home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Haldol

Penggunaan|Dosis|Efek Samping|Peringatan & Pencegahan|Interaksi|Overdosis
Haldol

Penggunaan

Untuk apa obat haldol itu?

Haldol adalah merek obat yang mengandung bahan aktif berupa haloperidol. Obat ini termasuk ke dalam golongan obat psikiatris yang bekerja dengan cara membantu menyeimbangkan zat kimia alami (neurotransmitter) di dalam otak.

Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit mental seperti skizofrenia atau skizoafektif. Dengan menggunakan obat ini, gejala halusinasi dan serangan panik dapat dicegah.

Haldol juga dapat digunakan untuk mengurangi pergerakan yang tidak dapat dikontrol yang berkaitan dengan sindrom Tourette. Pada anak-anak, obat ini juga bisa membantu mengatasi sikap hiperaktif saat penggunaan obat-obatan atau metode penyembuhan lain sudah tidak mempan lagi.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat resep, sehingga Anda hanya bisa mendapatkannya dengan resep dari dokter jika ingin membelinya di apotek.

Bagaimana cara penggunaan haldol?

Ada beberapa tata cara penggunaan haldol yang harus diperhatikan, meliputi:

  • Ikuti semua instruksi yang diberikan oleh dokter di catatan resep.
  • Dosis yang diberikan untuk Anda mungkin berubah, disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta respon Anda terhadap penggunaan obat.
  • Obat ini boleh dikonsumsi sebelum atau sesudah Anda makan.
  • Gunakan obat ini secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.
  • Untuk membantu Anda mengingat jadwal minum obat, gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya.
  • Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Kondisi Anda mungkin menjadi lebih parah jika Anda menghentikan penggunaan obat secara mendadak. Untuk berhenti, dosis Anda perlu dikurangi perlahan-lahan.

Sementara itu, jika Anda menggunakan haldol dalam sediaan cairan injeksi, begini cara penggunaannya:

  • Haloperidol disuntikkan melalui otot. Obat ini sebaiknya diberikan oleh ahli medis profesional.
  • Haloperidol suntik biasanya diberikan sekali dalam kurun waktu 3-4 minggu sesuai kebutuhan.
  • Saat menggunakan obat ini, Anda harus banyak minum air.
  • Jika Anda menggunakan haloperidol dalam jangka panjang, Anda mungkin harus sering melakukan beberapa tes medis.

Bagaimana cara penyimpanan haldol?

Sama halnya dengan penggunaan obat pada umumnya, haldol juga memiliki aturan penyimpanan yang harus Anda ikuti. Hal ini termasuk:

  • Simpan obat ini di tempat dengan suhu ruang.
  • Jauhkan dari paparan sinar matahari dan cahaya langsung.
  • Jauhkan dari tempat lembap.
  • Jangan menyimpannya di kamar mandi.
  • Jangan pula menyimpannya hingga beku di freezer.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak hingga dewasa.
  • Kandungan utama dari obat ini juga tersedia dalam merek lain. Merek lain dari haloperidol mungkin memiliki cara penyimpanan lain.

Sementara, jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini atau obat ini sudah habis masa berlakunya, sebaiknya Anda buang obat ini dengan cara yang aman agar tidak mencemari lingkungan.

Pastikan jika Anda tidak menggabungkan sampah obat dengan sampah rumah tangga lainnya. Jangan pula membuangnya dengan cara menyiramkan isinya ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan air lainnya.

Jika Anda tidak yakin dengan cara yang tepat dan aman untuk membuang sampah obat, tanyakan kepada apoteker untuk mengetahui cara membuang obat yang benar.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis haldol untuk orang dewasa?

Dosis dewasa untuk psikosis

  • Dosis psikosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
  • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis awal dapat digunakan sebanyak 100 mg setiap hari jika memang dibutuhkan untuk suatu kondisi darurat yang sangat parah.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis untuk kondisi agitasi akut, penggunaan cairan injeksi: 2-5 mg IM diberikan 4-8 jam sekali.
  • Dosis maksimum untuk sediaan cairan injeksi: 20 mg/hari.

Dosis dewasa untuk skizofrenia

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
  • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis awal dapat digunakan sebanyak 100 mg setiap hari jika memang dibutuhkan untuk suatu kondisi darurat yang sangat parah.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis yang sama berlaku untuk lansia yang mengalami skizofrenia.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis untuk kondisi agitasi akut, penggunaan cairan injeksi: 2-5 mg IM diberikan 4-8 jam sekali.
  • Dosis maksimum untuk sediaan cairan injeksi: 20 mg/hari.

Dosis dewasa untuk agitasi

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
  • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis awal dapat digunakan sebanyak 100 mg setiap hari jika memang dibutuhkan untuk suatu kondisi darurat yang sangat parah.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis yang sama berlaku untuk lansia yang mengalami skizofrenia.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis untuk kondisi agitasi akut, penggunaan cairan injeksi: 2-5 mg IM diberikan 4-8 jam sekali.
  • Dosis maksimum untuk sediaan cairan injeksi: 20 mg/hari.

Dosis dewasa untuk sindrom Tourette

  • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
  • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
  • Dosis awal dapat digunakan sebanyak 100 mg setiap hari jika memang dibutuhkan untuk suatu kondisi darurat yang sangat parah.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis yang sama berlaku untuk lansia yang mengalami skizofrenia.
  • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
  • Dosis untuk kondisi agitasi akut, penggunaan cairan injeksi: 2-5 mg IM diberikan 4-8 jam sekali.
  • Dosis maksimum untuk sediaan cairan injeksi: 20 mg/hari.

Bagaimana dosis haldol untuk anak-anak?

Dosis anak-anak untuk psikosis

  • Dosis untuk anak usia 3-12 tahun dengan berat badan 5-40 kg:
    • Dosis awal: 0.5 mg/hari diminum 2-3 dosis yang terpisah.
    • Tambahkan dosis sebanyak 0.5 mg setiap 5-7 hari sekali untuk mendapatkan efek maksimal.
    • Dosis perawatan: 0.05-0.15 mg/kg/hari dalam 2-3 dosis terpisah.
  • Dosis untuk anak usia 13 tahun ke atas dengan berat lebih dari 40 kg:
    • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
    • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
    • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dosis anak-anak untuk sindrom Tourette

  • Dosis untuk anak usia 3-12 tahun dengan berat 15-40 kg:
    • Dosis awal: 0.5 mg/hari diminum dalam 2-3 dosis terpisah
    • Dosis perawatan: 0.05-0.075 mg/kg/hari
  • Dosis untuk anak usia 13 5ahun ke atas dengan berat badan lebih dari 40 kg:
    • Dosis untuk gejala sedang: 0.5 – 2 miligram (mg) diminum sebanyak 2-3 kali dalam sehari.
    • Dosis untuk gejala berat: 3-5 mg diminum 2-3 kali sehari.
    • Dosis perawatan: Dosis akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Dosis anak-anak untuk perilaku agresif

  • Dosis anak-anak untuk usia 3-12 tahun dengan berat badan 15-40 kg:
    • Dosis awal: 0.5 mg/hari diminum dalam 2-3 dosis terpisah
    • Dosis perawatan: 0.05-.075 mg/kg/hari.

Dalam dosis apa haldol tersedia?

Dosis haldol tersedia dalam bentuk tablet (1 mg, 2 mg), oral solution 2 mg/mL, dan injeksi 5 mg/mL

Efek Samping

Apa efek samping yang mungkin terjadi jika menggunakan haldol?

Menggunakan obat ini sama dengan menggunakan obat lain, di mana ada kemungkinan terjadinya efek samping penggunaan obat. Efek samping yang terjadi mungkin dapat berupa kondisi kesehatan serius hingga yang ringan. Berikut adalah efek samping ringan yang mungkin terjadi, seperti:

  • Pandangan mata buram
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Sembelit
  • Mulut terasa kering
  • Pembengkakan pada payudara yang terasa sakit
  • Adanya peningkatan berat badan
  • Gairah seksual menurun
  • Mudah mengantuk
  • Kulit menjadi lebih sensitif terhadap panas
  • Mual dan muntah

Jika Anda mengalami efek samping tersebut di atas, jangan khawatir karena efek samping itu akan hilang seiring berjalannya waktu. Tetapi, jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau justru semakin memburuk, beri tahu dokter.

Sementara, ada juga efek samping yang cukup serius yang mungkin terjadi seperti:

  • Kesulitan berbicara atau menelan makanan
  • Tidak bisa menggerakkan bola mata
  • Kehilangan kontrol keseimbangan
  • Muka terasa tebal seperti menggunakan topeng
  • Otot terasa sakit, khususnya di bagian leher dan punggung
  • Jalan menjadi tertatih-tatih
  • Tangan dan kaki terasa lemas
  • Tidak merasa haus
  • Berhalusinasi
  • Mulut bergerak mengunyah tetapi tidak bisa terkontrol

Tidak semua kemungkinan efek samping tertulis dalam daftar ini. Bahkan, ada orang yang tidak merasakan efek samping sama sekali. Tetapi, jika Anda mengalami gejala efek samping tertentu yang tidak ada dalam daftar ini, segera beri tahu dokter.

Peringatan & Pencegahan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan haldol?

Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, berkaitan dengan penggunaan obat.

  • Obat ini tidak bisa Anda gunakan untuk mengobati demensia.
  • Obat ini sebaiknya tidak digunakan untuk mengatasi penyakit Parkinson atau kondisi tertentu yang menyerang sistem saraf pusat.
  • Jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap haldol atau bahan aktif utama di dalamnya, haloperidol.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat kesehatan atau sedang mengalami penyakit tertentu seperti:
    • gangguan liver dan ginjal
    • penyakit jantung
    • angina
    • penyakit yang berkaitan dengan kelenjar tiroid
    • epilepsi
    • kejang
    • ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh.
  • Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, Anda mungkin harus menggunakan obat ini selama beberapa minggu.
  • Jangan meningkatkan dosis obat karena dapat meningkatkan risiko efek samping.

Apakah haldol aman digunakan ibu hamil dan menyusui?

Menggunakan obat-obatan antipsikotik pada trimester ketiga kehamilan dapat menyebabkan masalah pada bayi saat lahir. Masalah ini bisa berupa masalah pernafasan, masalah makan, tremor, hingga otot kaku.

Tetapi, berhenti menggunakan obat secara tiba-tiba saat sedang hamil juga dapat menyebabkan masalah yang sama untuk Anda. Maka dari itu, beri tahu dokter jika Anda sedang hamil atau berencana hamil dan konsultasikan kepada dokter bagaimana menyiasatinya.

Obat ini juga bisa keluar dari Air Susu Ibu (ASI) dan tidak sengaja terkonsumsi oleh bayi yang sedang menyusu. Maka dari itu, jangan menggunakan obat ini saat sedang menyusui atau jika Anda harus menggunakan obat ini, berhentilah untuk menyusui.

Obat ini masuk ke dalam risiko kehamilan kategori C oleh US Food and Drugs Administration (FDA) atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko,
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C = Mungkin berisiko,
  • D = Ada bukti positif dari risiko,
  • X = Kontraindikasi,
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang dapat berinteraksi dengan haldol?

Interaksi antar obat bisa terjadi antara haldol dengan obat-obatan lain yang mungkin sedang Anda konsumsi. Interaksi antar obat bisa berdampak buruk ataupun baik, tergantung dari obatnya.

Dampak buruk yang mungkin terjadi adalah interaksi mengubah cara kerja salah satu obat atau meningkatkan risiko efek samping penggunaannya.

Sementara itu, dampak positif yang mungkin terjadi akibat interaksi yang terjadi adalah pengobatan tersebut merupakan pengobatan terbaik untuk kondisi Anda.

Maka dari itu, catat segala jenis obat yang Anda gunakan, mulai dari obat resep, obat nonresep, multivitamin, suplemen makan, hingga produk herbal. Lalu, berikan catatan tersebut kepada dokter Anda. Hal ini memudahkan dokter membantu mengatur dosis penggunaan untuk Anda.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang paling sering berinteraksi dengan haldol, termasuk:

  • Abilify (aripiprazole)
  • Ativan (lorazepam)
  • Benadryl (diphenhydramine)
  • benztropine
  • clozapine
  • Cogentin (benztropin)
  • Depakote (divalproex sodium)
  • diazepam
  • diphenhydramine
  • Effexor (venlafaxine)
  • Ibuprofen
  • Lasix (furosemide)
  • Latuda (lurasidone)
  • lithium
  • lorazepam
  • melatonin
  • morphine
  • olanzapine
  • Paracetamol
  • Prozac (fluoxetine)
  • quetiapine
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin D3
  • Xanax (alprazolam)
  • Zoloft (sertraline)
  • Zyprexa (olanzapine)

Apa makanan dan alkohol yang dapat berinteraksi dengan haldol?

Obat-obat tertentu sebaiknya tidak dikonsumsi pada waktu makan atau saat memakan jenis makanan tertentu karena dapat terjadi interaksi. Mengonsumsi alkohol atau produk yang berasal dari tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan terjadinya interaksi.

Alkohol, khususnya, dapat membuat Anda kesulitan menggunakan otak Anda untuk berpikir dengan baik. Untuk lebih jelasnya, diskusikan dengan ahli kesehatan Anda untuk penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau produk yang berasal dari tembakau.

Apa kondisi kesehatan yang dapat berinteraksi dengan haldol?

Kondisi kesehatan yang ada di dalam tubuh Anda juga dapat berinteraksi dengan haldol. Beri tahu segala jenis kondisi kesehatan yang sedang atau telah Anda alami agar dokter bisa menentukan apakah obat ini aman untuk digunakan. Kondisi kesehatan yang mungkin berinteraksi dengan obat ini adalah:

  • Demensia
  • Hipertiroidisme, yaitu kondisi saat kelenjar tiroid terlalu aktif
  • Penyakit Parkinson
  • Koma
  • Kejang
  • Kecanduan alkohol
  • Penyakit kardiovaskular
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit liver
  • Dehidrasi

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan gawat darurat atau overdosis?

Gejala overdosis dari penggunaan haldol bisa sangat amat fatal. Untuk menghindarinya, jangan pernah meningkatkan dosis penggunaan obat ini dan gunakan obat ini sesuai instruksi.

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan jika melewatkan satu dosis?

Gunakan dosis yang terlupa saat Anda sudah ingat. Tetapi, jika saat Anda ingat sudah mendekati waktu untuk mengonsumsi dosis selanjutnya, lewatkan saja dosis yang terlupa dan tetap minum obat sesuai jadwal. Jangan pernah menggandakan dosis karena dapat meningkatkan risiko overdosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Multum, C. (2017). Haloperidol Uses, Side Effects & Warnings – Drugs.com. Retrieved 26 August 2019, from https://www.drugs.com/mtm/haloperidol.html

Haloperidol (Oral Route) Side Effects – Mayo Clinic. (2019). Retrieved 26 August 2019, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/haloperidol-oral-route/side-effects/drg-20064173

Haldol | PIO Nas. Retrieved 26 August 2019, from http://pionas.pom.go.id/obat/haldol

Haloperidol. Retrieved 26 August 2019, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8661/haloperidol-oral/details

Multum, C. (2018). Haloperidol injection Uses, Side Effects & Warnings – Drugs.com. Retrieved 13 September 2019, from https://www.drugs.com/mtm/haloperidol-injection.html


Artikel Terkait


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 11/05/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita