home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Sebagian dari Anda pasti ada yang kerap menyimpan persediaan berbagai macam obat-obatan di rumah. Banyak yang menganggap persediaan obat sebagai hal yang penting untuk dilakukan agar nantinya Anda tak perlu repot-repot pergi ke apotek jika suatu saat Anda mulai sakit. Biasanya obat yang dibeli berwujud obat-obatan padat seperti tablet dan kapsul. Tentunya menyimpan obat padat juga tak boleh sembarangan dan harus dengan cara yang tepat.

Cara menyimpan obat padat yang benar

Mungkin Anda berpikir selama obat belum mencapai tanggal kedaluwarsa dan masih dalam keadaan terbungkus, obat akan tetap aman untuk dikonsumsi.

Namun jangan salah, penyimpanan obat yang kurang tepat ternyata dapat berpengaruh terhadap kualitas dan keefektifannya. Obat juga bisa saja malah menimbulkan risiko bagi kesehatan Anda.

Anda juga harus memastikan bentuk fisik dan kualitas obat tetap terjaga, berikut adalah cara menyimpan obat padat yang baik dan benar.

1. Hindari menyimpan obat padat di kamar mandi

menyimpan obat padat
Sumber: Insider

Pernahkah Anda menemukan kotak P3K yang terpasang di kamar mandi? Atau barangkali Anda sendiri yang memasangnya di rumah? Sayangnya, menyimpan obat padat di kamar mandi tidak disarankan.

Kamar mandi merupakan tempat yang lembab, terutama jika Anda sering menggunakan pemanas air. Air hangat yang menguap akan membuat daerah di sekitarnya juga menjadi semakin lembab dan berair, ditambah panas yang tinggi juga akan berpengaruh terhadap kualitas obat.

Oleh karena itu, sebaiknya pasang atau letakkan kotak P3K di tempat yang kering dan sejuk. Jika Anda memasangnya di area dapur, pastikan letaknya jauh dari kompor atau alat-alat memasak lainnya.

2. Jangan menyimpan obat padat di dalam mobil

obat padat
Sumber: Confused

Bagi Anda yang hidup dengan mobilitas tinggi, menyimpan obat padat di dalam mobil mungkin menjadi cara yang efisien agar Anda tak perlu bolak-balik memasukkan dan mengeluarkannya.

Masih berkaitan dengan tingkat panas, mobil merupakan tempat dengan perubahan suhu yang sangat cepat. Apalagi setelah mobil diparkirkan di bawah matahari, biasanya Anda akan langsung mengatur pendingin agar bisa menghilangkan hawa panas.

Ketika terkena paparan suhu yang berbeda, bahan kimia aktif dalam obat pun dapat berubah dalam bentuk molekul-molekul yang akan berpotensi mengakibatkan terurainya obat. Uraian inilah yang nantinya membuat obat menjadi kurang manjur.

Agar Anda tidak lupa, simpan obat-obatan yang dibutuhkan di dalam sebuah tas atau kantung khusus dan masukkan ke dalam tas yang Anda bawa sehari-hari jika diperlukan.

3. Letakkan obat jauh dari jangkauan anak-anak

anak obat
Sumber: Medical Xpress

Anda tentu sering menemukan anjuran ini pada bungkus produk-produk tertentu, salah satunya mungkin pada obat yang Anda beli.

Anjuran tersebut bukanlah tanpa alasan. Biasanya, anak-anak memiliki rasa penasaran yang tinggi, bukan mustahil jika nantinya si kecil tertarik dengan warna-warni obat lalu mulai membukanya dan memasukkannya ke dalam mulut. Hal ini tentunya bisa berakibat fatal pada kesehatan anak Anda.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyimpan obat padat di tempat yang aman, tak bisa dijangkau dan dilihat oleh anak Anda, seperti bagian rak laci yang paling atas atau di dalam laci meja yang terkunci.

4. Memindahkan obat dari bungkus asalnya ke tempat lain

tempat obat tablet kapsul

Wadah khusus untuk menyimpan obat padat banyak dijual di toko peralatan rumah tangga. Terkadang wadah penyimpanan ini sangat membantu bagi Anda yang harus menjalani pengobatan setiap hari. Anda bisa memasukkan semua obat yang harus dikonsumsi pada satu hari dalam setiap kotaknya.

Lagi-lagi cara ini juga tidak dianjurkan, Anda lebih baik tidak memisahkan obat padat dari bungkus aslinya. Ada beberapa obat yang tidak boleh dipindahkan ke wadah lain, salah satunya adalah obat yang mengandung nitrat seperti obat untuk sakit jantung.

Nitrat merupakan salah satu komponen dalam obat yang berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dan oksigen ke jantung serta melebarkan arteri dan vena di dalam tubuh.

Nitrat bisa menguap ketika terpapar oleh oksigen, dampaknya akan membuat obat yang Anda konsumsi tidak dapat bekerja dengan baik.

Jika Anda tetap ingin memindahkan obat untuk jatah harian, Anda bisa meletakkan obat tersebut tanpa membuka bungkusnya dengan menggunting strip atau paket blister dan masukkan ke dalam kotak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How To Properly Store Medication. (2020). Retrieved 17 April 2020, from https://www.arthritis.org/health-wellness/treatment/treatment-plan/disease-management/properly-store-medication

Put Your Medicines Up and Away and Out of Sight. (2020). Retrieved 17 April 2020, from https://www.cdc.gov/patientsafety/features/medication-storage.html?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Ffeatures%2Fmedicationstorage%2Findex.html

Storing your medicines. (2020). Retrieved 17 April 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000534.htm

Variations in Temperature May Be Hazardous to Your Drugs. (2019). Retrieved 17 April 2020, from https://www.verywellhealth.com/how-temperature-can-affect-medication-stability-3233264

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 14/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x