Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mercaptopurine

Mercaptopurine

Pasien kanker selain perlu menjalani pengobatan kemoterapi dan radioterapi. Mereka juga mengonsumsi obat tertentu untuk menekan pertumbuhan sel kanker. Obat tersebut salah satunya adalah mercaptopurine (merkaptopurin). Bagaimanakah pengobatan dan efek sampingnya?

Golongan obat: sitotoksin

Merek dagang mercaptopurine: –

Apa itu obat mercaptopurine?

Mercaptopurine adalah obat yang digunakan untuk mengobati jenis kanker tertentu, seperti leukemia limfositik akut.

Leukemia limfositik akut sendiri merupakan jenis kanker yang menyerang darah dan sumsum tulang.

Penyakit ini dapat berkembang dengan sangat cepat dan tiba-tiba. Bila terlambat diobati, penyakit ini bisa berakibat fatal.

Mercaptopurine termasuk golongan obat kemoterapi sitotoksik, khususnya purin antagonis.

Obat kemoterapi ini bekerja dengan cara memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di tubuh.

Dokter dapat meresepkan obat ini dengan obat kanker jenis lainnya untuk mengoptimalkan pengobatan yang dijalani pasien.

Dosis merkaptopurin

Data BPOM RI menunjukkan bahwa obat ini tidak beredar di Indonesia. Namun, biasanya mercaptopurine tersedia dalam tablet 50 mg dan larutan oral 20 ml.

Pemberian dosis berdasarkan kondisi dan penyakit pasien dapat dibedakan sebagai berikut.

Leukemia limfoblastik akut

  • Dewasa: Dosis awalnya 2,5 mg/kg berat badan setiap hari atau 50 – 75 mg/m2 luas tubuh setiap hari, disesuaikan dengan respons tubuh. Kemudian, dilanjutkan dosis 1,5 – 2,5 mg/kg berat badan setiap hari.
  • Anak: Sama seperti dosis dewasa.

Aturan pakai mercaptopurine

obat pengobatan kanker lambung perut bisa sembuh

Mercaptopurine termasuk obat keras yang penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter. Tak heran, obat ini tidak dijual bebas di apotek maupun toko obat.

Obat ini harus diminum saat keadaan perut kosong atau sebelum makan.

Jika Anda menggunakan cairan suspensi, kocok botol dengan setidaknya selama 30 detik sebelum menakar setiap dosis. Hal ini dilakukan untuk memastikan obat tercampur dengan baik

Jangan gunakan sendok makan biasa karena takaran obat bisa saja berbeda.

Untuk memastikan Anda mendapatkan dosis dengan takaran yang tepat, usahakan pakai sendok atau gelas khusus yang biasanya tersedia di dalam kemasan obat.

Setelah dibuka, botol suspensi harus digunakan dalam waktu 6 minggu.

Untuk sediaan tablet, telan obat secara utuh dengan bantuan air putih.

Hindari menggerus, menghancurkan, atau menghaluskan obat karena dapat memicu efek samping obat serta menurunkan efektivitasnya.

Dosis didasarkan pada berat badan, kondisi medis, dan respons pasien terhadap pengobatan.

Ini artinya, setiap orang sangat mungkin mendapatkan dosis yang berbeda. Jangan berikan obat ini ke orang lain meski mereka mengeluhkan gejala yang serupa dengan Anda.

Ikuti aturan minum obat dari label atau dokter, jangan meningkatkan dosis atau mengambil obat ini lebih sering daripada yang ditentukan.

Alih-alih cepat sembuh, kondisi Anda mungkin akan semakin memburuk.

Obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan, infeksi, dan gangguan fungsi hati. Itu sebabnya, Anda mungkin akan diminta dokter untuk memeriksa kesehatan secara berkala.

Selama menggunakan obat ini, Anda disarankan untuk minum lebih banyak minum air putih. Asupan cairan yang cukup dapat membantu ginjal bekerja lebih optimal.

Efek samping merkaptopurin

Seperti obat lainnya, mercaptopurine bisa menimbulkan efek samping obat pada beberapa orang. Setiap orang dapat mengalami efek samping yang berbeda-beda. Ini bergantung dengan respons tubuh terhadap obat ini.

Ada pula beberapa orang yang merasakan efek samping yang tidak disebutkan di bawah ini.

Efek samping umum

Jenis efek samping yang sering terjadi:

  • mual dan muntah,
  • diare,
  • rambut rontok,
  • perut kembung,
  • sakit perut,
  • badan terasa lemas dan tidak bertenaga,
  • ruam kulit ringan, dan
  • nafsu makan menurun.

Efek samping serius

Obat ini juga bisa menyebabkan efek samping serius seperti:

  • nyeri dada yang parah
  • napas dangkal dan cepat
  • sesak napas
  • pembengkakan di wajah, mulut, dan tenggorokan,
  • perubahan warna kulit,
  • lemah otot, dan
  • batuk berdarah.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat mercaptopurine

obat kanker mulut

Beritahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap merkaptopurin, obat lain, atau salah satu bahan dalam tablet atau suspensi merkaptopurin.

Hubungi dokter jika Anda pernah mengonsumsi mercaptopurine atau thioguanine untuk mengobati kanker.

Dokter mungkin memberitahu Anda untuk tidak mengonsumsi mercaptopurine, jika salah satu dari obat tersebut tidak bekerja dengan baik melawan kanker di masa lalu.

Beritahu dokter jika Anda memiliki jenis infeksi apa pun dan pernah menderita penyakit ginjal atau hati.

Hubungi dokter jika Anda tengah hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.

Anda harus menggunakan alat kontrasepsi yang efektif untuk menghindari kehamilan selama perawatan dengan merkaptopurin.

Jika Anda hamil saat mengonsumsi mercaptopurine, segera hubungi dokter Anda. Pasalnya, mercaptopurine dapat membahayakan janin.

Hindari vaksinasi sebelum berkonsultasi dengan dokter Anda. Ini karena beberapa vaksin dapat menyebabkan infeksi jika Anda menggunakan merkaptopurin.

Anda juga harus tahu obat ini bisa mengembangkan efek samping serius jika Anda memiliki faktor genetik tertentu.

Dokter Anda mungkin memesan tes sebelum atau selama perawatan Anda untuk melihat apakah Anda memiliki faktor risiko ini.

Jangan simpan tablet mercaptopurine pada suhu di atas 25 °C. Jaga agar botol obat tetap tertutup rapat.

Apakah obat merkaptopurin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Menurut situs EMC Inggris, pengobatan dengan mercaptopurine tidak dianjurkan selama kehamilan, terutama pada trimester pertama (tiga bulan) karena dapat menyebabkan gangguan pada janin.

Jika Anda tengah hamil, dokter akan mempertimbangkan risiko dan manfaat bagi Anda serta janin sebelum meresepkan mercaptopurine.

Jika Anda atau pasangan menggunakan mercaptopurine, Anda harus menggunakan kontrasepsi yang efektif untuk menghindari kehamilan selama pengobatan merkaptopurin. Ini berlaku baik untuk pria maupun wanita.

Disarankan agar Anda tidak menyusui saat mengonsumsi mercaptopurine. Ini dikarenakan sejumlah kecil obat bisa muncul ke dalam ASI dan berdampak pada kondisi bayi.

Penghapusan jejak obat ini dari tubuh dapat memakan waktu selama 6 minggu atau 3 bulan.

Interaksi obat mercaptopurine dengan obat lain

cara mengobati obat kanker

Interaksi bersama obat lain dapat meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya dan memengaruhi cara kerja obat.

Hindari obat-obatan ini selama Anda mengonsumsi merkaptopurin:

Konsultasikan kepada dokter mengenai riwayat penyakit, kondisi kesehatan, dan rencana kehamilan Anda sebelum menjalani pengobatan mercaptopurine.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mercaptopurine. (2017). MedLine Plus. Retrieved May 25, 2022 from, https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682653.html 

Mercaptopurine. (n.d.). MIMS. Retrieved May 25, 2022 from, https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mercaptopurine?mtype=generic 

Multum, C. (2022). Mercaptopurine. Drugs.com. Retrieved May 25, 2022 from, https://www.drugs.com/mtm/mercaptopurine.html 

Package Leaflet: Information for the User Mercaptopurine 50mg tablets 6-mercaptopurine. (2019). EMC UK. Retrieved May 25, 2022 from, https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.4655.pdf 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Jun 13
Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.
Next article: