home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Testosterone

Testosterone dan Turunannya Obat Apa?|Dosis Testosterone dan Turunannya|Efek samping Testosterone dan Turunannya|Peringatan dan Perhatian Obat Testosterone dan Turunannya|Interaksi Obat Testosterone dan Turunannya|Overdosis Testosterone dan Turunannya
Testosterone

Testosterone dan Turunannya Obat Apa?

Untuk apa obat testosteron?

Testosteron atau testosterone adalah obat suntik terapi hormon yang diberikan untuk mengatasi rendahnya kadar hormon testosteron dalam tubuh, atau yang disebut dengan hipogonadisme.

Obat ini terdiri dari 4 jenis atau turunan, yaitu:

  • testosterone cypionate
  • testosterone enanthate
  • testosterone undecanoate
  • testosterone pellet

Testosteron sendiri merupakan hormon penting yang dihasilkan secara alami dalam tubuh. Pada pria, hormon ini berperan dalam menjaga beberapa hal, seperti:

  • kepadatan tulang dan massa otot
  • produksi sel darah merah
  • pertumbuhan rambut pada tubuh dan wajah
  • gairah seksual
  • perkembangan organ reproduksi pria
  • produksi sperma

Selain itu, diduga kadar hormon testosteron yang normal dalam tubuh dapat membantu mengurangi risiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi) dan serangan jantung.

Tidak hanya dihasilkan dalam tubuh pria, terdapat juga hormon testosteron pada tubuh wanita walau dalam jumlah yang sedikit.

Bagaimana aturan pakai testosteron?

Cara pemberian obat testosteron adalah melalui injeksi atau suntikan. Pemberian obat ini biasanya hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti klinik atau rumah sakit, dan tentunya di bawah pengawasan dokter atau tim medis.

Anda tidak disarankan untuk melakukan suntik obat hormon sendiri di rumah. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan, seperti timbulnya efek samping yang berbahaya tanpa pengawasan dokter.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai pemakaian obat injeksi ini adalah:

  • Obat ini biasanya diberikan setiap 2 atau 4 minggu sekali.
  • Jangka waktu pengobatan tergantung pada kondisi kesehatan yang Anda miliki. Hanya dokter yang dapat menentukan lama waktu pengobatan Anda.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang ditentukan.
  • Konsultasikan kepada apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Simpan obat suntik testosteron pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat.

Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Testosterone dan Turunannya

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis testosteron untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis yang ditetapkan untuk orang dewasa:

Hypogonadism PO pria

Sebagai undecylate ester: Awal: 120-160 mg/hari. Aturan: 40-120 mg/hari.

Hypogonadism buccal pria

30 mg dua kali sehari.

Hypogonadism IM pria

  • Sebagai cipionate: 50-400 mg 2-4 setiap minggu
  • Sebagai enantate: ≤50 mg 2-3 kali/minggu.
  • Sebagai propionate: 200-400 mg 2-4 per minggu.

Hypogonadism SC pria

Sebagai implan: 100-600 mg

Hypogonadism transdermal pria

  • Sebagai patch 2,5-7,5 mg/hari: pasang di punggung, perut, paha, lengan atas sesuai arahan. Sebagai patch skrotum yang mengandung 10 atau 15 mg (memberikan 4-6 mg dalam 24 jam): gunakan sesuai arahan.

Bagaimana dosis testosteron untuk anak?

Keamanan dan efektivitas belum ditentukan pada pasien anak-anak (kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Obat testosterone tersedia dalam bentuk injeksi atau suntikan.

Efek samping Testosterone dan Turunannya

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena testosteron?

Obat ini mungkin dapat menyebabkan efek samping pada beberapa orang.

Menurut MIMS, beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat testosterone adalah:

  • penumpukan cairan dalam tubuh
  • kadar kalsium dalam tubuh rendah
  • intoleransi glukosa
  • pertumbuhan tulang yang berlebihan
  • kolesterol meningkat
  • sakit kepala
  • depresi
  • pendarahan di sistem pencernaan

Jika muncul efek-efek samping di bawah, segera hentikan pengobatan dan periksakan diri ke dokter:

  • masalah atau keracunan pada hati
  • tumbuh benjolan di bagian tubuh tertentu

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Testosterone dan Turunannya

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan testosteron?

Semua obat memiliki peringatan dan risiko yang penting untuk Anda pelajari. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat hormon testosteron:

  • Anda tidak boleh menggunakan obat ini jika Anda punya riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama kandungan-kandungan yang terdapat dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan apapun yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal.
  • Selain itu, penting juga untuk menginformasikan dokter mengenai penyakit atau kondisi kesehatan lain yang sedang Anda derita. Kemungkinan obat ini dapat memicu terjadinya interaksi dengan penyakit atau kondisi kesehatan tertentu.
  • Pastikan Anda tidak melewatkan jadwal suntik obat ini dengan dokter.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori X (kontraindikasi) dan tidak boleh digunakan oleh ibu hamil.

Interaksi Obat Testosterone dan Turunannya

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan testosteron?

Walaupun obat-obatan tertentu sama sekali dilarang digunakan secara bersamaan, pada kasus lainnya dua obat yang berbeda boleh digunakan secara bersamaan sekalipun mungkin terjadi interaksi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin ingin mengubah dosis, atau peringatan lainnya mungkin penting. Beritahu penyedia layanan kesehatan profesional apabila Anda sedang menggunakan obat resep atau tanpa resep.

Berikut adalah daftar obat yang bisa berinteraksi dengan testosteron:

  • cyclosporine
  • ivacaftor
  • warfarin
  • axitinib
  • insulin
  • lomitapide
  • ritonavir

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan testosteron?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter, tim medis, atau apoteker.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terutama:

  • kanker payudara
  • kanker prostat
  • penyakit hati
  • penyakit ginjal
  • penyakit jantung
  • penyakit paru-paru
  • pembesaran kelenjar prostat
  • sleep apnea (kesulitan bernapas saat sedang tidur)
  • diabetes
  • depresi

Overdosis Testosterone dan Turunannya

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau timbul gejala-gejala overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118 atau 119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu kali penggunaan.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Testosterone and derivatives – MIMS. (n.d.). Retrieved April 16, 2020, from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/testosterone%20and%20derivatives?mtype=generic

Durbin, K. (2020). Testosterone Injection – Drugs.com. Retrieved April 16, 2020, from https://www.drugs.com/testosterone.html

Cunha, J. (n.d.). Testosterone – RxList. Retrieved April 16, 2020, from https://www.rxlist.com/consumer_testosterone-medication/drugs-condition.htm

Testosterone Injection – Medline Plus. (2019). Retrieved April 16, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a614041.html

Testosterone therapy: Potential benefits and risks as you age – Mayo Clinic. (2020). Retrieved April 16, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/testosterone-therapy/art-20045728

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri