Cefpirome

    Cefpirome

    Cefpirome (sefpirom) adalah obat untuk mengatasi penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan bawah dan saluran kemih.

    Golongan obat: sefalosporin generasi 4

    Merek dagang obat: Bactirom, Bioprom, Caprocef, Cefir, Cefmer, Cefrin, Lanpirome, Morcef, Nufirom, Pirocef, Rime, Sopirom.

    Apa itu cefpirome?

    Mengutip dari MIMS, sefpirom adalah obat untuk mengatasi penyakit infeksi bakteri.

    Beberapa penyakit karena infeksi bakteri yaitu:

    • saluran pernapasan bawah (bronkopneumonia dan pneumonia lobaris),
    • komplikasi pielonefritis,
    • infeksi saluran kemih bagian bawah,
    • infeksi neutropenia,
    • septikemia, dan
    • bakteremia.

    Obat ini termasuk antibiotik golongan sefalosporin yang bisa mematikan bakteri dengan cara menghambat dinding sel bakteri.

    Sefpirom tersedia dalam bentuk serbuk injeksi sehingga Anda bisa mendapatkan obat ini dengan cara penyuntikan lewat intravena.

    Dosis obat cefpirome

    Mengutip dari situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), anak usia kurang dari 12 tahun tidak dianjurkan mengonsumsi obat sefpirom.

    Cefpirome termasuk obat keras sehingga hanya bisa Anda dapatkan melalui resep dokter dan apoteker.

    Berikut dosis penggunaan obat sefpirom sesuai kondisi pasien dengan pemberian injeksi intravena atau infus.

    • Infeksi saluran napas bawah: 1-2 gram tiap 12 jam.
    • Infeksi berat bakteremia: 2 gram tiap 12 jam.
    • ISK atas bawah dengan komplikasi infeksi kulit dan jaringan lunak: 1 gram setiap 12 jam.

    Dokter akan menaikkan dosis sampai 2 gram setiap 12 jam bila terjadi infeksi sangat berat.

    Aturan pakai cefpirome

    Sefpirom adalah obat keras. Jadi, tidak bisa Anda dapatkan secara bebas dan harus menggunakan resep dokter agar sesuai dengan kondisi pasien.

    Hanya dokter dan petugas medis lain yang boleh melakukan penyuntikan cairan injeksi obat ini sehingga harus dengan pengawasan ketat.

    Hindari menghentikan konsumsi obat secara tiba-tiba sebelum waktunya, meski kondisi sudah membaik.

    Pasalnya, menghentikan obat secara tiba-tiba bisa menimbulkan kondisi yang lebih parah.

    Konsultasi ke dokter bila kondisi pasien tidak membaik atau semakin parah.

    Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan bayi, anak-anak, termasuk hewan peliharaan.

    Tidak membuang obat ke saluran kloset kecuali sudah mendapat persetujuan dokter.

    Efek samping cefpirome

    artesunat

    Segera menghubungi dokter dan perawat bila mengalami tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal, sulit bernapas, wajah bengkak.

    Seperti obat pada umumnya, sefpirom memiliki efek samping terhadap kondisi pasien.

    Mengutip dari MIMS, efek samping dari cefpirome adalah:

    • ruam pada kulit,
    • mual dan muntah,
    • urtikaria atau biduran,
    • pruritus atau kulit gatal,
    • gagal ginjal akut,
    • trombositopenia (kadar trombosit rendah dalam darah),
    • eosinofilia (kadar eosnofil dalam darah terlalu tinggi)
    • anemia hemolitik,
    • neutropaenia,
    • tromboflebitis,
    • area injeksi terasa nyeri,
    • kejang,
    • demam, dan
    • perdarahan.

    Pada kondisi yang sangat parah dan berpotensi fatal, efek samping cefpirome bisa menimbulkan kolitis pseudomembran.

    Kolitis pseudomembran adalah kondisi peradangan usus besar karena pertumbuhan bakteri Clostridium difficile yang berlebihan.

    Infeksi bakteri yang satu ini menjadi penyebab umum dari diare setelah penggunaan antibiotik.

    Peringatan dan perhatian saat pakai cefpirome

    Mengutip dari MIMS, Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat ini bila memiliki kondisi:

    • alergi terhadap penisilin atau sefalosporin,
    • gangguan ginjal,
    • sedang dalam pemantauan status ginjal dan hematologis,
    • ibu sedang hamil dan menyusui.

    Beritahu dokter dan perawat bila Anda sedang dalam kondisi tersebut.

    Dokter akan menyesuaikan dosis obat dengan kondisi Anda agar tetap aman saat mengonsumsi obat.

    Apakah sefpirom aman untuk ibu hamil dan menyusui?

    Sefpirom masuk ke dalam kategori B menurut US Food and Drug Administration (FDA).

    Maksud dari kategori tersebut, studi pada binatang tidak menunjukkan risiko terhadap janin.

    Meski begitu, belum ada penelitian yang pasti terhadap manusia sehingga penggunaan obat ini tetap perlu pemantauan dokter.

    Obat cefpirome bisa terkandung dalam ASI walau dalam jumlah sedikit.

    Bila merasa ragu, konsultasikan dengan dokter dan konselor laktasi sebelum mengonsumsi obat ini.

    Interaksi sefpirom dengan obat lain

    Umumnya, obat ini tidak memengaruhi fungsi ginjal pada penggunaan dosis terapi normal.

    Namun, beberapa kondisi, interaksi obat bisa terjadi bila Anda konsumsi bersamaan dengan obat lain.

    Mengutip dari MIMS, penggunaan antibiotik kelompok sefalosporin, seperti cefpirome, bersamaan dengan antibiotik aminoglikosida bisa menyebabkan nefrotoksisitas.

    Nefrotoksisitas adalah disfungsi ginjal yang timbul secara langsung atau tidak dari paparan obat-obatan dan bahan kimia industri atau lingkungan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

    Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


    Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 08/03/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan