backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Nicotine (Nikotin)

Ditinjau secara medis oleh Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm. · Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/01/2023

Nicotine (Nikotin)

Menghentikan kebiasaan merokok memang sulit, terutama jika Anda telah mengalami kecanduan. Nah, nikotin sebagai salah satu kandungan rokok ternyata dapat dimanfaatkan untuk berhenti merokok. Simak kegunaan, dosis, dan efek sampingnya berikut ini.

Golongan obat: smoking cessation agent

Merek dagang nicotine (tidak tersedia di Indonesia): Nicorett, Niquitin

Apa itu obat nicotine?

Nikotin (nicotine) adalah obat yang berfungsi untuk membantu seseorang berhenti merokok. Ini akan menggantikan nikotin dalam tembakau yang menjadi bagian penting dari kecanduan rokok.

Saat Anda mulai berhenti merokok, kadar nikotin dalam tubuh akan turun dengan cepat. Hal ini bisa menyebabkan withdrawal syndrome atau lebih dikenal sebagai gejala sakau.

Gejala sakau yang bisa Anda alami seperti mengidam rokok, gugup, lekas marah, sakit kepala, naiknya berat badan, dan kesulitan berkonsentrasi. 

Berhenti merokok memang tidak mudah, tetapi hal ini sangatlah penting dan perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.

Produk pengganti nikotin dari rokok merupakan bagian dari program berhenti merokok total. Program ini meliputi perubahan perilaku, dukungan, dan konseling dengan ahli. 

Dosis nicotine

obat yang harus dikunyah

Nicotine tersedia dalam berbagai sediaan, seperti permen karet, tablet isap, tablet sublingual, semprotan hidung, inhalasi, dan patch kulit.

Di Indonesia, belum tersedia produk mengandung nikotin, terutama yang digunakan sebagai obat untuk berhenti merokok. 

Berikut adalah dosis dan penggunaan nikotin menurut MIMS Indonesia.

Permen karet (gum)

  • Dewasa (≤20 batang rokok per hari): kunyah permen karet nikotin 2 mg perlahan, lau diamkan dalam mulut selama 30 menit.
  • Dewasa (>20 batang rokok per hari): lakukan langkah yang sama dengan dosis permen karet nikotin 4 mg.

Permen isap (lozenges)

  • Dewasa: isap permen nikotin 1–4 mg setiap 1–2 jam, biarkan larut dalam mulut secara perlahan. Dosis biasa 9–12 permen per hari, sedangkan dosis maksimal yaitu 30 permen dengan nikotin 1 mg atau 14 permen dengan dosis lebih tinggi.

Tablet sublingual

  • Dewasa: letakkan 1–2 tablet nikotin 2 mg di bawah lidah setiap jam, tingkatkan dosis bila diperlukan. Dosis maksimal 40 tablet per hari dan kurangi dosis secara bertahap hingga 3 bulan.

Semprotan hidung (nasal spray)

  • Dewasa: gunakan obat yang mengandung 0,5 mg nicotine per semprotan pada setiap lubang hidung 2 kali setiap jam. Dosis maksimal 32 mg (64 kali semprotan) per hari selama 8 minggu pertama dan kurangi secara bertahap hingga 3 bulan.

Inhalasi

  • Dewasa: gunakan 6–16 kartrid setiap hari selama 12 minggu, lalu kurangi secara bertahap selama 4–12 minggu berikutnya.

Transdermal patch

  • Dewasa (≤10 batang rokok per hari): dosis awal 14 mg per hari selama 6 minggu, lalu kurangi jadi 7 mg per hari selama 2 minggu.
  • Dewasa (>10 batang rokok per hari): dosis awal 21 mg per hari selama 6 minggu, lalu kurangi jadi 14 mg per hari selama 2 minggu, dan akhiri dengan 7 mg per hari selama 2 minggu.

Dosis obat nicotine untuk anak-anak

Secara umum, dosis obat anak-anak 12–18 tahun sama seperti dosis orang dewasa. Namun, obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 12 minggu tanpa meminta saran penggunaan dari dokter atau apoteker.

Aturan pakai nicotine

Nicotine memiliki bentuk sediaan yang berbeda. Pastikan untuk membaca label kemasan obat atau ikuti petunjuk pemakaian sesuai dengan resep dokter atau apoteker.

Dokter mungkin mengarahkan Anda untuk menggunakan produk ini pada jadwal yang teratur maupun saat memiliki dorongan untuk merokok

Penggunaan teratur dapat membantu tubuh Anda terbiasa dengan obat dan mengurangi efek samping, seperti mulut kering dan sakit tenggorokan. 

Dosis nikotin terbaik untuk Anda yaitu dosis yang menurunkan dorongan untuk merokok tanpa efek samping dari penggunaan nikotin yang terlalu banyak. 

Ikuti aturan pakai atau petunjuk dokter Anda secara hati-hati. Dosis obat nicotine perlu Anda sesuaikan dengan kebutuhan, termasuk riwayat merokok dan kondisi medis yang dialami.

Metode untuk berhenti merokok ini dilakukan selama tiga bulan. Dokter akan membantu mengurangi dosisnya sampai Anda tidak lagi merokok dan tidak memerlukan pengganti nikotin lagi.

Hubungi dokter bila Anda belum bisa berhenti merokok setelah memakai pengganti nikotin ini. Beberapa orang tidak berhasil berhenti merokok saat pertama kali mencobanya. 

Anda mungkin perlu berhenti memakai produk ini dan mencobanya lagi nanti. Beberapa orang yang tidak bisa berhenti pertama saat kali mungkin berhasil pada waktu berikutnya.

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar penggunaan obat pengganti nikotin ini, lebih baik konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Efek samping nicotine

efek samping nicotine

Sama seperti obat-obatan lainnya, obat nicotine juga dapat menyebabkan efek samping meski tidak semua orang merasakannya.

Efek samping tidak serius

Beberapa efek samping yang tidak begitu serius yang mungkin Anda rasakan meliputi:

  • pusing ringan,
  • mulut kering
  • sakit perut, 
  • bersendawa atau cegukan,
  • nyeri otot atau sendi,
  • nyeri mulut atau tenggorokan,
  • perubahan rasa, dan
  • sakit kepala.

Efek samping serius

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • lecet atau melepuh di dalam mulut,
  • detak jantung cepat atau jantung berdebar,
  • pusing hingga sakit kepala,
  • kelemahan ekstrem,
  • mual dan muntah, atau
  • bronkospasme (mengencang atau menegangnya otot yang melapisi saluran napas).

Segera cari bantuan medis darurat bila Anda mengalami gejala reaksi alergi, seperti mual, muntah, gatal, kesulitan bernapas, hingga pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping lain yang tidak disebutkan pada daftar di atas. 

Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan perhatian saat pakai obat nikotin

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda beri tahukan kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat nikotin.

  • Menunjukkan reaksi alergi terhadap nicotine atau kandungan lain di dalam obat ini.
  • Sedang atau pernah mengalami penyakit jantung, detak jantung tidak teratur (aritmia), serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, atau diabetes.
  • Mengidap kondisi fenilketonuria (PKU). Obat nikotin mungkin mengandung aspartam yang membentuk fenilalanin.
  • Menggunakan obat resep, obat nonresep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal.
  • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui saat memakai obat.

Obat ini bisa Anda simpan pada tempat yang tertutup dengan suhu ruangan di bawah 25°C. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan.

Perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk. Buang obat ini bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak Anda gunakan lagi.

Apakah obat nikotin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

ibu hamil merokok, cucu autisme

Paparan nikotin selama kehamilan berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.

American College of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan nikotin dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan janin, ketuban pecah diri, dan berat badan lahir rendah.

Dokter umumnya akan menyarankan wanita untuk berhenti merokok tanpa menggunakan obat nikotin bila sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.

Anda mungkin bisa tetap menggunakan produk ini selama kehamilan karena risikonya pada janin jauh lebih kecil dibandingkan bila Anda terus merokok.

Nikotin dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah yang sedikit. Ibu disarankan untuk menyusui tepat sebelum menggunakan obat, yakni ketika kadar nikotin masih dalam tingkat rendah.

Pada umumnya, Anda bisa memakai obat ini bila dokter meresepkannya. Dokter akan menimbang manfaat dan risikonya sebelum Anda mulai menggunakannya.

Interaksi obat nikotin dengan obat lain

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Sebelum memakai obat pengganti nikotin ini, beri tahu dokter bila Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, terutama:

Catat semua produk yang sedang Anda gunakan, seperti obat resep, obat nonresep, vitamin, suplemen, dan produk herbal, lalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Dokter dan apoteker akan menilai risiko interaksi yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan obat nicotine untuk berhenti merokok dan mengatasi kecanduan nikotin.

Jangan memulai, menghentikan, atau mengganti dosis obat tanpa persetujuan dokter Anda.

Kesimpulan

  • Kebiasaan merokok meningkatkan risiko masalah kesehatan, mulai dari gangguan paru, penyakit jantung, hingga kanker.
  • Nicotine atau nikotin berfungsi untuk mencegah withdrawal syndrome atau gejala sakau pada orang yang sedang berhenti merokok.
  • Obat ini mengandung nikotin dengan dosis rendah yang diturunkan secara bertahap hingga Anda dapat berhenti merokok sama sekali.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Seruni Puspa Rahadianti, S.Farm.

Farmasi · Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 03/01/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan