/side-effects/drg-20071405?p=1

Pembatasan Penggunaan Ketoconazole (oral) terkait dengan Risiko Liver Injury | PIO Nas. (2022). Retrieved 2 February 2022, from http://pionas.pom.go.id/info-bpom/pembatasan-penggunaan-ketoconazole-oral-terkait-dengan-risiko-liver-injury

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jul 04
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.