backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Clomipramine

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 21/02/2023

Clomipramine

Clomipramine adalah obat antidepresan yang bekerja dengan mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu di otak. Ketahui apa saja dosis, aturan konsumsi, dan efek sampingnya dalam ulasan berikut ini.

Golongan obat: antiobsesi-kompulsi, antidepresan.

Merek dagang: Anafranil.

Apa itu obat clomipramine?

Clomipramine (klomipramin) adalah obat digunakan untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif (OCD). 

Obat ini membantu mengurangi dorongan untuk melakukan tindakan berulang kali, seperti cuci tangan, menghitung, dan memeriksa hal-hal yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Klomipramin hanya bisa Anda dapatkan dengan resep dokter. Dosis dan aturan konsumsinya akan disesuaikan dengan keluhan dan kondisi kesehatan Anda.

Selain untuk mengatasi OCD, clomipramine telah digunakan untuk mengobati depresi, serangan panik, dan gangguan mental lain yang berkelanjutan.

Dosis dan sediaan clomipramine

meclizine

Perlu diketahui bahwa obat ini belum ada di Indonesia. Clomipramine yang tersedia di luar negeri umumnya berbentuk tablet dengan dosis 10 mg, 25 mg, dan 50 mg. 

Perlu diingat bahwa dosis yang akan diterima setiap pasien dapat berbeda-beda, sesuai dengan tingkat keparahan maupun riwayat penyakit yang dialami.

Berikut ini dosis clomipramine untuk mengatasi OCD, depresi, dan narkolepsi.

Dosis untuk depresi

  • Dosis awal: 10 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.
  • Pemeliharaan: 30 – 50 mg/hari dan dapat meningkat menjadi 50 – 100 mg. Dapat diminum sekali sehari atau dibagi menjadi beberapa dosis dalam sehari.
  • Maksimum: 250 mg per hari.

Dosis untuk gangguan obsesif kompulsif

  • Dosis awal: 25 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.
  • Pemeliharaan: dapat meningkat menjadi 50 – 150 mg per hari selama 2 minggu dan menyesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Dosis untuk narkolepsi

  • Dosis awal: 10 mg secara oral sekali sehari sebelum tidur.
  • Pemeliharaan: dapat meningkat menjadi 10 – 75 mg per hari hingga kondisi membaik atau sesuai anjuran dokter.
  • Maksimum: 75 mg per hari.

Penggunaan obat untuk mengatasi cataplexy harus memperlihatkan hasil dalam 24 jam setelah diberi dosis maksimal.

Obat clomipramine ini tidak dianjurkan penggunaanya untuk anak usia 0 – 10 tahun.

Aturan konsumsi clomipramine

Minumlah obat ini dengan atau tanpa makanan seperti yang diarahkan oleh dokter dan apoteker Anda.

Selain itu, Anda dapat melihat petunjuk minum pada label kemasan obat.

Berikut ini beberapa aturan minum klomipramin yang biasanya dianjurkan.

  • Jangan menghancurkan atau mengunyah obat ini tanpa anjuran dokter.
  • Jangan tiba-tiba berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat membuat kondisi menjadi lebih buruk.
  • Anda mungkin ingin menghindari minum obat ini di siang hari karena dapat menimbulkan efek kantuk. Sebaiknya, minumlah di malam hari sebelum tidur.
  • Hindari mengemudi jika Anda sedang atau akan mengonsumsi obat ini.

Anda mungkin baru merasakan efek obat ini secara penuh setelah 2 – 3 minggu atau lebih pemakaian. 

Tidak mengikuti aturan minum obat dapat memperburuk kondisi Anda atau meningkatkan efek samping obat.

Efek samping clomipramine

Sama halnya dengan obat lain, clomipramine juga dapat menyebabkan efek samping. Meski begitu, tidak semua orang akan mengalami efek samping obat ini.

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami:

  • keinginan untuk bunuh diri,
  • denyut jantung cepat, tremor atau gemetar,
  • kebingungan, ketakutan ekstrem, pikiran menyakiti diri sendiri,
  • agitasi, halusinasi, demam, refleks terlalu aktif, muntah, diare, kehilangan koordinasi, pingsan,
  • buang air kecil terasa sakit atau sulit buang air kecil,
  • otot sangat kaku,
  • kejang, dan
  • perasaan lelah, lemah, mudah memar atau perdarahan (mimisan, gusi berdarah), kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas.

Efek samping yang umum mungkin termasuk:

  • mulut kering, mual, sakit perut, kehilangan nafsu makan, sembelit,
  • merasa cemas, gelisah, pusing, mengantuk, atau lelah,
  • masalah tidur (insomnia),
  • perubahan nafsu makan atau berat badan,
  • masalah ingatan, kesulitan berkonsentrasi,
  • meningkatnya keringat, mati rasa atau kesemutan,
  • gangguan penglihatan, dan
  • penurunan gairah seks, impotensi, atau kesulitan mengalami orgasme.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai clomipramine

acitral

Jika mendapatkan obat ini di luar negeri dan perlu melanjutkannya di Indonesia, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk meminimalisasi interaksi clomipramine dengan obat-obatan lainnya.

Selain itu, sampaikan pada kepada dokter apabila Anda mengalami beberapa kondisi khusus, seperti:

  • pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri,
  • menderita epilepsi,
  • mengalami cedera kepala ,
  • akan menjalani terapi kejut listrik (ECT),
  • memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah,
  • menderita penyakit ginjal,
  • mengalami skizofrenia atau gangguan mental lainnya,
  • memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif,
  • mengalami sembelit parah dalam waktu yang lama,
  • penyakit hati, dan
  • memiliki tekanan darah rendah.

Kondisi tersebut akan menjadi informasi penting bagi dokter dalam menentukan dosis dan pengobatan Anda.

Apakah clomipramine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Clomipramine tidak boleh dikonsumsi jika Anda sedang hamil, kecuali dokter telah mempertimbangkan lebih banyak manfaat daripada risikonya terhadap kondisi Anda dan janin.

Pasalnya, obat ini bisa masuk sampai pada janin Anda melalui plasenta dan meningkatkan risiko cacat lahir hingga penyakit jantung bawaan. 

Selain itu, bayi Anda bisa terpapar clomipramine melalui ASI. Ibu menyusui harus berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi clomipramine.

Interaksi clomipramine dengan obat lain

Obat-obat tertentu bisa menyebabkan interaksi ketika digunakan bersamaan.

Berikut ini sejumlah obat yang mungkin dapat menimbulkan interaksi obat saat dikonsumsi bersama clomipramine.

  • Antidepresan seperti fluvoxamine.
  • Obat diuretik seperti furosemide.
  • Obat anestesi.
  • Antihistamin.
  • Obat untuk hipertensi seperti betanidine.
  • Obat untuk penyakit hati seperti procainamide.
  • Antikoagulan.
  • Nikotin.
  • Decongestant.
  • Quinine.
  • Rifampisin.
  • Pentamidine.

Selain obat-obatan di atas, mungkin ada beberapa jenis obat lainnya yang dapat menimbulkan interaksi obat.

Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany · Tanggal diperbarui 21/02/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan