backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Donepezil

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 18/04/2023

Donepezil

Untuk mengatasi alzheimer, diperlukan obat yang bisa mengatasi gejala demensia. Pada kondisi ini, obat donepezil dapat digunakan untuk meredakan gejala tersebut. Namun, penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dari dokter karena dapat menimbulkan efek yang berbeda pada setiap orang.

Golongan obat: Obat penyakit neurodegeneratif

Merek dagang: Aldomer, Aricept Evess, Alzim, Aricept, Dozil, Donacept, Fordesia

Apa itu donepezil?

bisoprolol

Donepezil adalah obat yang fungsi utamanya untuk mengatasi gejala demensia pada pasien Alzheimer.

Obat tablet ini termasuk ke dalam golongan cholinesterase inhibitors yang mampu mengembalikan keseimbangan zat yang menjadi pengantar sinyal di otak.

Donepezil berfungsi untuk meningkatkan fungsi otak pasien Alzheimer, seperti daya ingat dan kesadaran.

Meski begitu, obat ini memiliki efek yang berbeda pada masing-masing orang, sehingga bisa saja dengan menggunakan obat ini kondisi pasien Alzheimer tidak berubah atau semakin memburuk.

Perlu ditekankan bahwa donepezil tidak mengobati penyakit Alzheimer. Sebab, penyakit ini akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, bahkan pada orang yang menggunakan donepezil.

Obat ini termasuk ke dalam obat keras, sehingga Anda tidak bisa membelinya secara bebas dan hanya bisa mendapatkannya di apotek jika disertai dengan resep dari dokter.

Dosis donepezil

Donepezil tersedia dalam bentuk tablet (10 mg, 23 mg, dan 5 mg) dan tablet disintegrasi (10 mg dan 5 mg).

Melansir dari MIMS, pembagian dosis donepezil untuk mengatasi demensia ringan, sedang, dan berat pada penyakit Alzheimer adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: Dosis awal, 5 mg sekali sehari sebelum tidur, dapat ditingkatkan setelah 1 bulan menjadi 10 mg sekali sehari, jika diperlukan, dengan dosis maksimal 10 mg setiap hari.
  • Lansia: Dosis awal, 5 mg setiap hari sebelum tidur, tingkatkan jika perlu hingga 10 mg sekali sehari sebelum tidur setelah 4—6 minggu.
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. Selalu konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Aturan pakai donepezil

Ikuti semua instruksi yang diberikan oleh dokter dan baca semua petunjuk penggunaan obat yang tertera di kemasan obat.

Anda boleh menggunakan donepezil baik dengan maupun tanpa makanan.

Telan tablet secara utuh, jangan dibagi, dikunyah, atau dihancurkan. Hal itu dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Letakkan tablet obat di dalam mulut Anda, biarkan larut di dalamnya tanpa dikunyah terlebih dahulu. Telan larutan obat yang ada di dalam mulut Anda, kemudian minum satu gelas air.

Jika Anda hendak menjalani prosedur operasi atau pemeriksaan gigi, beri tahu dokter Anda jika sedang menggunakan donepezil. Anda mungkin akan diminta untuk berhenti menggunakan obat ini untuk sementara waktu.

Jangan berhenti menggunakan obat tanpa anjuran dokter karena bisa menimbulkan efek samping.

Umumnya, obat ini dikonsumsi sekali sehari sebelum tidur. Jika Anda mengalami masalah tidur (insomnia), berkomunikasilah dengan dokter Anda tentang mengganti waktu minum obat di pagi hari.

Anda harus mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan, kondisi medis Anda, dan respons tubuh terhadap obat.

Untuk mengurangi risiko munculnya efek samping (seperti mual dan diare), dokter akan memberikan dosis rendah di awal dan secara bertahap meningkatkan dosis setelah beberapa minggu sampai satu bulan.

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa.

Jangan menggandakan dosis dalam satu kali minum atau mengonsumsi obat ini lebih sering daripada yang ditentukan karena berisiko mengalami overdosis.

Jika Anda tidak mengonsumsi donepezil selama 7 hari atau lebih secara berturut-turut, komunikasikanlah dengan dokter Anda sebelum mulai mengonsumsi obat ini lagi.

Anda mungkin perlu memulai penggunaan obat dengan dosis yang lebih rendah untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping.

Gunakan obat ini secara teratur untuk memperoleh manfaatnya secara maksimal. Mungkin diperlukan beberapa minggu  untuk memperoleh manfaat maksimal dari obat ini.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda memburuk.

Efek samping donepezil

Segera dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernafas, serta pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. 

Dilansir dari NHS, donepezil cukup jarang menyebabkan efek samping serius, yaitu sekitar 1 dari 100 orang. Efek samping tersebut meliputi berikut ini.

  • Penyakit kuning (yang dapat ditandai dengan kulit atau bagian putih mata berwarna kekuningan, tinja berwarna pucat, atau urine berwarna pekat).
  • Sembelit, kembung, sakit perut, atau muntah yang parah.
  • Tinja berwana hitam, mengandung darah, atau menyerupai ampas kopi.
  • Otot terasa lemah, kram, atau nyeri.
  • Demam yang disertai otot kaku, berkeringat, linglung, dan berhalusinasi (seperti, melihat atau mendengar sesuatu).

Sementara itu, efek samping yang paling sering terjadi, sekitar 1 dari 100 orang, di antaranya sebagai berikut.

  • Diare, mual dan muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Otot terasa sakit.
  • Insomnia atau gangguan tidur.
  • Mudah merasa lelah.
  • Mudah gugup.
  • Depresi.
  • Mudah merasa bingung.
  • Perubahan suasana hati.
  • Halusinasi.
  • Mimpi yang tidak masuk akal.
  • Kulit terasa gatal dan kemerahan.

Jika Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas, segera hubungi dokter dan mintalah bantuan medis profesional.

Perlu diingat bahwa dokter memberikan resep ini karena berdasarkan pemeriksaan pada tubuh dan kondisi kesehatan Anda, manfaat yang Anda dapatkan dari penggunaan obat ini akan lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas.

Jika Anda mengkhawatirkan efek samping tertentu yang Anda rasakan setelah menggunakan obat ini, silakan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat donepezil

minum obat escitalopram

Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi terhadap donepezil, pengobatan piperidin lain, atau bahan yang terkandung dalam donepezil.

Konsultasikan dengan dokter atau  apoteker jika Anda tidak tahu apakah Anda alergi terhadap pengobatan jenis piperidine atau tidak. Tanyakan pada dokter atau apoteker tentang bahan yang terkandung dalam obat ini.

Beri tahu dokter atau apoteker tentang jenis obat (obat dengan resep dokter ataupun tidak), vitamin, suplemen, dan obat herbal yang sedang atau akan anda konsumsi.

Dokter mungkin perlu mengubah dosis penggunaan obat Anda atau memonitor Anda dengan hati-hati untuk menghindari munculnya efek samping.

Beri tahu dokter Anda jika berat Anda kurang dari 120lb (55 kg) dan jika Anda sedang atau pernah mengalami kondisi berikut ini.

  • Pendarahan di perut atau usus yang disebabkan oleh misalnya maag.
  • Detak jantung tidak teratur, lambat atau bahkan terlalu cepat.
  • Kejang.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Asma.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (penyakit paru-paru termasuk bronkitis kronis atau emfisema).
  • Penyakit ginjal.
  • Gangguan hati.
  • Penyakit jantung.

Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, atau berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil saat mengonsumi donepezil, hubungi dokter Anda sesegera mungkin.

Bagaimana cara penyimpanan donepezil?

Simpan obat ini di dalam wadahnya dalam kondisi tertutup rapat. Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauh dari paparan cahaya langsung.

Letakkan obat ini jauh dari tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat ini di dalam kamar mandi atau menyimpannya di dalam freezer.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan obat pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Jangan membuang obat-obatan sembarangan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Apakah donepezil aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Donepezil termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Maka itu, sebaiknya jangan gunakan obat ini jika Anda tidak atau kurang mengetahui manfaat dan risiko obat ini. Hanya gunakan obat ini jika manfaatnya melebihi risikonya.

Sementara itu, belum ada studi yang pasti tentang risiko yang terjadi pada bayi jika seorang ibu menyusui mengonsumsi obat ini selama menyusui.

Namun, Anda tetap harus mempertimbangkan manfaat dan potensi risiko yang muncul sebelum mengonsumsi obat ini.

Interaksi obat donepezil dengan obat lain

Meskipun obat-obat tertentu tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan, tetapi pada beberapa kasus, dua obat yang berbeda dapat digunakan bersama-sama bahkan jika memungkinkan terjadinya interaksi.

Jika hal ini terjadi, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis pengonsumsian, atau melakukan tindakan pencegahan lain jika diperlukan. 

Ketika Anda mengonsumsi obat ini, dokter Anda harus tahu jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang terdaftar di bawah ini.

Berikut ini daftar obat yang dipilih berdasarkan potensi interaksi yang sering terjadi dan bukan berarti obat lain tidak akan bereaksi dengan donepezil.

  • Obat untuk masalah jantung seperti amiodarone, atenolol , bisoprolol , digoxin atau verapamil
  • Obat untuk epilepsi, seperti fenitoin atau karbamazepin
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin (termasuk aspirin dosis rendah ) atau ibuprofen
  • Obat untuk masalah kesehatan mental, seperti risperidone, olanzapine, atau fluoxetine.
  • Obat antibiotik, seperti eritromisin atau rifampisin.
  • Mendapat anestesi umum atau lokal (untuk operasi atau prosedur kecil).

Dokumen ini tidak menyertakan semua interaksi obat yang dapat terjadi. Simpan daftar produk yang Anda gunakan, termasuk obat-obatan resep/nonresep dan obat herbal, serta beri tahu dokter dan apoteker Anda.

Mungkin ada obat lainnya yang bisa berinteraksi dengan litium. Tanyakan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 18/04/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan