home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pulmicort

Pulmicort
Fungsi & Penggunaan|Dosis|Efek Samping|Pencegahan & Peringatan|Interaksi Obat|Overdosis

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Pulmicort digunakan?

Pulmicort adalah obat aerosol yang digunakan untuk mengontrol dan mencegah gejala asma. Pulmicort mengandung budesonide yang termasuk golongan kortikosteroid.

Obat ini bekerja dengan nebulizer dan diarahkan langsung menuju organ target yaitu paru-paru, untuk membuat napas lebih lega dan mengurangi iritasi dan pembengkakan pada saluran pernapasan.

Bagaimana aturan pakai Pulmicort?

Untuk menggunakan Pulmicort Flexhaler, perhatikan langkah-langkah berikut:

  • Pastikan Anda melakukan uji coba inhaler terlebih dahulu.
  • Buka bagian penutup corong inhaler. Kemudian, kocok dan semprotkan inhaler, namun pastikan tidak mengenai bagian wajah Anda.
  • Saat memakai inhaler, duduk dengan posisi tegak dan bernapaslah secara perlahan. Kocok inhaler 4-5 kali untuk memastikan obat di dalamnya tercampur dengan sempurna.
  • Pegang inhaler dengan posisi berdiri, dan gunakan jari jempol Anda untuk menahan bagian bawah inhaler. Letakkan corong ke dalam mulut. Jangan gigit corong inhaler.
  • Tepat ketika Anda menarik napas, tekan semprotan inhaler. Setelah itu, tan napas selama beberapa detik.
  • Apabila dokter meresepkan 2 semprotan, tunggu sekitar 1,5 menit sebelum Anda menyemprot lagi.

Obat ini harus digunakan secara rutin agar hasilnya efektif. Efek obat ini tidak akan langsung terasa dan tidak digunakan untuk langsung mengatasi serangan asma yang mendadak.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Pulmicort adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembab. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis Pulmicort untuk dewasa?

Dosis bisa berbeda-beda sesuai dengan kondisi pasien. Biasanya jika digunakan dengan inhalasi, 0,5 mg setiap harinya atau 0,25 mg dua kali sehari.

Berapa dosis Pulmicort untuk anak-anak?

Dosis untuk anak-anak adalah 0,25 mg satu kali sehari.

Dalam dosis dan sediaan apa obat ini tersedia?

Pulmicort adalah obat yang tersedia dalam bentuk dan ukuran berikut:

Suspensi untuk nebulisasi: 0,25 mg/2 mL, 0,5 mg/2 mL

Bubuk untuk inhalasi: 90 mcg/puff, 180 mcg/puff

Efek Samping

Apa efek samping Pulmicort yang mungkin terjadi?

Seperti obat-obatan pada umumnya, Pulmicort adalah obat yang berpotensi menimbulkan efek samping pada beberapa orang. Gejala dan tingkat keparahan efek samping mungkin akan bervariasi pada setiap orang.

Efek samping yang bisa terjadi yaitu:

  • tenggorokan kering
  • perubahan pada suara
  • suara serak
  • pengecap pada lidah menjadi lebih buruk
  • pilek
  • mimisan

Pada beberapa kasus terjadi pula pelemahan pada sistem imun sehingga dapat menurunkan kemampuan untuk memerangi infeksi penyakit, terutama pada saluran pernapasan misalnya infeksi jamur Candida albicans pada lidah.

Efek samping lainnya adalah perasaan sangat lelah, masalah pernapasan, sakit pada telinga, dan masalah penglihatan.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Pulmicort?

Obat ini diindikasikan bukan untuk mengatasi bronkospasme akut karena efeknya jangka panjang. Karena kandungan obat ini merupakan kategori obat kortikosteroid, maka Anda perlu mengonsumsi sesuai dengan aturan dan sesuai dengan petunjuk dokter.

Konsumsi obat kortikosteroid tidak sesuai aturan bisa mengakibatkan perubahan hormon penting tubuh dan merubah fungsi tubuh.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Bayi yang lahir dari ibu yang menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang dapat mengalami dampak perubahan hormon.

Hubungi dokter segera jika Anda mendapatkan gejala seperti mual dan muntah, diare, ataupun rasa lemas.

Obat ini juga dapat tersalurkan kepada bayi melalui air susu ibu. Padahal obat kortikosteroid tidak boleh diberikan kepada sembarang orang tanpa gejala kesehatan tertentu.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Pulmicort?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa produk yang dapat berinteraksi dengan obat ini adalah:

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Pulmicort?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari Pulmicort?

Jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki alergi budesonide atau jika:

  • punya alergi parah protein susu
  • saat mengalami serangan asma mendadak

Untuk memastikan obat ini aman bagi Anda, segera konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki kondisi sebagai berikut:

Penyakit hati (liver)

Apabila Anda menderita penyakit hati atau liver, sebaiknya hindari konsumsi obat Pulmicort. Menurut Drugs.com, hal ini disebabkan karena obat ini mungkin tidak dapat diproses dengan baik di hati, sehingga terjadi peningkatan efek samping.

Hiperadrenokortisisme

Penggunaan obat-obatan kortikosteroid hirup, termasuk Pulmicort, mungkin dapat memperburuk kondisi pasien dengan hiperadrenokortisisme.

Infeksi

Penderita infeksi apapun yang disebabkan oleh bakteri, fungi, virus atau parasit, sebaiknya juga tidak menggunakan obat-obatan kortikosteroid hirup, termasuk Pulmicort.

Obat kortikosteroid memicu efek imunosupresan. Ini artinya, tubuh Anda semakin rentan mengalami infeksi yang jauh lebih parah.

Penyakit lainnya yang berpotensi memicu terjadinya interaksi dengan Pulmicort adalah:

  • osteoporosis
  • glaukoma
  • alergi makanan atau obat
  • pernah terkena tuberkulosis
  • merokok

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Pulmicort dan apa efeknya?

Konsumsi berlebihan obat jenis kortikosteroid seperti Pulmicort dapat mengakibatkan gejala overdosis seperti berikut ini:

  • kulit menipis
  • gatal-gatal
  • perubahan lokasi lemak tubuh (terutama pada wajah, leher, punggung atau pinggang)
  • bertambahnya jerawat atau kumis dan janggut
  • masalah menstruasi
  • impotensi
  • kehilangan gairah seksual

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera gunakan sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis digandakan.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sinha, S. (2019). Pulmicort – Drugs.com. Retrieved March 3, 2020, from https://www.drugs.com/Pulmicort.html

Pulmicort Ampul for Nebulization – WebMD. (n.d.). Retrieved March 3, 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-19937/Pulmicort-inhalation/details

RxList. Pulmicort repsules. Retrieved March 3, 2020, from http://www.rxlist.com/Pulmicort-respules-drug.htm#warnings_precautions

Budesonide-Formoterol, Inhalation Powder, Pressurized – Healthline. (2018). Retrieved March 3, 2020, from https://www.healthline.com/health/budesonide-formoterol-inhalation-powder-pressurized#about

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya
Tanggal diperbarui 11/10/2017
x