home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Setelah berkonsultasi ke dokter mengenai penyakit yang Anda alami, dokter kerap memberikan berbagai macam obat. Salah satu bentuk obat yang sering diberikan dokter, yaitu obat sirup. Pada obat sirup, terdapat petunjuk untuk mengocok terlebih dahulu sebelum diminum. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan? Apakah semua jenis obat sirup harus dikocok sebelum diminum?

Sebelum mengocok, kenali dulu ragam jenis obat sirup

Meski bentuknya sama-sama di botol, obat dalam bentuk sirup memiliki ragam jenis. Berikut adalah beragam obat sirup yang biasa ditemui di berbagai apotek.

  • Larutan cair (solution)

Obat sirup jenis ini mungkin yang paling sering ditemui dan digunakan. Obat jenis ini diklaim paling nyaman digunakan oleh pasien, terutama kepada anak-anak dan orangtua.

Secara sederhana, obat larutan cair bersifat homogen, yaitu seluruh kandungannya sudah larut menjadi satu kesatuan. Dengan kata lain, saat obat dituangkan ke sendok atau gelas takar, volumenya berbanding lurus dengan dosis yang dibutuhkan.

Obat larutan cair biasanya kental karena mengandung gula yang relatif tinggi. Oleh karena itu, obat ini cenderung disukai anak-anak karena kandungan gula di dalamnya membuat obat terasa lezat.

Namun, kandungan gulanya yang tinggi, dokter dan apoteker perlu memerhatikan untuk tidak memberi jenis obat ini pada penderita diabetes.

  • Suspensi

Selayaknya obat sirup, obat suspensi pun tampak seperti larutan pada umumnya. Namun, tidak seperti obat solution, kandungan obat suspensi tidak sepenuhnya larut atau bersifat heterogen. Bila diperhatikan, terdapat partikel-partikel kecil di dalam larutan yang tidak larut.

Di Indonesia, jenis obat sirup ini sering disebut dengan sirup kering. Biasanya, obat yang berbentuk suspensi, yaitu antibiotik cair untuk anak kecil atau parasetamol.

  • Emulsi

Obat emulsi pada dasarnya adalah obat suspensi. Jenis obat ini merupakan dua cairan yang disatukan dalam formulasi yang sama namun tidak larut menjadi satu kesatuan. Perbedaannya, obat emulsi diberikan zat penstabil untuk menjaga stabilitas obat.

  • Eliksir

Jenis obat sirup lainnya, yaitu eliksir. Obat eliksir sudah jarang digunakan. Bahkan, saat ini obat jenis eliksir sudah jarang ditemui.

Eliksir mengandung berbagai tingkat alkohol, berkisar 5-40%. Kandungan alkohol ditambahkan ke dalam formulasi obat untuk membantu mendistribusikan seluruh kandungan dalam obat agar merata.

Apa benar semua obat sirup harus dikocok sebelum diminum?

Pada dasarnya, cara mengonsumsi obat yang tepat tergantung dari jenis obat itu sendiri. Meski sama-sama obat sirup, tidak semua jenis obat ini harus dikocok dahulu sebelum diminum.

Obat sirup larutan cair atau solution tidak perlu dikocok, karena larutan didalamnya sudah menjadi satu-kesatuan. Mengocoknya hanya akan membuang tenaga.

Hal yang sama juga pada obat jenis eliksir. Eliksir biasanya lebih terkonsentrasi. Seluruh kandungan obat di dalamnya pun sudah larut menjadi satu.

Berbeda dengan obat suspensi atau emulsi. Pada dua jenis obat ini ada partikel-partikel obat yang tidak larut, sehingga penting untuk mengocok obat jenis sirup ini terlebih dahulu agar merata.

Bila tidak dikocok, volume obat yang dituangkan ke sendok atau gelas takar bisa tidak sesuai dengan dosis yang ditentukan. Hasilnya, obat tidak akan bekerja secara maksimal pada penyakit yang diderita.

Hal yang penting diperhatikan saat akan meminum obat, yaitu instruksi mengenai dosis dan cara pakai obat jenis sirup yang diberikan. Jika ada instruksi untuk mengocok obat terlebih dahulu, terutama obat sirup, maka lakukanlah.

Anda juga perlu memerhatikan petunjuk dari dokter bila obat itu diresepkan dari dokter. Seberapa banyak dan berapa kali harus diminum setiap hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medicinesforchildren.org.uk. 2020. How To Give Medicines: Liquid Medicine | Medicines For Children. [online] Available at: <https://www.medicinesforchildren.org.uk/how-give-medicines-liquid-medicine-0> [Accessed 18 March 2020].

MIMS News. 2020. Pharmacists: Do You Know The Differences Between Pharmaceutical Syrups And Suspensions?. [online] Available at: <https://today.mims.com/pharmacists–do-you-know-the-differences-between-pharmaceutical-syrups-and-suspensions-> [Accessed 18 March 2020].

Pharmaguideline.com. 2020. Differences Between Syrups And Suspensions. [online] Available at: <https://www.pharmaguideline.com/2018/02/differences-between-syrups-and-suspension.html> [Accessed 18 March 2020].

BabyCenter. 2020. What’s The Difference Between A Suspension And An Elixir? | Babycenter. [online] Available at: <https://www.babycenter.com/404_whats-the-difference-between-a-suspension-and-an-elixir_12468.bc> [Accessed 18 March 2020].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 23/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x